Harga Batu Bara ICE Newcastle Naik 2 Hari Beruntun Tipis

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:13:53 WIB
Harga Batu Bara ICE Newcastle Naik 2 Hari Beruntun Tipis

JAKARTA - Pergerakan harga komoditas energi kembali menunjukkan dinamika menarik pada awal pekan ini. 

Batu bara yang menjadi salah satu andalan sektor energi global mencatat kenaikan dalam dua hari terakhir perdagangan. Meski penguatannya tidak terlalu besar, tren positif tersebut tetap menjadi perhatian pelaku pasar. Kenaikan ini terjadi di tengah berbagai sentimen global yang mendukung permintaan energi berbasis fosil.

Pada Senin 23 Februari 2026, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 116,5 per ton. Naik 0,26% dibandingkan hari sebelumnya. Dengan capaian tersebut, harga batu bara sudah naik dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga menguat terbatas 0,3% secara point to point.

Kenaikan ini memang tidak tergolong signifikan, namun cukup untuk menjaga posisi harga tetap stabil di area tinggi. Harga batu bara masih dekat dengan level US$ 117 per ton, yang merupakan rekor tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir. Kedekatan dengan level tersebut menunjukkan adanya sentimen positif yang menopang pergerakan. Pelaku pasar pun mencermati apakah tren ini dapat berlanjut.

Sentimen positif sedang menaungi bahan bakar fosil ini seiring adanya kebijakan dari sejumlah negara besar. Permintaan terhadap energi berbasis batu bara diperkirakan tetap kuat dalam waktu dekat. Hal ini dipicu oleh kebutuhan listrik yang terus meningkat. Kebijakan pemerintah di beberapa negara turut memperkuat prospek tersebut.

Sentimen Dari China Dan Amerika Serikat

Di China, pemerintahan Presiden Xi Jinping menyetujui penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap baru sebanyak 78 gigawatt sepanjang 2025. Ini adalah kenaikan tahunan tertinggi dalam satu dekade terakhir. Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa batu bara masih menjadi tulang punggung penyediaan listrik. Tambahan kapasitas besar ini berpotensi meningkatkan kebutuhan pasokan batu bara.

Langkah China tersebut dinilai sebagai dorongan kuat bagi stabilitas harga komoditas energi. Permintaan dari negara dengan konsumsi energi terbesar dunia tentu memiliki dampak signifikan. Pasar merespons kebijakan itu dengan sentimen positif. Harapan terhadap peningkatan serapan batu bara pun semakin menguat.

Sementara di Amerika Serikat, pemerintahan Presiden Donald Trump mengalokasikan US$ 175 juta untuk pendanaan modernisasi enam PLTU. Trump juga menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk membeli listrik dari berbagai PLTU lainnya. Kebijakan ini menunjukkan dukungan terhadap pembangkit berbasis batu bara. Langkah tersebut ikut memperkuat optimisme pasar.

Berbagai kabar itu menjadi angin segar bagi batu bara. Sepanjang 2026 secara year to date, harga batu bara naik 8,37%. Kenaikan kumulatif ini mencerminkan adanya tren penguatan sejak awal tahun. Pelaku pasar kini memantau apakah momentum ini dapat terus terjaga.

Analisis Teknikal Pergerakan Harga

Lalu bagaimana proyeksi harga batu bara untuk hari ini, Selasa 24 Februari 2026. Apakah akan terjadi kenaikan tiga hari berturut turut. Secara teknikal dengan perspektif harian atau daily time frame, batu bara nyaman di zona bullish. Indikator teknikal menunjukkan kecenderungan positif.

Terbukti dengan Relative Strength Index 14 hari yang sebesar 64. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Angka tersebut mengindikasikan tekanan beli masih dominan. Selama RSI bertahan di atas level tersebut, tren naik dinilai masih terjaga.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 2. Jauh di bawah 20, yang berarti sudah sangat jenuh jual atau oversold. Kondisi ini biasanya membuka peluang terjadinya rebound. Namun pergerakan tetap bergantung pada sentimen lanjutan di pasar global.

Target Support Dan Resisten

Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara sepertinya masih akan bergerak terbatas. Target support terdekat ada di US$ 114 per ton. Jika tertembus, maka harga komoditas ini bisa mengetes rentang US$ 110 sampai 108 per ton. Area tersebut menjadi batas bawah yang perlu dicermati pelaku pasar.

Adapun target resisten terdekat adalah US$ 118 per ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga batu bara ke level US$ 120 sampai 122 per ton. Jika mampu menembus area tersebut, peluang melanjutkan tren kenaikan semakin terbuka. Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi dinamika permintaan global.

Secara keseluruhan, harga batu bara memang baru mencatat kenaikan tipis dalam dua hari terakhir. Namun posisinya yang masih dekat dengan level tertinggi setahun menunjukkan fondasi yang cukup kuat. Sentimen dari China dan Amerika Serikat menjadi faktor utama penopang harga. Pelaku pasar kini menanti apakah tren positif ini mampu berlanjut pada perdagangan berikutnya.

Terkini