BMKG Peringatkan 11 Wilayah Siaga Hujan Lebat Indonesia Hari Ini

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:14:37 WIB
BMKG Peringatkan 11 Wilayah Siaga Hujan Lebat Indonesia Hari Ini

JAKARTA - Cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian nasional menjelang akhir Februari 2026. 

Perubahan dinamika atmosfer yang terpantau dalam beberapa hari terakhir mendorong peningkatan kewaspadaan. Sejumlah wilayah diprediksi menghadapi curah hujan tinggi dengan intensitas signifikan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan masyarakat di berbagai daerah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan pada Kamis. Lembaga ini mendeteksi potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang akan melanda 11 wilayah di Indonesia akibat dinamika atmosfer. Informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari peringatan dini cuaca. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko dampak hidrometeorologi.

Prakirawan BMKG, Puji Sibuea, memaparkan kombinasi sistem cuaca memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah provinsi. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi peningkatan intensitas hujan. Menurutnya, kondisi atmosfer saat ini mendukung pembentukan awan konvektif. Situasi tersebut berpotensi memicu hujan dalam durasi cukup lama.

"Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di (berbagai) wilayah," ujar Puji dalam siaran BMKG. Pernyataan itu menegaskan urgensi mitigasi di tingkat daerah. Peringatan dini ini berlaku untuk wilayah bagian barat hingga timur Indonesia. Artinya, cakupan dampak diperkirakan cukup luas.

Dinamika Atmosfer Pemicu Hujan Lebat

Peningkatan intensitas hujan ini merupakan imbas dari pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi. Kedua fenomena tersebut mendorong penumpukan massa udara basah di satu wilayah. Akibatnya, awan hujan tumbuh lebih cepat dan lebih tebal. Kondisi ini meningkatkan peluang hujan dengan intensitas tinggi.

Puji menjelaskan, BMKG memantau tekanan rendah di Samudra Hindia Barat Daya Lampung. Area tekanan rendah itu berperan dalam menarik massa udara dari sekitarnya. Pergerakan udara yang terkonsentrasi memicu pembentukan awan hujan. Situasi ini menjadi salah satu faktor utama peningkatan curah hujan.

Kondisi ini muncul bersamaan dengan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Barat Australia bagian utara serta Laut Natuna Utara. Kombinasi sistem tersebut memperkuat dinamika atmosfer di wilayah Indonesia. Interaksi antarsistem cuaca itu berdampak langsung pada pola hujan. Dampaknya dirasakan di sejumlah provinsi yang masuk kategori siaga.

Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat

Berdasarkan data BMKG, sistem cuaca berdampak langsung pada 11 wilayah. Status siaga diberikan sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap potensi hujan lebat. Wilayah terdampak tersebar dari Pulau Jawa hingga Papua. Pemerintah daerah diharapkan turut mengantisipasi kemungkinan bencana.

Berikut daftar provinsi yang berstatus siaga: Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Selain itu, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT) juga masuk dalam daftar. Wilayah Indonesia timur pun tak luput dari peringatan. Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan turut berstatus siaga.

Penetapan wilayah tersebut mempertimbangkan analisis dinamika atmosfer terkini. Curah hujan tinggi berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir di beberapa daerah. Masyarakat diimbau memantau informasi cuaca secara berkala. Kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk menjadi langkah preventif penting.

Prakiraan Cuaca Kota Besar

Selain merilis daftar wilayah siaga, BMKG juga memetakan potensi cuaca harian untuk kota-kota besar. Informasi ini membantu masyarakat merencanakan aktivitas dengan lebih aman. Setiap kota memiliki potensi cuaca berbeda sesuai kondisi regional. Pembaruan prakiraan dilakukan secara berkala.

BMKG mengimbau warga di Aceh, Jambi, Bengkulu, dan Denpasar untuk mengantisipasi potensi hujan disertai petir. Hujan petir biasanya disertai angin kencang berdurasi singkat. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas luar ruangan. Warga diminta berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang.

Sementara itu, hujan intensitas sedang berpeluang mengguyur Makassar, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke. Intensitas sedang tetap perlu diwaspadai terutama di wilayah rawan longsor. Curah hujan konsisten dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah. Pengawasan di daerah perbukitan menjadi penting.

BMKG memprediksi hujan ringan turun di sebagian besar Sumatera, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palangkaraya, Tanjung Selor, Mataram, Kupang, Kendari, Mamuju, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Jayapura. Hujan ringan umumnya tidak berlangsung lama. Meski demikian, kondisi jalan licin tetap perlu diantisipasi. Pengendara diminta menjaga jarak aman.

Sebaliknya, masyarakat di Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Palu, dan Gorontalo mendapati prakiraan cuaca berawan hingga berawan tebal. Langit mendung dapat menjadi indikasi potensi hujan berikutnya. Perubahan cuaca bisa terjadi secara cepat. Karena itu, pemantauan informasi resmi tetap diperlukan.

Imbauan Kesiapsiagaan Masyarakat

Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Informasi ini membantu meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem. Koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Upaya mitigasi harus dilakukan sejak dini.

Dengan dinamika atmosfer yang masih aktif, potensi hujan lebat dapat berlanjut. Masyarakat di wilayah siaga diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Memastikan saluran air berfungsi baik menjadi langkah sederhana namun efektif. Kesiapan bersama menjadi kunci menghadapi cuaca ekstrem hari ini.

Terkini