Juventus Bergerak Cari Striker Januari, Opsi Realistis di Tengah Krisis Lini Depan

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:48:06 WIB
Juventus Bergerak Cari Striker Januari, Opsi Realistis di Tengah Krisis Lini Depan

JAKARTA - Langkah Juventus di bursa transfer musim dingin Januari ini tidak lahir dari ambisi besar semata, melainkan kebutuhan mendesak. 

Sejak akhir November, situasi di lini depan berubah drastis dan memaksa manajemen mengambil langkah cepat namun terukur. Fokus utama kini tertuju pada pencarian penyerang baru yang mampu menutup celah sementara, tanpa mengganggu rencana jangka panjang klub.

Masalah bermula dari cedera serius yang menimpa Dusan Vlahovic. Penyerang andalan Juventus tersebut mengalami robekan otot tingkat tinggi yang membuatnya harus naik meja operasi. Kondisi itu otomatis mengurangi opsi serangan dan memaksa tim beradaptasi di tengah musim yang masih panjang.

Dengan masa pemulihan yang diperkirakan mencapai dua bulan, Juventus tidak punya banyak waktu untuk menunggu. Keterbatasan stok penyerang menjadi faktor kunci yang mendorong evaluasi internal dan pembicaraan serius di tingkat manajemen.

Dampak absennya Vlahovic pada struktur serangan

Absennya Vlahovic memberikan efek berantai pada pola permainan Juventus. Pelatih Luciano Spalletti kini harus mengandalkan Jonathan David sebagai ujung tombak utama, dengan Lois Openda berperan sebagai pelapis. Secara kualitas, kedua pemain tersebut memiliki keunggulan masing-masing, tetapi belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tim.

Spalletti menilai Juventus membutuhkan sosok finisher yang lebih konsisten di kotak penalti. Tanpa kehadiran penyerang murni dengan naluri gol tinggi, efektivitas serangan kerap menurun, terutama saat menghadapi lawan dengan pertahanan rapat.

Situasi ini membuat fleksibilitas taktik menjadi terbatas. Juventus memang masih mampu menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir belum stabil. Dalam kompetisi seketat Serie A, detail kecil seperti ini dapat berpengaruh besar pada hasil akhir.

Evaluasi manajemen dan sinyal dari Giorgio Chiellini

Di tengah situasi tersebut, manajemen Juventus mulai membuka kemungkinan mendatangkan penyerang tambahan. Direktur Strategi Sepak Bola klub, Giorgio Chiellini, mengonfirmasi bahwa evaluasi sedang berjalan, meski dengan nada realistis.

“Sering kali kalian tahu lebih dulu daripada saya,” ujar Chiellini sambil berseloroh. “Untuk transfer masuk, saya baru mengatakan betapa sulitnya memperkuat tim seperti ini pada Januari.”

Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi Juventus. Bursa transfer musim dingin dikenal rumit, dengan harga pemain cenderung lebih mahal dan klub pemilik enggan melepas asetnya di tengah musim. Namun, cedera Vlahovic membuat situasi ini tidak bisa dihindari.

Target awal yang kandas di meja negosiasi

Sebelum mengerucut pada opsi lain, Juventus sempat menaruh minat besar pada Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace. Penyerang tersebut dianggap cocok secara profil dan pengalaman. Sayangnya, proses negosiasi tidak berjalan mulus.

Perbedaan pandangan terkait nilai transfer dan skema peminjaman membuat pembicaraan menemui jalan buntu. Klub Liga Inggris itu tidak bersedia menurunkan harga atau menyetujui struktur kesepakatan yang diinginkan Juventus.

Kegagalan ini memaksa manajemen mengalihkan fokus. Waktu yang semakin menipis membuat Juventus harus realistis dan menimbang opsi yang lebih memungkinkan untuk diwujudkan dalam hitungan pekan.

Youssef En-Nesyri sebagai opsi yang lebih masuk akal

Arah pencarian kemudian mengarah ke Youssef En-Nesyri yang saat ini membela Fenerbahce. Penyerang berusia 28 tahun itu dinilai memiliki kombinasi fisik, pengalaman internasional, dan gaya bermain yang sesuai dengan kebutuhan Juventus.

En-Nesyri dikenal sebagai penyerang yang kuat dalam duel udara dan efektif di area kotak penalti. Profil ini dianggap dapat memberi dimensi baru pada serangan Juventus, terutama dalam situasi bola mati atau laga yang membutuhkan permainan langsung.

Meski demikian, mendatangkannya ke Turin sebelum penutupan bursa tetap bukan perkara mudah. Faktor harga, kesiapan klub pemilik, dan keinginan sang pemain menjadi variabel yang harus diselaraskan dalam waktu singkat.

Keputusan krusial di tengah waktu yang menipis

Dengan hanya tersisa sekitar dua pekan sebelum bursa transfer ditutup, Juventus dituntut bergerak cepat dan presisi. Setiap keputusan harus mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek dan stabilitas jangka panjang skuad.

Chiellini menegaskan bahwa klub siap membantu Spalletti jika peluang realistis benar-benar terbuka. Namun, Juventus tidak ingin mengambil langkah gegabah yang justru menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Apakah Juventus akan berhasil mendatangkan striker baru atau memilih bertahan dengan opsi yang ada, keputusan ini akan sangat menentukan daya saing mereka di sisa musim. Tanpa mesin gol utama, kreativitas dan efektivitas lini depan akan terus diuji, sementara bursa Januari menjadi panggung penentuan arah perjalanan Si Nyonya Tua musim ini.

Terkini