Rekomendasi Saham dan IHSG Menguat ke 8.322,22 Hari Ini

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:16:27 WIB
Rekomendasi Saham dan IHSG Menguat ke 8.322,22 Hari Ini

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menjadi perhatian investor menjelang akhir Februari 2026. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan pada penutupan perdagangan terakhir. Sentimen global dan kebijakan domestik turut memberi warna terhadap dinamika bursa.

IHSG ditutup menguat 0,50% atau 41,39 poin ke level 8.322,22 pada perdagangan Rabu. Berdasarkan data RTI Infokom, sebanyak 336 saham menguat, 335 saham melemah, dan 146 saham stagnan. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada kisaran 8.259-8.373.

Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp14.940 triliun. Angka tersebut mencerminkan nilai keseluruhan emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Fluktuasi indeks masih berada dalam rentang yang relatif terkendali.

Pergerakan yang variatif ini menunjukkan keseimbangan antara saham yang naik dan turun. Investor tetap mencermati sentimen eksternal dan domestik. Dinamika tersebut turut memengaruhi rekomendasi saham hari ini.

Saham-Saham yang Menguat Signifikan

Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) tercatat menguat kemarin, dengan naik 17,78% ke level Rp318 per saham. Kenaikan ini menjadi salah satu yang paling menonjol pada sesi perdagangan Rabu. Pergerakan BIPI menarik perhatian pelaku pasar.

Demikian juga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguat 2,58% ke level Rp3.970 per saham. Penguatan BBRI turut menopang indeks secara keseluruhan. Saham perbankan masih menjadi motor penggerak IHSG.

Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menguat 16,5% ke level Rp12.000 per saham. Kinerja ini memperlihatkan minat beli yang cukup kuat. Pergerakan signifikan terjadi di tengah sentimen positif pasar.

Saham-saham lain yang juga naik pada perdagangan kemarin adalah PTRO menguat 1,88% ke level Rp6.775, saham ANTM naik 1,83% ke level Rp4.460, dan saham TINS menguat 4,58% ke level Rp4.340 per saham. Kenaikan tersebut memperlihatkan distribusi penguatan di berbagai sektor. Investor mencermati peluang dari pergerakan tersebut.

Sentimen Global dan Kebijakan The Fed

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan dari eksternal bursa regional Asia menguat. Penguatan ini mengikuti tren positif Wall Street. Sentimen dipicu mulai meredanya spekulasi negatif pasar terhadap dampak disrupsi AI.

Di sisi lain, pejabat The Fed memberikan pandangan terkait kebijakan moneter. Gubernur Lisa Cook menyoroti risiko kenaikan tingkat pengangguran akibat adopsi teknologi ini. Sementara Gubernur Fed Christopher Waller cenderung optimistis dan menilai dampaknya tidak akan memberikan guncangan signifikan terhadap pasar tenaga kerja.

Perbedaan pandangan tersebut tetap menjadi perhatian investor global. Kebijakan suku bunga dan kondisi tenaga kerja AS masih menjadi faktor kunci. Pasar menunggu arah kebijakan lanjutan dari bank sentral Amerika Serikat.

Selanjutnya, perhatian pasar tertuju pada pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung kemarin. Investor menantikan petunjuk kebijakan lebih lanjut. Pernyataan resmi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arah pasar global.

Kebijakan Likuiditas dan Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa akan memperpanjang masa penempatan dana Rp200 triliun di bank. Semula jatuh tempo 13 Maret 2026 menjadi September 2026. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Purbaya menyampaikan akan memperpanjang suntikan likuiditas ke bank selama enam bulan lagi. Langkah tersebut dilakukan dengan dukungan bank sentral. Tujuannya untuk menjaga stabilitas keuangan menjelang perayaan Idul Fitri.

Di sisi lain perpanjangan tersebut memberikan sentimen positif akan kondisi likuiditas perbankan terjaga. Hal tersebut meningkatkan penetrasi perbankan ke pasar keuangan. Likuiditas dinilai tetap berada dalam kondisi baik.

Kebijakan ini dipandang sebagai penopang sektor keuangan domestik. Stabilitas likuiditas menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar. Investor domestik mencermati dampaknya terhadap saham perbankan.

Pergerakan Awal IHSG Pagi Ini

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik tipis 0,01% atau 0,68 poin ke level 8.322,91 hingga pukul 09.02 WIB. Pergerakan ini menunjukkan pembukaan yang relatif stabil. Pasar masih dalam fase penyesuaian awal.

Hari ini, IHSG bergerak pada level terendah 8.314,48 dan sempat ke posisi tertingginya di 8.358,95. Rentang pergerakan tersebut mencerminkan volatilitas intraday. Investor memanfaatkan momentum pergerakan jangka pendek.

Tercatat, sebanyak 263 saham menguat, lalu 174 saham terkoreksi, dan 224 saham stagnan. Komposisi ini menunjukkan dominasi tipis saham yang bergerak naik. Aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif sejak pembukaan.

Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp14.943,85 triliun. Nilai ini sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya. Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Terkini