Liverpool

Dominasi Liverpool Hancurkan Qarabag Enam Gol Tanpa Balas Di Anfield Liga Champions

Dominasi Liverpool Hancurkan Qarabag Enam Gol Tanpa Balas Di Anfield Liga Champions
Dominasi Liverpool Hancurkan Qarabag Enam Gol Tanpa Balas Di Anfield Liga Champions

JAKARTA - Liverpool menutup fase grup Liga Champions 2025/2026 dengan cara yang sangat meyakinkan di hadapan publik Anfield. 

Menghadapi Qarabag FK pada matchday kedelapan, Kamis, 29 Januari 2026 dini hari WIB, The Reds tampil tanpa ampun dan meraih kemenangan telak 6-0. Hasil ini menegaskan dominasi Liverpool, terutama saat bermain di kandang sendiri.

Sejak peluit awal dibunyikan, Liverpool langsung memperlihatkan intensitas tinggi yang membuat Qarabag kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan konstan, tempo cepat, serta variasi serangan menjadi kunci permainan tim asuhan Arne Slot. Meski Qarabag mencoba bertahan rapat, perbedaan kualitas terlihat jelas sepanjang pertandingan.

Kemenangan besar ini memastikan Liverpool finis di posisi ketiga grup dengan raihan 18 poin dan lolos langsung ke babak 16 besar. Di sisi lain, Qarabag tetap berada di peringkat ke-22 dengan 10 poin dan harus melanjutkan perjuangan melalui babak playoff. Anfield kembali menjadi saksi betapa berbahayanya Liverpool saat tampil percaya diri.

Tekanan Awal Menentukan Irama Laga

Liverpool membuka pertandingan dengan pendekatan menyerang tanpa kompromi. Sejumlah peluang langsung tercipta melalui Hugo Ekitike dan Mohamed Salah, meski pada awalnya penyelesaian akhir masih belum menemui sasaran. Qarabag berusaha merapatkan barisan pertahanan untuk meredam gelombang serangan tuan rumah.

Dominasi penguasaan bola membuat Liverpool leluasa mengatur ritme permainan. Lini tengah yang dikomandoi Alexis Mac Allister dan Dominik Szoboszlai terus menekan, memaksa Qarabag lebih banyak bertahan di area sendiri. Upaya tim tamu untuk keluar dari tekanan kerap terhenti sebelum memasuki sepertiga akhir lapangan.

Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-15. Alexis Mac Allister berhasil menanduk bola ke gawang Qarabag, memanfaatkan situasi di kotak penalti yang tidak terjaga dengan baik. Gol ini menjadi pemicu meningkatnya kepercayaan diri para pemain Liverpool.

Setelah unggul, The Reds semakin nyaman memainkan bola. Pergerakan tanpa bola dan pergantian posisi yang cair membuat pertahanan Qarabag mulai kehilangan organisasi.

Efektivitas Tinggi Di Babak Pertama

Keunggulan Liverpool bertambah enam menit kemudian melalui Florian Wirtz. Gelandang muda tersebut melepaskan tembakan akurat dari tepi kotak penalti yang tak mampu diantisipasi kiper Qarabag. Skor berubah menjadi 2-0, sekaligus memperlihatkan efektivitas Liverpool dalam memanfaatkan peluang.

Setelah gol kedua, Liverpool tetap menjaga intensitas serangan. Andrew Robertson sempat mendapatkan peluang dari umpan Mohamed Salah pada menit ke-36, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang. Qarabag mencoba merespons lewat serangan balik, tetapi tidak cukup tajam untuk mengancam Alisson Becker.

Menjelang akhir babak pertama, Hugo Ekitike kembali memperoleh kesempatan emas. Sayangnya, tembakannya masih melebar dan belum menambah keunggulan. Meski demikian, Liverpool tetap mengontrol penuh jalannya pertandingan.

Babak pertama ditutup dengan skor 2-0 untuk keunggulan Liverpool. Statistik menunjukkan dominasi mutlak tuan rumah, baik dari penguasaan bola maupun jumlah peluang yang tercipta.

Ledakan Gol Usai Turun Minum

Memasuki babak kedua, Liverpool tidak mengendurkan tekanan. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-50 ketika Mohamed Salah mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti. Sepakannya meluncur deras ke pojok atas gawang dan membuat skor menjadi 3-0.

Gol tersebut semakin menjatuhkan mental Qarabag. Hugo Ekitike sempat gagal memaksimalkan peluang pada menit ke-54 melalui sundulan yang meleset. Namun, tekanan Liverpool tidak pernah surut dan terus mengurung pertahanan tim tamu.

Empat menit berselang, Ekitike akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang asal Prancis itu menunjukkan ketenangan saat menyelesaikan peluang di dalam kotak penalti, mengubah skor menjadi 4-0. Anfield bergemuruh menyambut dominasi tim kesayangannya.

Liverpool bermain semakin lepas, sementara Qarabag terlihat kesulitan menjaga konsentrasi dan jarak antar lini.

Mac Allister Dan Chiesa Menyempurnakan Kemenangan

Keunggulan Liverpool bertambah menjadi 5-0 pada menit ke-61. Alexis Mac Allister kembali mencetak gol keduanya di laga ini setelah memanfaatkan bola rebound di dalam kotak penalti. Performa sang gelandang menjadi salah satu sorotan utama sepanjang pertandingan.

Setelah skor semakin menjauh, Liverpool mulai mengatur tempo namun tetap berbahaya setiap kali menyerang. Pergantian pemain tidak mengurangi kualitas permainan, justru menjaga intensitas hingga menit akhir.

Federico Chiesa melengkapi pesta gol Liverpool lewat gol di masa injury time. Gol tersebut memastikan kemenangan telak 6-0 sekaligus menutup laga dengan sempurna di hadapan pendukung setia Anfield.

Peluit panjang berbunyi dengan Liverpool berdiri sebagai pemenang mutlak. Hasil ini tidak hanya memastikan tiket ke babak 16 besar, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa Liverpool siap menjadi ancaman serius di fase gugur Liga Champions 2025/2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index