Melania Trump Luncurkan Film Dokumenter Perdana Tampil Elegan Hitam Sorotan Publik Global

Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:09:52 WIB
Melania Trump Luncurkan Film Dokumenter Perdana Tampil Elegan Hitam Sorotan Publik Global

JAKARTA - Pemutaran perdana film dokumenter Melania menjadi momen penting yang menarik perhatian publik internasional.

Bukan hanya karena film tersebut menyoroti kehidupan seorang Ibu Negara Amerika Serikat, tetapi juga karena kemunculan Melania Trump yang sarat simbol dan pesan. Acara ini berlangsung di Kennedy Center, Washington D.C., pada Kamis, 29 Januari 2026, bertepatan dengan rilis perdana film tersebut di Amazon sebelum penayangan global.

Melania hadir dalam balutan setelan hitam yang langsung mencuri perhatian. Pilihan busana, lokasi pemutaran, hingga sosok-sosok di balik layar film ini menghadirkan lapisan cerita yang lebih luas dari sekadar dokumenter biografi. Publik pun menyoroti bagaimana film ini diposisikan sebagai karya sinematik bergengsi, sekaligus sarana membangun narasi personal dan politik.

Gaya Melania Di Karpet Merah

Pada malam pemutaran perdana, Melania Trump berjalan di karpet merah gedung yang baru saja menambahkan nama Trump pada bagian namanya. Ia mengenakan setelan rok hitam rancangan Dolce & Gabbana, dipadukan dengan sepatu hak tinggi hitam Christian Louboutin yang menjadi favoritnya. Penampilannya disempurnakan dengan ikat pinggang kulit berpinggang sedang serta rambut bergelombang rapi.

Melania tersenyum lebar saat berpose di samping sang suami, Donald Trump, yang tampil lebih serius di hadapan kamera. Politikus berusia 79 tahun itu mengenakan setelan biru dengan dasi merah tua. Kehadiran pasangan ini menciptakan kontras visual yang kuat dan menjadi sorotan para fotografer serta media yang meliput acara tersebut.

“Saya bangga padanya. Dia telah melakukan pekerjaan yang hebat. Hal seperti ini tidak mudah,” kata Donald Trump kepada wartawan, dikutip dari Page Six, Jumat (30/1/2026). Pernyataan tersebut menegaskan dukungan penuh terhadap proyek film sang istri.

Komentar Melania Tentang Filmnya

Ketika diminta menggambarkan film dokumenter tersebut dalam tiga kata, Melania memilih untuk tidak memberikan definisi tunggal. Dikutip dari People, ia mengatakan, “Saya pikir orang-orang akan menilainya sendiri.” Namun, ia kemudian menambahkan bahwa film itu “indah,” “emosional,” “modis,” dan “sinematik.”

Setelah pemutaran film, dijadwalkan dua acara lanjutan, yakni satu pesta resmi dan satu lagi di klub anggota pribadi milik Donald Trump Jr. Acara terakhir tersebut disebut akan menampilkan penampilan dari Akon. Meski pemutaran ini menjadi debut publik, Melania sebelumnya telah menggelar pratinjau rahasia di Gedung Putih pada Sabtu malam pekan lalu.

Konsep Acara Dan Strategi Penayangan

Acara pratinjau rahasia tersebut dilaporkan diselenggarakan langsung oleh Melania Trump. Acara itu menampilkan ember popcorn edisi terbatas serta kode berpakaian hitam-putih. Pada kesempatan tersebut, Melania mengenakan setelan tuksedo klasik lengkap dengan ikat pinggang dan tanpa dasi kupu-kupu, menegaskan citra elegan yang konsisten.

Marc Beckman, produser film sekaligus penasihat senior eksklusif Melania, menyebut dokumenter ini menawarkan akses yang belum pernah ada sebelumnya. “Tidak ada yang pernah memiliki akses ke Ibu Negara seperti ini… [Dalam film] untuk pertama kalinya, dia membawa orang-orang ke pertemuan dan lokasi yang belum pernah dilihat sebelumnya, ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Terkait rencana penayangan di bioskop, Beckman menegaskan bahwa Melania menginginkan pengalaman sinematik yang utuh. “Melania Trump menginginkan film ini bersifat sinematik. Film ini hanya akan diputar di bioskop… kami menginginkan pengalaman sinematik yang kaya dan sangat bergaya,” katanya.

Produksi Film Dan Kontroversi Sutradara

Film Melania diakuisisi oleh Amazon MGM Studios dengan nilai kesepakatan fantastis mencapai USD 40 juta. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop global pada Jumat, 30 Januari 2026. Proyek ini sekaligus menandai kembalinya sutradara Brett Ratner, yang sebelumnya diasingkan dari Hollywood setelah beberapa wanita menuduhnya melakukan pelecehan seksual pada 2017.

Keterlibatan Ratner menambah dimensi kontroversial pada film ini. Meski demikian, pihak produksi tetap menekankan bahwa dokumenter tersebut berfokus pada sudut pandang Melania sebagai Ibu Negara dan perempuan dengan peran strategis di balik peristiwa politik besar.

Sorotan Terhadap Brand Dolce Gabbana

Selain sosok sutradara, busana yang dikenakan Melania juga memicu diskusi luas. Brand Dolce & Gabbana yang menjadi pilihannya tengah menuai kritik terkait tudingan rasisme. Duo desainer tersebut dinilai mempraktikkan “rasisme, seksisme, fanatisme, dan xenofobia” setelah kembali hanya menggunakan model kulit putih dalam Milan Fashion Week 2026.

Supermodel Bella Hadid turut mengomentari isu tersebut. Dalam kolom komentar unggahan komentator mode Lyas, ia mengaku terkejut masih ada figur publik yang secara terbuka mendukung Dolce & Gabbana. Video yang dikomentari Bella menyoroti ketiadaan model Asia atau berkulit gelap di panggung peragaan busana tersebut.

“Terkejut orang-orang masih mendukung perusahaan ini, sungguh memalukan. Model, penata gaya, casting semuanya,” tulis Bella. Komentar itu kontras dengan sikap beberapa selebritas lain yang masih mengenakan busana merek tersebut.

Pesan Budaya Dan Narasi Kekuasaan

Beberapa hari setelah pemutaran film, pada Rabu, 28 Januari 2026, Melania muncul di Wall Street untuk membunyikan bel pembukaan Bursa Saham New York. Dalam pidato singkatnya, ia menyebut film dokumenter ini sebagai “pertama kalinya dalam sejarah” publik dapat melihat persiapan pelantikan melalui sudut pandang seorang Ibu Negara.

Ia menggambarkan kembalinya Donald Trump ke jabatan presiden sebagai “periode penting bagi Amerika.” “Penceritaan yang unggul mendorong budaya dan pada gilirannya menggerakkan pasar,” katanya di NYSE. Menurut Melania, dalam waktu dekat pengaruh budaya akan sama pentingnya dengan kekuatan ekonomi, karena kemampuan bercerita dan membangun koneksi emosional menjadi kunci untuk menggerakkan publik.

Terkini