Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi Lebaran 2026 Untuk Dorong Mobilitas Nasional Masyarakat Ekonomi

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:28:39 WIB
Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi Lebaran 2026 Untuk Dorong Mobilitas Nasional Masyarakat Ekonomi

JAKARTA - Menjelang periode Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 2026, pemerintah mulai mematangkan berbagai kebijakan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. 

Salah satu langkah yang kembali disiapkan adalah pemberian diskon transportasi lintas moda, mulai dari tiket pesawat, kereta api, angkutan laut, transportasi darat, hingga tarif jalan tol. Kebijakan ini diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi lonjakan kebutuhan perjalanan selama musim mudik Lebaran.

Program diskon transportasi tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi peningkatan pergerakan orang dan barang. Pengalaman pada periode libur sebelumnya menunjukkan bahwa insentif transportasi dapat mendorong kelancaran arus perjalanan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah menilai kebijakan ini perlu kembali diterapkan dengan perencanaan yang lebih matang.

Diskon Transportasi Jadi Strategi Hadapi Mudik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program diskon transportasi telah dipersiapkan untuk menyambut Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan usai Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, Kamis. Menurutnya, kebijakan ini mencakup seluruh moda transportasi utama yang digunakan masyarakat saat mudik.

"Untuk menjelang hari raya lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan," kata Airlangga. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan akses perjalanan yang lebih terjangkau selama periode libur panjang.

Kebijakan diskon ini tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban biaya masyarakat, tetapi juga untuk mengatur distribusi pergerakan agar tidak menumpuk pada waktu tertentu. Dengan tarif yang lebih terjangkau, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan secara lebih fleksibel.

Bansos Disiapkan Bersamaan Dengan Insentif

Selain memberikan insentif di sektor transportasi, pemerintah juga menyiapkan bantuan sosial sebagai bagian dari paket kebijakan Lebaran. Bantuan tersebut mencakup penyaluran beras dan minyak goreng kepada masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya beli sekaligus mengendalikan inflasi selama periode permintaan tinggi.

"Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun MinyaKita senang siapkan juga, dan kita akan melakukan rapat koordinasi inflasi juga di bulan Juni tahun ini," ujar Airlangga. Pemerintah berupaya memastikan bahwa program bantuan sosial berjalan seiring dengan kebijakan transportasi agar dampaknya lebih merata.

Sinergi antara diskon transportasi dan bantuan sosial diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Dengan demikian, lonjakan permintaan selama Ramadhan dan Lebaran dapat diantisipasi tanpa menimbulkan tekanan inflasi yang berlebihan.

Pengalaman Nataru Jadi Acuan Kebijakan

Kebijakan diskon lintas moda sebelumnya telah diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Program tersebut dinilai berhasil mendorong mobilitas masyarakat, memperlancar arus perjalanan, serta menjaga momentum aktivitas ekonomi nasional. Pemerintah menjadikan capaian tersebut sebagai dasar untuk kembali menerapkan kebijakan serupa pada Lebaran 2026.

Realisasi program diskon transportasi selama Nataru menunjukkan capaian yang melampaui target pada sejumlah moda. Hasil ini memperlihatkan bahwa insentif tarif mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum, sekaligus mengurangi tekanan pada jalur-jalur tertentu.

Keberhasilan tersebut juga menjadi indikator bahwa koordinasi lintas kementerian, BUMN transportasi, dan pemerintah daerah berjalan efektif. Dengan evaluasi yang dilakukan, pemerintah berharap pelaksanaan diskon Lebaran 2026 dapat berjalan lebih optimal.

Capaian Kereta Api Dan Angkutan Laut

Pada sektor perkeretaapian, diskon 30 persen untuk tiket kereta api ekonomi komersial yang dikelola PT Kereta Api Indonesia diterapkan pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Program ini mencakup 156 kereta reguler dan 26 kereta tambahan. Dari target 1,5 juta penumpang, realisasi mencapai 1,7 juta penumpang atau 112,6 persen.

Di sektor angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon tarif 20 persen dari tarif dasar di luar asuransi dan pas pelabuhan. Program ini berlaku pada 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dan mencakup 25 kapal penumpang di seluruh trayek. Dari target 405 ribu penumpang, realisasi tercatat lebih dari 406 ribu penumpang.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa moda kereta api dan laut tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan jarak jauh. Diskon tarif terbukti mampu meningkatkan keterisian sekaligus memperluas akses transportasi.

Penyeberangan Dan Penerbangan Ikut Terdongkrak

Di sektor penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan hingga 100 persen atau setara sekitar 19 persen tarif terpadu rata-rata. Program ini berlaku di 16 pelabuhan pada delapan lintasan selama 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Realisasi tercatat sekitar 206 ribu penumpang atau 90,9 persen dari target, serta 465 ribu kendaraan atau 94,5 persen.

Sementara itu, sektor penerbangan juga memperoleh insentif melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah untuk tiket kelas ekonomi. Kebijakan ini dilengkapi dengan diskon fuel surcharge, pemotongan biaya jasa kebandarudaraan, serta perpanjangan jam operasional bandara. Hasilnya, tarif tiket pesawat turun sekitar 13 hingga 14 persen.

Realisasi penumpang pesawat selama periode Nataru mencapai 3,7 juta orang atau 104,2 persen dari target 3,5 juta. Capaian ini menjadi indikator bahwa kebijakan insentif penerbangan efektif dalam mendorong mobilitas masyarakat.

Dengan mengacu pada pengalaman tersebut, pemerintah optimistis program diskon transportasi Lebaran 2026 dapat berjalan sukses. Kombinasi kebijakan transportasi dan bantuan sosial diharapkan mampu menjaga kelancaran mudik, memperkuat aktivitas ekonomi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Terkini