Saham

Prediksi IHSG Hari Ini 20 Januari 2026 dan Saham Rekomendasi Terbaik

Prediksi IHSG Hari Ini 20 Januari 2026 dan Saham Rekomendasi Terbaik
Prediksi IHSG Hari Ini 20 Januari 2026 dan Saham Rekomendasi Terbaik

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 20 Januari 2026, diprediksi masih berada dalam tren positif. 

Pasar menunjukkan optimisme meski investor asing tetap melakukan aksi jual senilai Rp543 miliar pada perdagangan Senin, 19 Januari. Saham-saham unggulan seperti BBCA, GOTO, TLKM, ARCI, dan INDY menjadi yang paling banyak dilepas. Kondisi ini mencerminkan adanya rotasi modal sementara pasar tetap bullish.

Menurut BNI Sekuritas, IHSG berpotensi menguat sepanjang berada di atas level 9.100. Level support berada di kisaran 9.040-9.100, sedangkan resistance di 9.170-9.200. Head of Retail Research BNI, Fanny Suherman, menilai penguatan indeks masih didukung oleh sektor perbankan dan industri konsumer yang mencatat kinerja stabil. Investor perlu memperhatikan pergerakan harian untuk memanfaatkan momentum perdagangan.

Secara teknikal, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar, menyebut level resistance terdekat di 9.150-9.200 dan support di 9.025-8.975. Area kritis berada di 8.950, yang menjadi batas tren bullish. Selama IHSG bertahan di atas level tersebut, penurunan lebih dianggap sebagai pullback sehat, bukan pembalikan arah tren. Tren jangka pendek tetap menunjukkan optimisme pasar meski terdapat tekanan dari aksi jual asing.

Rekomendasi Saham Hari Ini

BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang diprediksi berpotensi memberikan return menarik. Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menjadi pilihan utama. Selain itu, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) juga masuk dalam radar investasi.

Trading idea untuk RATU adalah area beli 8.500-8.600 dengan cutloss di bawah 8.500, target 8.750-8.975. BUMI area beli 402-412, cutloss di bawah 400, target 420-450. PGAS beli 2.030-2.040, cutloss di bawah 2.000, target 2.070-2.130. CPRO area beli 74-77, cutloss di bawah 73, target 81-84. ADRO beli 2.150-2.170, cutloss di bawah 2.120, target 2.200-2.230. OASA beli 482-486, cutloss di bawah 474, target 500-510.

Investor tetap diingatkan untuk menilai risiko dan potensi return sebelum mengeksekusi transaksi. Keputusan beli atau jual sepenuhnya berada di tangan investor. Analisis teknikal dan fundamental sebaiknya dijadikan panduan utama agar strategi investasi tetap terkendali.

Sentimen Pasar dan Pengaruh Sektor

IHSG Senin, 19 Januari 2026, ditutup menguat 0,64% ke level 9.075,40. Penguatan terjadi meski investor asing menjual saham bernilai besar. Sektor keuangan, terutama bank dengan kapitalisasi besar, menjadi motor penggerak utama, diikuti sektor consumer cyclical yang mendukung kenaikan indeks. Volume transaksi harian tercatat cukup tinggi mencapai 50,6 miliar saham senilai Rp28,1 triliun.

Sentimen pasar juga dipengaruhi kondisi global dan nilai tukar Rupiah. Pelemahan Dolar AS terhadap Rupiah menambah daya tarik saham domestik. IHSG cenderung mencerminkan respons positif terhadap kebijakan fiskal dan moneter yang sedang diterapkan pemerintah. Aktivitas dividen dan valuasi emiten menjadi katalis tambahan dalam memperkuat optimisme investor.

Pergerakan saham sektor keuangan yang menembus area MA20 menjadi indikator tren jangka pendek. Munculnya katalis dividen dan valuasi murah pada bank mendorong investor untuk mengoleksi saham. Optimisme ini tetap terjaga meski terdapat aksi jual asing dan tekanan eksternal dari kondisi global yang fluktuatif.

Analisis Teknis IHSG Hari Ini

Dari sisi teknikal, IHSG berada dalam fase uptrend. Level support pertama berada di 9.040 dan support kedua di 9.025. Level resistance pertama tercatat di 9.150, dan resistance kedua di 9.200. Struktur bullish diprediksi tetap terjaga selama IHSG berada di atas 8.950, sehingga penurunan ke level support dipandang sebagai koreksi sehat dalam tren naik.

Penguatan indeks terlihat dari jumlah saham yang menguat, sebanyak 339 saham, dibandingkan 331 saham yang melemah dan 133 saham diam di tempat. Volume perdagangan yang tinggi mendukung likuiditas dan memperkuat tren bullish jangka pendek. Total frekuensi perdagangan mencapai 3,37 juta kali.

Investor yang mengikuti sinyal teknikal dapat memanfaatkan momentum ini untuk melakukan transaksi buy on dips. Pendekatan trading yang disiplin tetap diperlukan agar risiko minimal. Pergerakan IHSG dalam tren naik menunjukkan peluang menarik bagi investor jangka pendek maupun menengah.

Outlook dan Rekomendasi Strategi Investor

Secara keseluruhan, IHSG diproyeksi tetap positif di tengah tekanan global dan aksi jual investor asing. Saham-saham pilihan yang direkomendasikan memiliki prospek kenaikan harga jangka pendek. Investor disarankan mengatur portofolio dengan strategi cutloss dan target profit jelas.

Diversifikasi saham, terutama dari sektor keuangan dan energi, dapat membantu menyeimbangkan risiko. Pengawasan harian terhadap volatilitas pasar dan indikator teknikal menjadi kunci pengambilan keputusan. IHSG di level 9.100-9.200 menjadi acuan utama untuk strategi buy on dip dan take profit.

Dengan kesiapan investor dalam memantau pergerakan indeks dan memilih saham unggulan, IHSG diprediksi mampu mempertahankan tren bullish. Strategi yang disiplin dan pemilihan saham berkinerja baik akan menjadi kunci keberhasilan investasi pada perdagangan saham Selasa, 20 Januari 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index