JAKARTA - Atmosfer panas menyelimuti Stadio Olimpico ketika dua raksasa Italia saling berhadapan dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026.
Pertemuan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan benturan dua tim yang sama-sama memburu tiket kompetisi Eropa musim depan.
Sejak peluit awal dibunyikan, tempo permainan langsung tinggi dan sarat tensi. Kedua kubu tampil terbuka, saling menekan, dan tak ragu mengambil risiko demi mengamankan tiga poin krusial di pekan ke-27.
Laga pekan ke-27 Serie A 2025/2026 antara AS Roma dan Juventus berakhir dengan skor dramatis 3-3 di Stadio Olimpico, Senin. Pertemuan dua tim yang bersaing ketat di jalur Eropa ini menjadi tontonan mendebarkan dari awal hingga akhir.
Roma sempat menguasai jalannya pertandingan lewat gol-gol Wesley Franca, Evan Ndicka, dan Donyell Malen. Namun Juventus pantang menyerah dan selalu menemukan jawaban melalui Francisco Conceicao, Jeremie Boga, serta gol penyeimbang dramatis Federico Gatti di masa tambahan waktu.
Hasil seri ini tidak menggeser posisi kedua tim di klasemen. Roma bertahan di peringkat keempat dengan 51 poin, sementara Juventus tetap di posisi keenam dengan 47 poin.
Roma menekan sejak menit awal
Roma langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak menit-menit awal. Tembakan Niccolo Pisilli pada menit ketiga mampu ditepis Mattia Perin, dan Lorenzo Pellegrini pun gagal memanfaatkan bola rebound dari jarak dekat.
Tekanan beruntun tersebut memperlihatkan niat tuan rumah untuk menguasai permainan. Dukungan publik Olimpico semakin membakar semangat para pemain Roma untuk tampil agresif.
Juventus mencoba menyeimbangkan permainan melalui pergerakan Kenan Yildiz di antara lini pertahanan Roma. Peluang terbaik hadir pada menit ke-12, tetapi sepakan Yildiz dari luar kotak penalti masih melambung melewati mistar.
Meski ditekan, Juventus tetap berusaha keluar dari tekanan lewat serangan balik cepat. Pola permainan ini beberapa kali merepotkan barisan belakang Roma.
Tekanan Roma kian intens dengan Donyell Malen sebagai ancaman utama. Pada menit ke-24, Malen mendapat ruang di kotak penalti namun Perin tampil heroik dengan penyelamatan di tiang dekat.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-39. Umpan terobosan Pisilli dimaksimalkan Wesley Franca yang memotong ke dalam dan melepaskan tembakan melengkung ke pojok atas gawang, membawa Roma unggul 1-0.
Setelah gol tersebut, Roma tetap mengendalikan permainan dengan disiplin. Juventus kesulitan menciptakan ancaman berarti hingga wasit meniup peluit jeda.
Reaksi cepat Juventus selepas jeda
Juventus langsung bereaksi setelah restart dan menyamakan kedudukan hanya dua menit berselang. Tendangan bebas Teun Koopmeiners tidak mampu dibersihkan sempurna oleh barisan belakang Roma, dan Francisco Conceicao menyambar bola jatuh itu dengan keras ke bawah mistar untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol cepat tersebut mengubah dinamika pertandingan secara drastis. Juventus kembali percaya diri dan mulai berani menekan pertahanan Roma.
Roma kembali merebut keunggulan pada menit ke-54 lewat situasi bola mati. Umpan pendek Pellegrini dari sepak pojok berakhir dengan penyelesaian Evan Ndicka dari jarak dekat, membawa skor menjadi 2-1.
Momentum Roma terus mengalir pada menit ke-65. Umpan terukur Manu Kone dari lini belakang membuka celah bagi Malen, yang dengan tenang mencungkil bola melewati Perin untuk memperlebar keunggulan menjadi 3-1.
Keunggulan dua gol itu sempat membuat publik tuan rumah optimistis. Roma terlihat berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiga poin penting.
Drama enam gol hingga menit akhir
Juventus tidak mau menyerah begitu saja dan memperkecil ketertinggalan pada menit ke-78. Crossing Edon Zhegrova disambut Jeremie Boga dengan sepakan voli yang menghujam tajam ke gawang Mile Svilar.
Gol tersebut kembali memanaskan laga di sisa waktu pertandingan. Intensitas duel meningkat dengan kedua tim saling menekan tanpa kompromi.
Drama sesungguhnya baru tersaji di masa injury time ketika Roma tampak hampir mengamankan tiga poin. Tendangan bebas dari sisi kanan disambar Federico Gatti pada menit ke-90+3, memaksa Svilar memungut bola dari gawangnya dan memastikan skor akhir 3-3.
Gol penyeimbang di detik-detik akhir itu menjadi pukulan telak bagi Roma. Di sisi lain, Juventus merayakan satu poin layaknya kemenangan berkat semangat pantang menyerah mereka.
Susunan pemain kedua tim
ROMA (3-4-2-1): Mile Svilar; Devyne Rensch, Gianluca Mancini, Evan Ndicka; Zeki Celik, Bryan Cristante, Manu Kone, Wesley; Niccolo Pisilli, Lorenzo Pellegrini; Donyell Malen.
JUVENTUS (4-2-3-1): Mattia Perin; Pierre Kalulu, Bremer, Lloyd Kelly, Andrea Cambiaso; Khephren Thuram, Teun Koopmeiners; Francisco Conceicao, Weston McKennie, Kenan Yildiz; Jonathan David.