Batu Bara

Target Harga Batu Bara Pekan Ini Usai Koreksi Mingguan Tipis

Target Harga Batu Bara Pekan Ini Usai Koreksi Mingguan Tipis
Target Harga Batu Bara Pekan Ini Usai Koreksi Mingguan Tipis

JAKARTA - Pergerakan harga batu bara dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan dinamika yang relatif terbatas. 

Setelah sempat mengalami tekanan, komoditas energi ini mencoba bertahan di area tinggi. Pelaku pasar kini menanti arah baru yang lebih tegas pada perdagangan pekan ini. Apakah batu bara mampu melanjutkan tren positif atau justru kembali terkoreksi menjadi perhatian utama.

Harga batu bara tidak banyak bergerak pada perdagangan pekan lalu. Bagaimana proyeksi gerak harga si batu hitam minggu ini. Pada Jumat 20 Februari 2026, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 116,2 per ton. Naik tipis 0,04% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan ini datang usai harga komoditas tersebut turun dua hari beruntun. Dalam dua hari itu, harga terpotong 0,77%. Artinya, penguatan di akhir pekan belum sepenuhnya menghapus tekanan sebelumnya. Pasar masih bergerak dalam rentang yang relatif sempit.

Namun secara mingguan, harga batu bara masih membukukan koreksi 0,43% secara point to point. Meski terkoreksi, posisinya tetap berada dekat level tinggi. Harga batu bara masih dekat dengan level US$ 117 per ton, yang merupakan rekor tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir. Sentimen positif sedang menaungi bahan bakar fosil ini.

Sentimen Global Penopang Harga

Dukungan terhadap harga batu bara datang dari sejumlah kebijakan di negara besar. Di China, pemerintahan Presiden Xi Jinping menyetujui penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap baru sebanyak 78 gigawatt sepanjang 2025. Ini adalah kenaikan tahunan tertinggi dalam satu dekade terakhir. Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa batu bara masih memegang peran penting dalam bauran energi.

Tambahan kapasitas pembangkit berbasis batu bara di China diperkirakan meningkatkan kebutuhan pasokan. Permintaan yang kuat dari negara dengan konsumsi energi terbesar dunia menjadi faktor krusial. Hal ini memberikan landasan optimisme bagi pelaku pasar. Sentimen tersebut membantu menjaga harga tetap stabil di area tinggi.

Sementara di Amerika Serikat, pemerintahan Presiden Donald Trump mengalokasikan US$ 175 juta untuk pendanaan modernisasi enam PLTU. Trump juga menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk membeli listrik dari berbagai PLTU lainnya. Kebijakan ini menjadi sinyal dukungan terhadap pembangkit listrik tenaga uap. Dampaknya turut memperkuat ekspektasi permintaan batu bara.

Berbagai kabar itu menjadi angin segar bagi batu bara. Sepanjang 2026 secara year to date, harga batu bara naik 8,09%. Kenaikan tersebut mencerminkan tren penguatan sejak awal tahun. Meskipun terjadi koreksi mingguan, sentimen jangka menengah masih cenderung positif.

Analisis Teknikal Pekan Ini

Lalu bagaimana proyeksi gerak harga batu bara untuk pekan ini. Apakah akan ada pergerakan yang lebih signifikan. Secara teknikal dengan perspektif mingguan atau weekly time frame, batu bara nyaman di zona bullish. Indikator menunjukkan tren naik belum sepenuhnya kehilangan tenaga.

Terbukti dengan Relative Strength Index 14 hari yang sebesar 66. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Angka ini mengindikasikan momentum kenaikan masih dominan. Selama RSI bertahan di atas level tersebut, peluang bertahan di zona positif tetap terbuka.

Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 93. Sepertinya investor patut waspada, karena angkanya sudah di atas 80 yang berarti tergolong jenuh beli atau overbought. Kondisi ini sering kali menjadi sinyal potensi koreksi jangka pendek. Oleh sebab itu, pergerakan harga perlu dicermati secara hati hati.

Level Support Dan Resisten

Untuk perdagangan minggu ini, harga batu bara masih berisiko turun lagi. Target support terdekat adalah US$ 113 per ton yang merupakan Moving Average lima. Jika tertembus, maka Moving Average sepuluh di US$ 111 per ton bisa menjadi target selanjutnya. Area ini menjadi penopang penting dalam jangka pendek.

Apabila harga batu bara terus turun, maka bisa saja mengetes support lanjutan di rentang US$ 109 sampai 106 per ton. Penurunan ke area tersebut akan menjadi koreksi yang lebih dalam. Namun selama sentimen global tetap positif, tekanan diperkirakan masih terbatas.

Namun andai harga batu bara masih kuat menanjak, maka US$ 117 per ton rasanya akan menjadi resisten terdekat. Target berikutnya ada di US$ 118 sampai 119 per ton. Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 120 per ton. Penembusan area tersebut berpotensi membuka ruang kenaikan lanjutan.

Secara keseluruhan, harga batu bara berada dalam fase konsolidasi setelah koreksi tipis pekan lalu. Sentimen fundamental dari China dan Amerika Serikat memberikan dukungan. Namun indikator teknikal menunjukkan adanya risiko jenuh beli. Pekan ini akan menjadi penentu apakah batu bara melanjutkan tren naik atau kembali terkoreksi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index