Penyeberangan

Cuaca Laut Membaik, Penyeberangan Jangkar Sumenep Normal Kembali Layani Penumpang

Cuaca Laut Membaik, Penyeberangan Jangkar Sumenep Normal Kembali Layani Penumpang
Cuaca Laut Membaik, Penyeberangan Jangkar Sumenep Normal Kembali Layani Penumpang

JAKARTA - Setelah sepekan aktivitas pelayaran terhenti akibat cuaca buruk, jalur penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo menuju wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep kembali beroperasi. 

Membaiknya kondisi cuaca di perairan Madura menjadi angin segar bagi ratusan penumpang yang sempat tertahan. Otoritas pelabuhan memastikan pembukaan kembali pelayaran dilakukan setelah mempertimbangkan faktor keselamatan secara menyeluruh.

Keputusan dibukanya kembali jalur penyeberangan ini disambut antusias masyarakat, terutama warga kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut. Selama penundaan berlangsung, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga mengalami keterbatasan. Kini, dengan cuaca yang lebih bersahabat, pelayanan kembali dijalankan secara bertahap sesuai jadwal dan prosedur keselamatan yang berlaku.

Cuaca membaik jadi dasar pembukaan pelayaran

Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo di bawah Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Timur menyatakan bahwa kondisi cuaca di perairan Kabupaten Sumenep sudah mulai stabil. Gelombang tinggi dan angin kencang yang sebelumnya menjadi kendala utama kini berangsur mereda, sehingga kapal kembali diizinkan berlayar.

Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo, Abdul Hamid, menjelaskan bahwa keputusan membuka kembali lintasan Situbondo–Madura diambil setelah pemantauan intensif terhadap kondisi laut. “Mulai hari ini aktivitas pelayaran di penyeberangan Pelabuhan Jangkar ke beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, karena cuaca sudah mulai membaik,” kata Hamid, Sabtu (17/1).

KMP Dharma Kartika kembali melayani rute kepulauan

Salah satu kapal yang kembali beroperasi adalah KMP Dharma Kartika. Kapal ini sebelumnya tertahan di Pelabuhan Jangkar sejak 10 Januari 2026 akibat cuaca ekstrem di perairan Sumenep. Setelah mendapat izin berlayar, kapal tersebut akhirnya bertolak menuju Pulau Raas pada Sabtu pagi.

Sekitar pukul 08.50 WIB, KMP Dharma Kartika meninggalkan Pelabuhan Jangkar dengan membawa 222 penumpang. Dari jumlah tersebut, terdapat 10 penumpang balita yang ikut dalam pelayaran. Pihak pelabuhan memastikan seluruh penumpang telah melalui proses pemeriksaan dan kapal dinyatakan laik laut sebelum keberangkatan.

KMP Munggiyango Hulalo ikut diberangkatkan

Selain KMP Dharma Kartika, kapal lain yang kembali melayani penumpang adalah KMP Munggiyango Hulalo. Kapal dengan rute Jangkar–Kalianget ini mendapatkan izin berlayar pada hari yang sama setelah kondisi perairan dinilai aman.

Pada pukul 10.18 WIB, KMP Munggiyango Hulalo bertolak dari Pelabuhan Jangkar dengan mengangkut 69 penumpang, termasuk tiga balita. Keberangkatan kapal ini menjadi bagian dari upaya normalisasi layanan penyeberangan yang sempat terganggu selama beberapa hari akibat cuaca buruk.

Pelayaran logistik ke Lombok juga kembali berjalan

Tak hanya rute menuju kepulauan Madura, jalur penyeberangan dari Jangkar ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, juga kembali dibuka. KMP Trimas Laila menjadi kapal yang melayani rute tersebut setelah sebelumnya tertahan akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Abdul Hamid menyampaikan bahwa KMP Trimas Laila bertolak pada pukul 15.28 WIB. Kapal tersebut membawa 36 orang penumpang serta sejumlah truk logistik. Keberangkatan ini dinilai penting karena berhubungan langsung dengan distribusi barang dan kebutuhan pokok antarwilayah.

KMP Wicitra Dharma I tiba setelah tertahan sepekan

Sementara itu, KMP Wicitra Dharma I yang sempat tertahan di Pulau Sapudi selama sepekan juga akhirnya dapat berlayar. Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Jangkar sekitar pukul 17.05 WIB setelah mendapatkan izin berlayar seiring membaiknya kondisi cuaca.

“Untuk KMP Wicitra Dharma I tiba di Pelabuhan Jangkar sekitar pukul 17.05 WIB dan membawa 133 orang penumpang termasuk lima penumpang balita,” ujar Hamid. Kedatangan kapal ini sekaligus menandai berakhirnya penumpukan penumpang yang sebelumnya terhambat akibat penundaan pelayaran.

Keselamatan tetap jadi prioritas utama

Meski cuaca mulai membaik dan aktivitas pelayaran kembali dibuka, pihak pelabuhan menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Setiap keberangkatan kapal dilakukan berdasarkan hasil pemantauan cuaca terkini serta koordinasi dengan pihak terkait.

Penumpang juga diimbau untuk tetap mengikuti arahan petugas, mematuhi aturan keselamatan selama pelayaran, dan memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Dengan kondisi yang berangsur normal, diharapkan aktivitas penyeberangan dapat kembali berjalan lancar dan mendukung mobilitas serta perekonomian masyarakat kepulauan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index