Cek Harga Pangan Terbaru, Polda Metro Jaya Temukan Beberapa Komoditas Mahal

Kamis, 05 Maret 2026 | 12:31:13 WIB
Cek Harga Pangan Terbaru, Polda Metro Jaya Temukan Beberapa Komoditas Mahal

JAKARTA - Polda Metro Jaya kembali melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting di wilayah Jakarta Barat. 

Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Fitri, sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan komoditas pokok.

Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melalui Satgas Sapu Bersih (Saber) meninjau pasar Kopro pada Rabu. Hasil lapangan menunjukkan beberapa komoditas masih dijual di atas harga acuan pemerintah, meski stok secara umum tercukupi.

Beberapa komoditas yang terpantau harganya tinggi adalah cabai rawit merah sekitar Rp140.000 per kilogram, bawang merah Rp52.000 per kilogram, telur ayam Rp32.000 per kilogram, dan daging sapi Rp150.000 per kilogram. Temuan ini menjadi perhatian bagi aparat pengawas agar tidak terjadi spekulasi harga.

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Ardilla Amry, menegaskan monitoring akan terus dilakukan secara berkala. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan tetap aman untuk masyarakat.

Tindakan Tegas terhadap Pedagang dan Distributor

Menindaklanjuti hasil pemantauan, petugas memberikan teguran kepada pedagang yang menjual komoditas di atas harga acuan. Petugas juga mengingatkan pedagang dan distributor untuk tidak melakukan praktik penimbunan atau bermain harga yang merugikan konsumen.

“Kami mengingatkan para pedagang maupun distributor agar tidak melakukan praktik penimbunan atau memainkan harga, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri,” jelas Ardilla. Langkah ini diambil sebagai antisipasi agar lonjakan harga tidak memberatkan masyarakat.

Upaya pengawasan semacam ini menjadi bagian dari mekanisme perlindungan konsumen sekaligus menjaga pasar agar tetap transparan dan terkontrol. Dengan pengawasan ketat, potensi spekulasi harga bisa diminimalkan.

Operasi Pasar Rangkaian Safari Ramadan di Kaltim

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, merangkai kegiatan Safari Ramadan dengan operasi pasar. Kegiatan ini bertujuan menekan kenaikan harga pangan selama bulan puasa hingga Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Penajam Paser Utara, Margono Hadisusanto, menjelaskan operasi pasar bekerja sama dengan Bulog, asosiasi pedagang lokal, dan distributor. Bahan pangan seperti beras, gula pasir, telur, dan minyak goreng dijual dengan harga lebih rendah dari pasar umum.

Operasi pasar dilakukan di beberapa kecamatan, antara lain Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Safari Ramadan yang dijadwalkan pemerintah kabupaten, dimulai di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku pada 26 Februari 2026.

Harga Beras, Minyak, dan Telur Masih Stabil

Meski ada komoditas yang naik, seperti daging sapi dan cabai, secara keseluruhan harga bahan pangan utama relatif terjaga. Beras, minyak goreng, garam, gula, daging ayam, ikan, telur, susu, bawang merah, bawang putih, serta kedelai masih tersedia dengan harga stabil di pasaran.

Daging sapi mengalami kenaikan dari Rp135.000 per kilogram menjadi Rp150.000 per kilogram, sementara cabai naik dari Rp30.000 menjadi Rp80.000 per kilogram. Kenaikan ini dinilai wajar mengingat permintaan yang meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Stabilitas harga pangan penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Operasi pasar dan pengawasan oleh aparat menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengendalikan fluktuasi harga di pasar.

Pemantauan Nasional oleh Mendag RI

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menekankan bahwa pemerintah terus memantau harga dan pasokan bahan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Selain itu, pengecekan langsung ke beberapa daerah juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi.

“Menjelang Lebaran, kami terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok melalui SP2KP dan pengecekan langsung,” ujar Budi saat konferensi pers di Stasiun Gambir, Selasa (24/2/2026). Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak terkena dampak lonjakan harga.

Pemantauan menyeluruh ini memastikan mekanisme distribusi pangan berjalan lancar, stok aman, dan harga tetap berada pada level yang wajar. Dengan koordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan distributor, kestabilan pangan nasional dapat terjaga.

Upaya Berkelanjutan Menjaga Kestabilan Harga Pangan

Monitoring harga dan operasi pasar merupakan langkah proaktif pemerintah menghadapi permintaan yang meningkat di momen Ramadan dan Idul Fitri. Pemerintah menekankan perlunya kerja sama seluruh pihak, mulai dari pedagang hingga distributor, untuk menjaga keseimbangan pasar.

Dengan strategi pengawasan, pemberian teguran, dan operasi pasar, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga wajar. Stabilitas harga ini juga diharapkan bisa mengurangi tekanan inflasi serta menjaga daya beli konsumen.

Upaya berkelanjutan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok. Sehingga, masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa khawatir akan lonjakan harga yang merugikan.

Terkini