JAKARTA - AC Milan menjalani hari-hari krusial pada bursa transfer Januari 2026 dengan pendekatan yang terukur.
Rossoneri tidak sekadar berburu solusi instan untuk paruh musim kedua, tetapi juga menata arah jangka panjang klub. Setiap keputusan yang diambil mencerminkan keseimbangan antara stabilitas, kebutuhan teknis, dan efisiensi skuad.
Dalam beberapa pekan terakhir, perhatian tertuju pada tiga agenda besar yang sedang digarap manajemen Milan. Mulai dari mengunci masa depan pemain kunci, memperkuat lini serang, hingga membuka peluang bagi perombakan komposisi tim. Semua langkah ini saling berkaitan dan menunjukkan perencanaan yang matang.
Aktivitas Milan semakin menguat menjelang penutupan jendela transfer. Laporan Sky Sport Italia dan Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa Rossoneri akan sangat aktif di hari-hari terakhir Januari. Keputusan yang diambil diyakini akan memberi dampak signifikan, baik untuk sisa musim ini maupun masa depan klub.
Fokus Milan Menjaga Stabilitas Tim
Manajemen AC Milan menempatkan stabilitas sebagai fondasi utama dalam strategi transfer kali ini. Klub memahami bahwa menjaga kerangka tim inti sama pentingnya dengan mendatangkan pemain baru. Oleh karena itu, langkah pertama yang diprioritaskan adalah memastikan pemain-pemain vital tetap bertahan.
Pendekatan ini sejalan dengan visi Milan yang ingin tetap kompetitif di Serie A dan Eropa. Dengan jadwal padat dan tuntutan performa tinggi, menjaga konsistensi di posisi kunci menjadi keharusan. Milan tidak ingin kehilangan pilar utama di tengah perjalanan musim.
Stabilitas juga dipandang sebagai cara untuk menjaga harmoni ruang ganti. Dengan peran yang jelas dan struktur tim yang solid, Rossoneri berharap performa kolektif bisa terus terjaga hingga akhir musim.
Maignan Jadi Fondasi Proyek Jangka Panjang
Salah satu langkah paling krusial Milan adalah mengamankan masa depan Mike Maignan. Penjaga gawang asal Prancis itu disebut akan segera menandatangani kontrak baru, paling lambat Sabtu, 31 Januari. Kesepakatan sebenarnya telah tercapai sejak beberapa pekan lalu dan kini tinggal menunggu formalitas.
Kontrak anyar tersebut akan memperpanjang masa bakti Maignan hingga 2030 atau 2031, dengan opsi tambahan satu musim. Durasi panjang ini menegaskan posisi Maignan sebagai figur sentral dalam proyek jangka panjang Milan. Klub melihatnya bukan hanya sebagai kiper utama, tetapi juga pemimpin di lapangan.
Bagi Milan, mempertahankan Maignan bukan semata soal kualitas teknis. Konsistensi, karakter, dan pengaruhnya di ruang ganti menjadikan ia fondasi penting dalam ambisi Rossoneri, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Penguatan Lini Depan Jadi Perhatian
Selain mengunci sektor penjaga gawang, Milan juga bergerak aktif di lini depan. Rossoneri dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Crystal Palace untuk mendatangkan Jean-Philippe Mateta. Kehadiran penyerang ini diharapkan memberi variasi dan kedalaman di sektor ofensif.
Mateta diproyeksikan sebagai tambahan tenaga di tengah padatnya jadwal dan tuntutan produktivitas gol. Sebelumnya, Milan juga sudah mendatangkan Niclas Fullkrug pada bursa Januari ini. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan klub dalam memperbaiki daya gedor.
Dengan bertambahnya opsi penyerang, Milan berharap fleksibilitas taktik meningkat. Pelatih memiliki lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan pertandingan, baik di Serie A maupun kompetisi Eropa.
Nkunku Masuk Daftar Pemain Keluar
Masuknya Mateta dan Fullkrug otomatis memengaruhi komposisi skuad. Milan perlu merapikan tim agar tetap seimbang. Dalam konteks ini, nama Christopher Nkunku mencuat sebagai pemain yang berpotensi dilepas sebelum bursa transfer ditutup.
Menurut pakar transfer Gianluca Di Marzio, AS Roma telah secara resmi meminta informasi terkait ketersediaan Nkunku. Mantan penyerang Chelsea tersebut memang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sejak bergabung dengan Milan.
Selain Roma, beberapa klub lain juga dikabarkan memantau situasi Nkunku. Jika transfer ini terealisasi, Milan tidak hanya membuka ruang di skuad, tetapi juga memperoleh fleksibilitas finansial untuk langkah strategis berikutnya.
Arah Kebijakan Milan Menjelang Penutupan Bursa
Langkah-langkah yang diambil Milan pada Januari 2026 menunjukkan arah kebijakan yang jelas. Klub ingin mempertahankan pemain kunci, menambah kualitas di sektor yang membutuhkan, serta merampingkan skuad agar lebih efisien. Semua dilakukan dengan pertimbangan jangka pendek dan panjang.
Keputusan mengunci Maignan menegaskan komitmen Milan terhadap stabilitas. Sementara itu, kedatangan Mateta dan potensi kepergian Nkunku mencerminkan upaya penyesuaian komposisi tim agar lebih seimbang dan kompetitif.
Dengan jendela transfer yang segera berakhir, Rossoneri diprediksi masih akan memantau peluang terakhir. Namun, fondasi utama sudah diletakkan. Milan kini bersiap menatap paruh kedua musim dengan skuad yang lebih terstruktur, ambisi yang terjaga, dan arah pembangunan yang semakin jelas.