JAKARTA - Pertumbuhan konsumsi listrik nasional sepanjang 2025 menjadi cerminan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di berbagai sektor.
Data yang dicatat PT PLN Persero menunjukkan kebutuhan energi listrik terus bergerak naik seiring pemulihan dan penguatan kegiatan industri, bisnis, serta rumah tangga. Tren ini sekaligus menegaskan peran listrik sebagai penopang utama produktivitas nasional.
Peningkatan konsumsi listrik juga tidak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah yang berkelanjutan di sektor ketenagalistrikan. Keandalan pasokan dan kualitas layanan menjadi fondasi penting agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan stabil. Dalam konteks tersebut, PLN mencatat capaian positif sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian Konsumsi Listrik Nasional Sepanjang Tahun
PT PLN Persero mencatat konsumsi listrik nasional selama 2025 mencapai 317,69 terawatt hour. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,75 persen dibandingkan konsumsi listrik nasional pada 2024 yang tercatat sebesar 306,22 terawatt hour. Kenaikan tersebut menandakan peningkatan kebutuhan energi yang cukup signifikan dalam satu tahun terakhir.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah dalam memperkuat ekosistem ketenagalistrikan nasional. “Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah dalam memperkuat ekosistem ketenagalistrikan nasional. Kebijakan yang berkelanjutan menjadi pondasi penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Darmawan dalam siaran pers, Senin (2/2).
Capaian ini memperlihatkan bahwa sektor kelistrikan tetap tumbuh sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Stabilitas pasokan menjadi faktor penting agar tren pertumbuhan ini dapat terus terjaga.
Listrik Semakin Menjadi Penggerak Aktivitas Ekonomi
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menjelaskan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik pada 2025 didorong oleh meningkatnya kebutuhan di berbagai sektor. Kondisi tersebut seiring dengan menguatnya aktivitas industri, bisnis, dan masyarakat secara umum di banyak wilayah.
“Menunjukkan listrik semakin berperan sebagai enabler utama aktivitas ekonomi dan produktivitas nasional,” ujar Adi. Menurutnya, peningkatan konsumsi listrik tidak hanya mencerminkan bertambahnya penggunaan energi, tetapi juga menandakan geliat ekonomi yang semakin masif.
Dengan listrik yang andal dan terjangkau, berbagai sektor mampu meningkatkan kapasitas produksi dan layanan. Hal ini berdampak langsung pada pergerakan ekonomi nasional yang lebih dinamis.
Dominasi Sektor Rumah Tangga Dalam Konsumsi Listrik
PLN mencatat sektor rumah tangga menjadi kontributor terbesar konsumsi listrik nasional sepanjang 2025. Konsumsi listrik rumah tangga mencapai 133,41 terawatt hour atau setara dengan 41,99 persen dari total penjualan listrik nasional pada tahun tersebut.
Dari sisi pertumbuhan, konsumsi listrik rumah tangga pada 2025 meningkat 3,2 persen secara tahunan. Kenaikan ini setara dengan tambahan konsumsi sebesar 4,09 terawatt hour dibandingkan periode yang sama pada 2024. Angka ini menunjukkan kebutuhan listrik masyarakat terus bertambah seiring meningkatnya penggunaan peralatan elektronik dan aktivitas di rumah.
Pertumbuhan konsumsi di sektor ini juga mencerminkan perubahan pola hidup masyarakat yang semakin bergantung pada energi listrik. Kondisi tersebut menuntut PLN untuk terus menjaga keandalan layanan hingga ke tingkat pelanggan.
Peran Industri Dalam Mendorong Konsumsi Energi
Selain rumah tangga, sektor industri turut memberikan kontribusi besar terhadap konsumsi listrik nasional. Sepanjang 2025, konsumsi listrik di sektor industri mencapai 93,35 terawatt hour. Angka tersebut tumbuh sebesar 2,5 persen secara tahunan atau setara dengan kenaikan 2,31 terawatt hour.
Pertumbuhan konsumsi listrik industri didorong oleh sejumlah subsektor utama. Industri makanan dan minuman, besi, baja dan logam, serta barang galian bukan logam menjadi motor penggerak peningkatan kebutuhan listrik. Aktivitas produksi yang semakin intensif membuat kebutuhan energi listrik terus meningkat.
Kondisi ini menegaskan bahwa sektor industri masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Ketersediaan listrik yang andal menjadi faktor krusial agar roda industri dapat terus berputar.
Pertumbuhan Sektor Bisnis Dan Penambahan Pelanggan
Konsumsi listrik di sektor bisnis juga menunjukkan tren positif sepanjang 2025. PLN mencatat konsumsi listrik sektor bisnis mencapai 60,74 terawatt hour. Angka tersebut tumbuh sebesar 3,11 terawatt hour atau 5,4 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan listrik di sektor data center, pusat perbelanjaan, perdagangan bukan otomotif, serta pergudangan dan logistik. Aktivitas bisnis yang semakin berkembang membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan.
Seiring meningkatnya konsumsi, jumlah pelanggan listrik juga bertambah. Adi menyampaikan bahwa sepanjang 2025 terdapat penambahan 3,29 juta pelanggan baru. Hingga Desember 2025, total pelanggan listrik di Indonesia telah mencapai 96,2 juta.
Komitmen PLN Menjawab Kebutuhan Energi Masa Depan
Menurut Adi, peningkatan jumlah pelanggan dan konsumsi listrik di berbagai sektor mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin masif. Hal ini juga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan PLN terus tumbuh dari waktu ke waktu.
“Pertumbuhan jumlah pelanggan dan konsumsi listrik di berbagai sektor mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin masif. Ke depan, PLN berkomitmen terus mengoptimalkan infrastruktur dan layanan kelistrikan untuk menjawab kebutuhan energi yang semakin berkembang,” ucapnya.
PLN menegaskan akan terus memperkuat sistem kelistrikan nasional agar mampu mengimbangi pertumbuhan konsumsi di masa mendatang. Dengan infrastruktur yang andal dan layanan yang optimal, kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha diharapkan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.