IHSG Menguat Tipis Menjelang Akhir Januari Analis Wanti Wanti Risiko Koreksi Pasar

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:58:57 WIB
IHSG Menguat Tipis Menjelang Akhir Januari Analis Wanti Wanti Risiko Koreksi Pasar

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan kembali menjadi perhatian pelaku pasar menjelang akhir Januari 2026. 

Setelah sempat tertekan hampir sepanjang sesi perdagangan, IHSG akhirnya mampu menutup hari dengan penguatan tipis. Kondisi ini mencerminkan tarik-menarik sentimen antara optimisme investor dan kewaspadaan terhadap potensi koreksi lanjutan.

Pada perdagangan Selasa, IHSG ditutup menguat 0,05% ke level 8.980,23. Penguatan tersebut terjadi setelah indeks sempat bergerak di zona merah sepanjang hari. Dorongan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar dan saham-saham bertransaksi aktif menjadi penopang utama pergerakan indeks di penghujung sesi.

Gambaran Perdagangan IHSG Sehari Sebelumnya

Berdasarkan data RTI Infokom, pergerakan saham pada perdagangan kemarin cenderung variatif. Sebanyak 279 saham tercatat menguat, sementara 410 saham melemah dan 117 saham lainnya stagnan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak terjadi secara merata di seluruh sektor pasar.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 8.873 hingga 8.980. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp16.380 triliun. Fluktuasi ini mencerminkan sikap investor yang masih selektif dalam mengambil posisi di tengah dinamika pasar global dan domestik.

Meski penguatannya terbatas, penutupan di zona hijau memberikan sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda. Namun demikian, pelaku pasar masih mencermati arah pergerakan selanjutnya, terutama dengan mempertimbangkan analisis teknikal jangka pendek.

Saham-Saham Penopang Penguatan Indeks

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Saham ini tercatat sebagai saham dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp2 triliun pada perdagangan kemarin. Dari sisi harga, BUMI menguat 3,61% ke level Rp344 per saham.

Selain BUMI, saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) juga mencatatkan penguatan. Saham PTRO naik 3,00% dan ditutup di level Rp8.575 per saham. Penguatan ini turut berkontribusi terhadap stabilitas indeks di tengah tekanan pada saham-saham lainnya.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) juga tampil menonjol dengan kenaikan 8,33% ke level Rp65 per saham. Sementara itu, saham TLKM naik 2,34% ke Rp3.940, INET menguat 1,36% ke Rp448, dan BRMS naik 1,17% ke Rp1.295 per saham.

Pandangan Analis terhadap Arah IHSG

MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase rawan koreksi. Menurut analisis teknikal, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5. Kondisi tersebut membuat potensi pelemahan jangka pendek masih perlu diwaspadai oleh investor.

“Waspadai area koreksi yang berada di 8.708–8.790. Adapun area penguatan diperkirakan berada di 8.992–9.018,” tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu (28/1/2026). Proyeksi ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi perdagangan hari ini.

Dengan posisi indeks yang mendekati area resistance, investor disarankan untuk tetap berhati-hati. Penguatan lanjutan masih terbuka, namun risiko koreksi teknikal dinilai belum sepenuhnya hilang.

Rekomendasi Saham dengan Strategi Buy on Weakness

MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk diperdagangkan hari ini dengan strategi buy on weakness. Salah satunya adalah BRPT yang menguat 4,65% ke level 2.700 dan disertai peningkatan volume pembelian. Analis memperkirakan BRPT berada pada bagian wave 4 dari wave (C).

Area buy on weakness BRPT berada di kisaran 2.560–2.630, dengan target harga 2.840 hingga 2.960. Stoploss disarankan di bawah level 2.520 untuk mengantisipasi risiko pergerakan yang tidak sesuai ekspektasi.

Saham INET juga direkomendasikan buy on weakness setelah menguat 1,36% ke level 448. Penguatan ini mampu bertahan di atas MA60 dan didukung oleh volume pembelian. Area beli berada di 412–434 dengan target harga 468 dan 492, serta stoploss di bawah 392.

Peluang pada PGEO dan UNTR

Saham PGEO menjadi rekomendasi berikutnya meski terkoreksi ke level 1.245. Koreksi tersebut disertai peningkatan volume pembelian. Analis memperkirakan posisi PGEO berada pada bagian awal wave 3 dari wave (3), sehingga masih memiliki potensi penguatan ke depan.

Area buy on weakness PGEO berada di kisaran 1.220–1.240. Target harga diproyeksikan di level 1.305 hingga 1.355, dengan batas stoploss di bawah 1.180 untuk menjaga risiko tetap terkontrol.

Sementara itu, saham UNTR terkoreksi cukup dalam sebesar 5,87% ke level 25.675. Meski masih didominasi tekanan jual, pergerakan harga UNTR tetap bertahan di atas MA200. Analis menilai UNTR berada pada bagian wave iv dari wave (v) dari wave [a].

Area beli UNTR direkomendasikan di 24.975–25.400, dengan target harga 25.800 hingga 26.175. Stoploss disarankan di bawah 24.550 guna mengantisipasi pelemahan lanjutan.

Dengan kondisi IHSG yang masih fluktuatif, investor disarankan untuk tetap disiplin menerapkan manajemen risiko. Strategi selektif dan cermat menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan pasar yang masih rawan koreksi dalam jangka pendek.

Terkini