IHSG

IHSG Melesat Hari Ini Didorong Saham Menghijau UNVR DEWA Dan Sektor

IHSG Melesat Hari Ini Didorong Saham Menghijau UNVR DEWA Dan Sektor
IHSG Melesat Hari Ini Didorong Saham Menghijau UNVR DEWA Dan Sektor

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik pada Kamis, 5 Februari 2026, menunjukkan sinyal optimisme di tengah dinamika bursa regional. 

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG langsung bergerak di zona hijau sejak awal perdagangan, mencerminkan minat beli investor yang masih terjaga meski tekanan eksternal datang dari pelemahan bursa Asia Pasifik. Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan dan menjadi perhatian pelaku pasar sejak sesi pagi.

IHSG hari ini dibuka naik tipis sebesar 7,89 poin ke posisi 8.154,60. Kenaikan awal tersebut memberi dorongan positif bagi pasar, terutama karena didukung oleh mayoritas sektor saham yang bergerak menguat. Hingga pukul 09.45 WIB, IHSG tercatat bertambah 0,32 persen ke level 8.172, sementara indeks saham LQ45 ikut naik 0,49 persen ke posisi 836.

Kinerja Indeks Dan Aktivitas Perdagangan

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 8.214,46 dan bergerak ke level terendah di 8.140,29. Data menunjukkan sebanyak 376 saham menguat dan menjadi penopang utama pergerakan indeks. Di sisi lain, terdapat 203 saham melemah dan 137 saham tercatat stagnan tanpa perubahan harga.

Aktivitas perdagangan saham berlangsung cukup ramai dengan total frekuensi transaksi mencapai 751.283 kali. Volume perdagangan tercatat sebesar 10,5 miliar saham dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 5,5 triliun. Di tengah aktivitas tersebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 16.802 per dolar, yang turut menjadi perhatian investor.

Dominasi Sektor Saham Menghijau

Mayoritas sektor saham bergerak di zona hijau dan memberikan kontribusi positif terhadap laju IHSG. Sektor energi mencatatkan kenaikan sebesar 1,19 persen dan menjadi sektor dengan penguatan terbesar pada perdagangan pagi. Sektor consumer nonsiklikal juga tampil solid dengan kenaikan 1,2 persen, diikuti sektor consumer siklikal yang bertambah 0,40 persen.

Selain itu, sektor saham kesehatan menguat tipis 0,02 persen, sektor keuangan bertambah 0,83 persen, dan sektor properti naik 0,02 persen. Sektor teknologi mencatatkan kenaikan 0,29 persen, sementara sektor transportasi menguat 0,17 persen. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang relatif positif terhadap berbagai sektor usaha.

Di sisi lain, tidak semua sektor bergerak searah. Sektor saham basic tercatat melemah 1,12 persen dan menjadi sektor dengan koreksi terbesar. Sektor industri terpangkas 0,60 persen, sektor kesehatan turun 0,02 persen, serta sektor infrastruktur melemah 0,22 persen. Tekanan pada sektor-sektor tersebut menahan laju penguatan IHSG agar tidak bergerak terlalu agresif.

Pergerakan Saham Unggulan DEWA Hingga UNVR

Beberapa saham individual mencuri perhatian pelaku pasar berkat penguatan signifikan. Saham PT Darma Henwa Tbk atau DEWA tercatat menanjak 1,98 persen ke posisi Rp 515 per saham. Saham ini dibuka stagnan di level Rp 505 per saham, dengan pergerakan harian di kisaran tertinggi Rp 525 dan terendah Rp 408 per saham.

Total frekuensi perdagangan saham DEWA mencapai 9.915 kali dengan volume transaksi sebanyak 1.957.108 saham. Nilai transaksi saham ini tercatat sebesar Rp 100,3 miliar. Kenaikan harga DEWA menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat dari investor pada awal perdagangan.

Saham lainnya yang mencatatkan penguatan adalah COIN yang naik 7,89 persen ke posisi Rp 2.120 per saham. Saham ini dibuka menguat ke level Rp 1.970 dengan pergerakan harga di kisaran Rp 1.970 hingga Rp 2.240 per saham. Volume perdagangan COIN mencapai 221.312 saham dengan nilai transaksi Rp 47,1 miliar.

Saham UNVR juga tampil solid dengan kenaikan 4,39 persen ke posisi Rp 2.150 per saham. Saham ini dibuka naik ke level Rp 2.060 dan bergerak di rentang Rp 2.040 hingga Rp 2.160 per saham. Total frekuensi perdagangan UNVR mencapai 5.596 kali dengan nilai transaksi Rp 42,2 miliar.

Top Gainers Dan Top Losers Hari Ini

Sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga signifikan dan masuk daftar top gainers. Saham KOCI melesat 29,22 persen, disusul saham CTTH yang naik 18,39 persen. Saham NZIA dan FITT masing-masing menguat 14,95 persen, sementara saham IKAN bertambah 14,85 persen.

Sebaliknya, beberapa saham harus berada di zona merah dan masuk jajaran top losers. Saham PIPA merosot 14,92 persen, saham SMIL turun 14,86 persen, dan saham PADI melemah 14,53 persen. Saham RMKO terkoreksi 14,50 persen, sedangkan saham LMPI turun 13,91 persen.

Saham Teraktif Dan Pandangan Analis

Berdasarkan nilai transaksi, saham BUMI menjadi yang teraktif dengan nilai mencapai Rp 441 miliar. Saham BBRI mencatatkan transaksi Rp 418,2 miliar, diikuti PTRO Rp 338,2 miliar, BBCA Rp 314 miliar, dan BMRI Rp 233,9 miliar. Sementara itu, dari sisi frekuensi, saham MINA dan BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan.

Head of Research PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengingatkan investor untuk bersikap wait and see. “Bila perlu hanya trading pada saham-saham fundamental bagus tanpa isu free float. Diutamakan yang punya sentimen positif earnings seasons,” ujarnya. Ia menyebutkan level resistance IHSG berada di kisaran 8.195–8.285 dengan support di area 8.080–8.000.

Untuk rekomendasi saham, Liza memilih BMRI, BTPS, TINS, dan JSMR. Investor diharapkan tetap selektif dan disiplin dalam menerapkan strategi perdagangan di tengah pergerakan pasar yang dinamis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index