JAKARTA - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat penurunan tajam pada Jumat, 13 Februari 2026.
Investor logam mulia merasakan dampaknya, menyusul volatilitas harga yang meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan ini menandai koreksi signifikan setelah reli sebelumnya yang sempat mendorong harga ke level tinggi.
Penurunan harga perak ini terjadi di tengah tekanan pasar global dan sentimen ekonomi yang fluktuatif. Investor kini diharapkan lebih berhati-hati, terutama bagi mereka yang mengandalkan momentum spekulatif untuk mengambil posisi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia masih sangat sensitif terhadap data ekonomi dan kebijakan moneter global.
Pergerakan Harga Perak dalam Tiga Hari Terakhir
Pada Kamis, 12 Februari 2026, harga perak Antam sempat naik Rp200 menjadi Rp51.050 per gram. Sedangkan pada Rabu, 11 Februari, harga sempat turun Rp600 ke level Rp50.850 per gram. Koreksi hari ini terlihat lebih drastis, dengan harga turun Rp3.200 menjadi Rp47.850 per gram.
Fluktuasi harian yang signifikan ini mencerminkan volatilitas pasar logam mulia. Investor yang tidak siap menghadapi pergerakan harga cepat harus berhati-hati agar tidak mengalami kerugian mendadak. Tren ini menunjukkan bahwa perak masih sangat dipengaruhi oleh faktor global dan sentimen pasar.
Harga Perak Pecahan Besar dan Heritage
Harga dasar perak Antam 250 gram hari ini dipatok Rp12.362.500, termasuk PPN 11 persen menjadi Rp13.722.375. Untuk pecahan 500 gram, harga dasar mencapai Rp23.925.000, sementara harga termasuk PPN 11 persen sebesar Rp26.556.750.
Sementara itu, perak Antam Heritage 31,1 gram dijual Rp2.035.936, termasuk PPN Rp2.259.889. Untuk pecahan Heritage 186,6 gram, harganya Rp11.094.106, dan termasuk PPN Rp12.314.458. Pecahan besar dan Heritage tetap menjadi pilihan favorit investor yang ingin melakukan investasi dalam jumlah signifikan.
Perak Kembali ke Bawah US$ 80 per Troy Ons
Selain di pasar domestik, harga perak juga mengalami tekanan di pasar internasional. Dipantau dari Kitco, Jumat (13/2/2026), harga perak turun ke level US$75,78 per troy ons. Hal ini menandakan bahwa penurunan perak bukan hanya fenomena lokal, melainkan juga dipengaruhi dinamika pasar global.
Kondisi ini mengingatkan investor bahwa fluktuasi harga perak sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran internasional, serta kebijakan bank sentral. Investor disarankan memantau pergerakan harga secara berkala sebelum melakukan pembelian atau penjualan.
Dampak Penurunan Harga Bagi Investor
Penurunan drastis harga perak dapat menimbulkan kekhawatiran bagi investor jangka pendek. Mereka yang membeli saat harga tinggi mungkin mengalami kerugian jika menjual sekarang. Namun, bagi investor jangka panjang, koreksi ini bisa menjadi peluang menambah posisi perak dengan harga lebih murah.
Investor juga harus mempertimbangkan biaya tambahan seperti pajak dan PPN ketika membeli atau menjual perak batangan. Transaksi di atas Rp10 juta dikenai PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP, sehingga pengelolaan modal tetap harus diperhitungkan dengan matang.
Rekomendasi Pemantauan Harga Secara Berkala
Melihat volatilitas tinggi, investor disarankan memantau pergerakan harga perak setiap hari. Strategi investasi yang hati-hati dan pemahaman tentang kondisi pasar global menjadi kunci untuk mengurangi risiko kerugian.
Perak tetap menjadi aset strategis bagi diversifikasi portofolio. Namun, pergerakan harga tajam hari ini menekankan pentingnya kesiapan investor menghadapi fluktuasi, terutama saat terjadi pengaruh faktor eksternal seperti perubahan kebijakan moneter dan sentimen global.