Saham

Rekomendasi Saham Hari Ini INET RAJA Seiring Penguatan IHSG

Rekomendasi Saham Hari Ini INET RAJA Seiring Penguatan IHSG
Rekomendasi Saham Hari Ini INET RAJA Seiring Penguatan IHSG

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menunjukkan geliat positif pada perdagangan Rabu, 11 Februari. 

Indeks Harga Saham Gabungan menutup sesi di zona hijau, memberi sinyal optimisme baru bagi pelaku pasar. Momentum ini mendorong investor untuk mencermati sejumlah rekomendasi saham hari ini, termasuk INET hingga RAJA.

IHSG menutup perdagangan dengan kenaikan 1,96% ke level 8.290,97. Penguatan tersebut memperpanjang tren rebound setelah sebelumnya indeks sempat mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir.

Kinerja indeks kali ini turut ditopang oleh saham saham berkapitalisasi besar yang mencatat lonjakan signifikan. Kondisi tersebut mencerminkan kembali masuknya minat beli di tengah dinamika global.

Di sisi lain, investor tetap mencermati arus dana asing dan perkembangan kebijakan bursa yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek.

Penguatan IHSG Ditopang Saham Penggerak Utama

Penguatan indeks didorong oleh pergerakan saham BRPT yang melonjak 12,32%, diikuti TLKM naik 3,82% dan CUAN melesat 17,38% sebagai leading movers. Kinerja ketiga saham ini memberikan kontribusi signifikan terhadap laju IHSG sepanjang sesi perdagangan.

Sementara itu, tekanan terlihat pada CASA yang terkoreksi 8,58%, BMRI turun 1,47%, dan ASII melemah 1,46% sebagai lagging movers. Meski demikian, pelemahan tersebut belum mampu membendung dominasi sentimen positif di pasar.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp366,64 miliar di pasar reguler dan Rp526,64 miliar di seluruh pasar. Arus keluar dana asing ini menjadi salah satu faktor yang tetap diwaspadai pelaku pasar.

Meski terjadi net sell, indeks tetap mampu bertahan di zona hijau berkat dukungan investor domestik serta penguatan saham saham unggulan tertentu.

Pergerakan Sektoral dan Sentimen Global

Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor berakhir menguat. Sektor Energy mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,95%, sedangkan sektor Finance menjadi satu satunya sektor yang melemah dengan penurunan 0,49%.

Kenaikan sektor energi sejalan dengan pergerakan komoditas yang relatif stabil. Hal ini memperkuat minat beli pada saham saham berbasis sumber daya alam.

Pasar saham domestik berpotensi memperoleh sentimen positif seiring hasil pertemuan otoritas bursa dengan MSCI, tercermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 1,92% dan MSCI Indonesia naik 1,32% pada perdagangan semalam.

Sentimen eksternal tersebut memberi harapan akan peningkatan persepsi pasar global terhadap ekuitas Indonesia, sekaligus membuka peluang aliran dana yang lebih besar ke depan.

Rencana Kebijakan BEI Tingkatkan Transparansi

Di sisi kebijakan pasar, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan rencana penerbitan shareholders concentration list atau daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi guna meningkatkan transparansi dan integrasi pasar, mengacu pada praktik Bursa Hong Kong.

Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat tata kelola dan memberikan informasi yang lebih komprehensif kepada investor. Transparansi kepemilikan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar.

BEI juga mengkaji pembukaan data investor dengan kepemilikan di atas 1,00% tidak terbatas 5,00%, serta perluasan klasifikasi investor menjadi 28 sub kategori. Implementasi kebijakan ini ditargetkan mulai akhir Februari atau awal Maret.

Metodologi perhitungan konsentrasi kepemilikan masih dalam tahap kajian. Namun, rencana tersebut menjadi sinyal reformasi struktural yang bisa berdampak positif terhadap likuiditas dan kualitas pasar.

Aksi Korporasi BABY dan Dinamika Emiten

Dari korporasi, Multitrend Indo atau BABY mengumumkan rencana akuisisi distributor mainan Emway Globalindo atau EGI senilai Rp269,99 miliar. Aksi ini menjadi salah satu sorotan pelaku pasar di tengah euforia penguatan indeks.

Transaksi akan dilakukan melalui penambahan modal dengan HMETD I yang dikombinasikan dengan fasilitas pinjaman bank. Skema tersebut menunjukkan strategi pembiayaan campuran untuk menjaga struktur permodalan.

BABY berencana menerbitkan 238,60 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp590 per saham. Sebanyak 220,34 juta saham dialokasikan untuk inbreng saham EGI senilai Rp143,00 miliar atau setara 48,00% kepemilikan yang disetor pemegang saham pengendali, Blooming Years Pte. Ltd. atau BY.

Sisa dana HMETD sekitar Rp139,99 miliar akan digunakan untuk pembelian tunai 52,00% saham EGI dari BY, ditambah dukungan pinjaman dari Bank CIMB Niaga. Rencana ini memperlihatkan ekspansi bisnis yang terstruktur dan terencana.

Dengan kombinasi sentimen positif IHSG, penguatan sektoral, serta dinamika aksi korporasi, investor memiliki sejumlah pilihan saham untuk dicermati. INET hingga RAJA menjadi bagian dari daftar yang masuk radar pelaku pasar hari ini, seiring peluang lanjutan tren penguatan indeks.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index