Kontes Mrs World 2025 Berjalan Mulus Chanita Seedaket Ukir Sejarah Thailand

Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:09:55 WIB
Kontes Mrs World 2025 Berjalan Mulus Chanita Seedaket Ukir Sejarah Thailand

JAKARTA - Ajang kecantikan internasional Mrs World 2025 berlangsung dengan suasana yang relatif tenang dan jauh dari kontroversi. 

Berbeda dengan sejumlah edisi sebelumnya yang sempat diwarnai insiden, kontes tahun ini justru mencuri perhatian karena kelancarannya. Panggung megah di Westgate Las Vegas menjadi saksi momen bersejarah bagi Thailand, setelah wakilnya berhasil meraih gelar tertinggi.

Chanita Seedaket Craythorne resmi dinobatkan sebagai Mrs World 2025 pada Kamis, 29 Januari 2026. Kemenangannya tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga menorehkan catatan penting karena untuk pertama kalinya Thailand membawa pulang mahkota Mrs World. Capaian ini disambut antusias oleh publik dan komunitas kontes kecantikan di negaranya.

Penobatan Bersejarah Wakil Thailand

Dalam malam final, Chanita Seedaket Craythorne tampil konsisten hingga akhirnya diumumkan sebagai pemenang. Ia berhasil mengungguli finalis lain yang juga tampil kuat sepanjang kompetisi. Mrs America dan Mrs Sri Lanka menempati posisi tiga besar, sementara enam finalis lain berasal dari berbagai negara, termasuk Mrs United Arab Emirates, Mrs American, dan Mrs Ireland.

Mrs Thailand World dalam pernyataannya menyebut Craythorne “dengan bangga mewakili Thailand dengan anggun, kuat, dan penuh tujuan — mewujudkan semangat sejati kewanitaan, keibuan, dan kepemimpinan.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kemenangan ini bukan semata soal penampilan, tetapi juga nilai dan pesan yang dibawa sang pemenang.

Makna Kemenangan Bagi Thailand

Masih dalam pernyataan yang sama, Mrs Thailand World menambahkan bahwa perjalanan Craythorne merupakan bukti kuat bagi perempuan Thailand yang berdiri teguh dengan hati, martabat, serta tanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat. Kemenangan ini dinilai menjadi simbol kebanggaan nasional dan tonggak penting dalam sejarah kontes kecantikan Thailand.

“Thailand bangga karena namanya terukir di panggung Mrs World, menandai babak penting lainnya dalam sejarah kontes kecantikan nasional,” lanjut pernyataan tersebut. Respons positif ini menunjukkan betapa besar arti gelar Mrs World bagi negara yang dikenal aktif dalam berbagai ajang kecantikan internasional.

Latar Belakang Dan Aktivitas Sosial Pemenang

Dikutip dari unggahan akun Instagram @mrsthailandworld, Chanita Seedaket Craythorne sebelumnya pernah bekerja sebagai pegawai di Departemen Perdagangan Thailand. Ia kemudian memutuskan keluar dan mengarahkan kariernya ke bidang yang lebih dekat dengan isu sosial dan kemanusiaan.

Saat ini, Craythorne bekerja sebagai corporate communication and children's rights untuk Save the Children Thailand. Selain itu, ia meluncurkan kampanye Save the Mothers yang menyoroti peran kompleks seorang ibu yang sering kali melelahkan dan kurang mendapat perhatian. Kampanye tersebut kemudian berkembang menjadi Save the Mothers with AI, dengan tujuan membekali para ibu alat praktis untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi, keluarga, dan karier.

Kilasan Sejarah Mrs World Tahun Sebelumnya

Pada edisi sebelumnya, gelar Mrs World 2024 diraih oleh Tshego Gaelae dari Afrika Selatan. Ia dinobatkan sebagai pemenang di Las Vegas setelah mengalahkan 39 kontestan lainnya. Runner-up pertama ditempati Ishadi Amanda dari Sri Lanka, sementara Ploy Panperm dari Thailand berada di posisi kedua.

Gaelae mencetak sejarah sebagai wanita kulit hitam pertama yang memenangkan gelar Mrs World. Ia juga menjadi pemenang kedua yang berasal dari Afrika Selatan. Berprofesi sebagai pengacara berlisensi, Gaelae merupakan ibu dari seorang putra berusia 7 tahun dan belum pernah mengikuti kontes kecantikan sebelum Mrs World.

Pengalaman Mrs World Dan Dampaknya

Berbicara kepada PEOPLE pada September 2025, Tshego Gaelae mengungkapkan ketertarikannya pada kontes kecantikan karena “kesempatan untuk membangun jaringan” dan “kesempatan untuk benar-benar diberdayakan.” Ia terinspirasi dari kesaksian para pemegang gelar sebelumnya yang merasakan manfaat luas dari pelatihan kontes.

“Mereka berbicara tentang bagaimana para ahli di bidang tertentu akan didatangkan untuk membantu para wanita dan memberdayakan mereka dalam berbagai topik seperti meningkatkan kepercayaan diri, berbicara di depan umum, manajemen keuangan,” kata Gaelae. Ia mengaku pengalaman tersebut memperluas zona nyamannya dan meningkatkan rasa percaya diri, termasuk pada putranya.

Kenangan Kontroversi Di Masa Lalu

Kelancaran Mrs World 2025 menjadi kontras dengan insiden yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Sekitar lima tahun silam, Mrs Sri Lanka World 2019 Caroline Jurie menciptakan kehebohan saat mencopot mahkota Pushpika De Silva yang baru dinobatkan sebagai Mrs Sri Lanka World 2020.

Aksi tersebut dilakukan Jurie dengan alasan De Silva didiskualifikasi karena isu perceraian, sesuai klaim aturan kontes. Kejadian itu viral dan memicu kecaman publik. Polisi senior Ajith Rohana mengatakan, “Kami telah menangkap Jurie dan (rekannya) Chula Manamendra sehubungan dengan tuduhan penyerangan dan menyebabkan kerusakan pada Nelum Pokuna.”

De Silva sempat menyatakan bersedia mencabut dakwaan jika Jurie meminta maaf di depan publik. Namun, Jurie menolak melakukannya. Dilansir dari South China Morning Post, Jurie akhirnya dibebaskan sementara setelah membayar uang jaminan pada 8 April 2021, tetapi tetap harus menjalani persidangan.

Ajang Bergengsi Tanpa Kontroversi

Dengan latar belakang tersebut, keberhasilan Mrs World 2025 digelar tanpa drama menjadi catatan positif tersendiri. Kemenangan Chanita Seedaket Craythorne tidak hanya mencerminkan kualitas individu, tetapi juga memberi citra bahwa ajang kecantikan dapat berlangsung elegan, inspiratif, dan bebas konflik, sekaligus meninggalkan jejak sejarah baru bagi Thailand.

Terkini