Harga Minyak Global Menguat Dipicu Situasi Iran dan Redanya Risiko Pasokan

Rabu, 21 Januari 2026 | 09:14:15 WIB
Harga Minyak Global Menguat Dipicu Situasi Iran dan Redanya Risiko Pasokan

JAKARTA - Pergerakan harga minyak dunia kembali mencatatkan kenaikan tipis pada awal pekan ini. 

Kenaikan tersebut terjadi setelah pasar mencerna perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya situasi domestik Iran yang dinilai memengaruhi sentimen global. Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena Iran merupakan salah satu produsen minyak utama dunia.

Harga minyak mengalami penguatan lanjutan pada perdagangan hari Senin atau Selasa waktu Jakarta. Kenaikan ini melanjutkan tren positif dari sesi sebelumnya, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global akibat konflik geopolitik yang lebih luas.

Dinamika harga minyak di pasar global

Mengacu pada laporan CNBC, Selasa, harga minyak mentah Brent tercatat berada di level USD 64,19 per barel. Angka ini naik sebesar 6 sen atau sekitar 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan respons pasar terhadap perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari juga mengalami penguatan. WTI naik 9 sen atau sekitar 0,15 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 59,53 per barel. Pergerakan ini menunjukkan sentimen pasar yang relatif stabil dengan kecenderungan positif.

Situasi Iran jadi sorotan pelaku pasar

Kenaikan harga minyak tidak terlepas dari situasi di Iran yang menjadi perhatian internasional. Tindakan keras aparat terhadap gelombang protes yang dipicu oleh kesulitan ekonomi dilaporkan meredam keresahan sipil di negara tersebut. Menurut para pejabat, aksi tersebut menewaskan sekitar 5.000 orang.

Kondisi ini justru dinilai pasar dapat menurunkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas. Ketika ketegangan domestik mulai terkendali, peluang terjadinya gangguan pasokan minyak akibat konflik eksternal dinilai menjadi lebih kecil oleh para investor.

Pernyataan Presiden Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan pernyataan yang memengaruhi sentimen pasar. Melalui media sosial, ia menyampaikan bahwa Iran disebut telah membatalkan rencana hukuman gantung massal terhadap para demonstran. Pernyataan tersebut menjadi sinyal meredanya tekanan politik internasional.

Meski demikian, pemerintah Iran belum secara resmi mengumumkan adanya rencana hukuman gantung massal tersebut. Namun, pernyataan Trump dinilai pasar sebagai indikasi bahwa ancaman intervensi Amerika Serikat mulai mereda dibandingkan sikap sebelumnya.

Risiko intervensi dan pasokan minyak

Meredanya nada ancaman dari Amerika Serikat dipandang sebagai faktor penting dalam pergerakan harga minyak. Dengan menurunnya kemungkinan intervensi militer, risiko terganggunya aliran minyak dari Timur Tengah juga ikut berkurang. Hal ini memberi ketenangan bagi pasar energi global.

Iran sendiri merupakan produsen minyak terbesar keempat di antara negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau OPEC. Setiap potensi gangguan terhadap produksi atau distribusi minyak Iran dapat berdampak signifikan terhadap pasokan dan harga minyak dunia.

Artikel populer di Kanal Bisnis

Artikel mengenai harga minyak hari ini pada 20 Januari 2025 menjadi salah satu berita yang paling banyak dibaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Topik ini menyita perhatian pembaca karena berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi global dan dampaknya terhadap berbagai sektor.

Minat pembaca yang tinggi menunjukkan bahwa isu energi dan geopolitik masih menjadi perhatian utama masyarakat. Pergerakan harga minyak sering kali dijadikan indikator penting untuk membaca arah ekonomi global dalam jangka pendek maupun menengah.

Ringkasan tiga berita terpopuler

Selain berita harga minyak, Kanal Bisnis Liputan6.com juga mencatat dua artikel lain yang masuk daftar terpopuler. Salah satunya adalah informasi terbaru mengenai harga emas perhiasan yang diperbarui secara rinci berdasarkan sumber resmi dan terpercaya.

Artikel lainnya membahas pencabutan izin usaha 28 perusahaan akibat pelanggaran yang berkaitan dengan bencana di Sumatera. Ketiga artikel tersebut mencerminkan ketertarikan pembaca pada isu energi, investasi, dan kebijakan pemerintah.

Perhatian pasar masih berlanjut

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Setiap pernyataan pejabat atau perubahan kondisi di negara produsen minyak utama berpotensi memengaruhi pergerakan harga secara signifikan.

Dengan kondisi saat ini, harga minyak cenderung bergerak stabil dengan kecenderungan menguat. Namun, volatilitas tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi, mengingat dinamika geopolitik dan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Terkini