Infrastruktur

Infrastruktur Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif Nasional Dorong Kuliner Lokal Berdaya Saing Global

Infrastruktur Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif Nasional Dorong Kuliner Lokal Berdaya Saing Global
Infrastruktur Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif Nasional Dorong Kuliner Lokal Berdaya Saing Global

JAKARTA - Penguatan ekonomi kreatif nasional tidak bisa dilepaskan dari kesiapan infrastruktur yang memadai. 

Pemerintah menilai pembangunan fisik dan konektivitas wilayah menjadi fondasi penting agar ide, kreativitas, dan inovasi pelaku usaha dapat berkembang secara berkelanjutan. Tanpa dukungan infrastruktur yang kuat, potensi besar ekonomi kreatif sulit mencapai skala optimal.

Pandangan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat menghadiri Atas Langit Festival di Sentul, Jawa Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. Kehadirannya menegaskan perhatian pemerintah terhadap ruang-ruang kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di subsektor kuliner dan Food and Beverages.

Peran Infrastruktur Dorong Inovasi Ekonomi Kreatif

Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa infrastruktur memiliki peran strategis dalam mendorong perkembangan ekonomi kreatif. Infrastruktur yang baik tidak hanya mempermudah akses dan distribusi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang kondusif bagi lahirnya inovasi. Menurutnya, ekonomi kreatif membutuhkan ruang, konektivitas, dan fasilitas pendukung agar dapat tumbuh secara sehat.

Ia menyoroti subsektor kuliner dan Food and Beverages sebagai salah satu bidang dengan potensi besar. Kuliner dinilai memiliki kekuatan budaya sekaligus peluang ekonomi yang luas. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, subsektor ini dapat terus berinovasi dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

Menurut Agus, pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor industri besar, tetapi juga oleh pelaku usaha kecil dan menengah di bidang kreatif. Infrastruktur yang terintegrasi akan mempercepat arus barang, jasa, dan ide.

Ruang Kreatif Sebagai Motor Ekonomi Baru

Atas Langit Festival dinilai menjadi contoh bagaimana ruang kreatif dapat berfungsi sebagai penggerak ekonomi. Kegiatan ini menghadirkan perpaduan antara kreativitas, budaya, dan aktivitas ekonomi dalam satu ruang. Pemerintah melihat konsep seperti ini sebagai model yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Agus menilai kehadiran ruang kreatif mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal. Tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga mendorong kolaborasi antar pelaku usaha. Ruang kreatif menjadi titik temu antara ide, pasar, dan komunitas.

Dalam konteks ini, infrastruktur tidak hanya dimaknai sebagai jalan atau bangunan fisik. Lebih dari itu, infrastruktur juga mencakup ketersediaan ruang publik yang aman dan nyaman. Ruang-ruang tersebut menjadi wadah bagi pelaku kreatif untuk berekspresi dan berinovasi.

Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Pertumbuhan

Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat kemajuan ekonomi kreatif. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dinilai mampu memperluas dampak ekonomi. Dengan kolaborasi, potensi setiap subsektor dapat dimaksimalkan.

Menurutnya, kepemimpinan Menteri Ekonomi Kreatif yang menaungi 17 subsektor membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Setiap subsektor memiliki karakter dan kekuatan masing-masing. Dengan sinergi yang baik, seluruh elemen dapat bergerak maju secara bersama.

“Di bawah kepemimpinan Menteri Ekraf yang menaungi 17 subsektor, semakin banyak elemen dan pemangku kepentingan yang bergerak maju dan berkolaborasi. Kita harus bangga dengan ragam produk dan kuliner lokal yang siap mendunia,” ujar Agus. Pernyataan ini menegaskan optimisme pemerintah terhadap potensi ekonomi kreatif nasional.

Apresiasi Konsep Ruang Kreatif Berbasis Alam

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya turut memberikan apresiasi terhadap konsep Atas Langit Café and Space. Ia menilai konsep yang menyatu dengan alam memberikan nilai tambah tersendiri. Ruang kreatif seperti ini tidak hanya menjadi tempat usaha, tetapi juga ruang interaksi sosial dan budaya.

Menurut Riefky, kehadiran kafe dan ruang kreatif dapat menjadi wadah ekspresi bagi pelaku ekonomi kreatif. Selain itu, keberadaannya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Konsep yang inklusif dan terbuka dinilai relevan dengan kebutuhan generasi kreatif saat ini.

“Percayalah bahwa kafe ini tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi bisa berdampak terhadap ekonomi kreatif. Ke depan, tentu kami siap berkolaborasi mengaktivasi kafe ini untuk kegiatan workshop, pelatihan, dan kegiatan kreatif lainnya,” ujar Riefky. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung ruang kreatif.

Aktivasi Ruang Kreatif untuk Penguatan Kapasitas

Riefky menambahkan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif siap berkolaborasi untuk mengaktivasi kafe dan ruang kreatif tersebut. Aktivasi dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti workshop, pelatihan, dan program kreatif lintas komunitas. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif.

Menurutnya, penguatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku kreatif mampu bersaing. Tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga dari manajemen, pemasaran, dan inovasi. Ruang kreatif dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus jejaring bagi para pelaku usaha.

Aktivasi lintas komunitas juga dinilai penting untuk memperluas dampak ekonomi. Dengan melibatkan berbagai pihak, ruang kreatif dapat menjadi ekosistem yang hidup dan berkelanjutan. Pemerintah berharap inisiatif ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara inklusif.

Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha Berkelanjutan

Kehadiran lintas kementerian dalam kegiatan tersebut mencerminkan upaya memperkuat sinergi pemerintah. Kolaborasi antara Kemenko IPK dan Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan pendekatan terpadu dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sinergi ini diharapkan menghasilkan kebijakan yang saling mendukung.

Pemerintah menilai ekonomi kreatif sebagai sektor strategis yang mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, ruang kreatif yang aktif, dan kolaborasi lintas sektor, potensi ekonomi kreatif dapat dimaksimalkan.

Ke depan, pemerintah berharap semakin banyak ruang kreatif yang tumbuh di berbagai daerah. Ruang-ruang tersebut diharapkan menjadi pusat inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan penggerak ekonomi lokal. Dengan demikian, ekonomi kreatif dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index