BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:26:51 WIB
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat akan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di berbagai wilayah Indonesia. 

Peringatan ini berlaku untuk periode 10–16 Maret 2026 dan mencakup wilayah yang tersebar dari Sumatera hingga Papua.

Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang masih cukup aktif, memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah. Hujan lebat bahkan telah terjadi pada awal bulan Maret, terutama pada 6–9 Maret 2026, dengan curah hujan sangat tinggi di beberapa wilayah seperti Banten dan Jakarta Timur.

BMKG mencatat curah hujan sangat lebat mencapai 141,8 mm per hari di Banten dan 123,4 mm per hari di Jakarta Timur. Wilayah lain seperti Sulawesi Selatan, Bengkulu, Jambi, Sumatera Utara, dan Jawa Timur juga mengalami hujan lebat. Fenomena ini dipengaruhi oleh penguatan angin muson Asia yang membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia.

Pengaruh Monsun Asia terhadap Curah Hujan

Tingginya intensitas hujan terutama di bagian selatan Indonesia terkait dengan penguatan Monsun Asia. Aliran angin dari Laut Cina Selatan menuju selatan, melewati Selat Karimata hingga Jawa, memicu pembentukan awan hujan konvektif.

Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintas di beberapa wilayah Indonesia meningkatkan anomali angin baratan. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama di Jawa bagian barat yang mengalami kelembapan tinggi dan labilitas atmosfer.

Fenomena MJO diprakirakan bergeser ke fase 6 dan 7 di kawasan Pasifik Barat pada sepekan mendatang, sehingga pembentukan awan hujan diperkirakan lebih dominan terjadi di Indonesia bagian timur. Aktivitas gelombang atmosfer lain seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprediksi aktif di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Bibit Siklon Tropis 95W Picu Daerah Konvergensi

BMKG juga memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 95W di Samudera Pasifik utara Papua. Sistem ini berpotensi memicu terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan angin yang meningkatkan potensi hujan.

“Bibit siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Pulau Halmahera hingga utara Papua Barat,” tulis BMKG. Fenomena ini menjadi salah satu faktor penting yang dapat memperkuat curah hujan di wilayah timur Indonesia.

Perkiraan Hujan Hingga Intensitas Lebat

Untuk periode 10–12 Maret 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan. Potensi angin kencang tercatat di Banten, Jawa Timur, Maluku, dan Sulawesi Selatan.

Memasuki periode 13–16 Maret 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat dan Pemangku Kepentingan

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Peringatan ini penting bagi daerah yang rawan terdampak hujan lebat.

Masyarakat disarankan memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Informasi dini ini diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat, termasuk persiapan perjalanan dan aktivitas di luar rumah.

Persiapan Menghadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Penanganan drainase, pemangkasan pohon rawan tumbang, serta penyiapan shelter darurat menjadi langkah penting dalam mitigasi risiko.

Selain itu, sektor transportasi dan logistik juga perlu memperhatikan prakiraan cuaca. Hujan lebat dan angin kencang dapat mempengaruhi jadwal penerbangan, pelayaran, dan jalur darat. Dengan pemantauan rutin dan kesiapsiagaan, dampak hujan lebat dapat diminimalkan bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak meremehkan potensi hujan lebat, terutama bagi daerah yang memiliki riwayat banjir atau longsor. Informasi BMKG menjadi acuan penting agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman selama periode potensi cuaca ekstrem ini.

Terkini