PLN Pulihkan Listrik Aceh Pasca Bencana, Hampir Seluruh Desa Kembali Terang

Senin, 19 Januari 2026 | 13:56:55 WIB
PLN Pulihkan Listrik Aceh Pasca Bencana, Hampir Seluruh Desa Kembali Terang

JAKARTA - Pemulihan kelistrikan di Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor terus menunjukkan perkembangan signifikan. 

Di tengah tantangan medan dan infrastruktur yang rusak, PT PLN (Persero) memastikan listrik kembali menyala di hampir seluruh wilayah terdampak. Hingga saat ini, upaya berlapis yang dilakukan berhasil mengembalikan pasokan listrik ke mayoritas desa di Provinsi Aceh, sekaligus menegaskan komitmen negara dalam menjaga layanan dasar bagi masyarakat.

PLN mencatat sebanyak 6.432 desa atau sekitar 98,9 persen dari total desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik. Capaian ini menjadi hasil kerja cepat dan terkoordinasi antara PLN, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur keamanan. Di saat bersamaan, sisa desa yang belum teraliri listrik tetap menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan lanjutan.

Arahan Presiden Menjadi Dasar Percepatan Pemulihan

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa proses pemulihan kelistrikan di Aceh dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama yang dipegang PLN adalah kecepatan penanganan, ketepatan langkah teknis, serta keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.

“Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa. Alhamdulillah, hingga saat ini hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala,” ujar Darmawan.

Ia menegaskan bahwa pemulihan tidak berhenti pada sistem utama saja, melainkan dilanjutkan hingga ke jaringan distribusi terdalam. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.

Desa Tersisa Berada di Wilayah Medan Tersulit

Meski capaian pemulihan telah mendekati 100 persen, PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04 persen yang belum teraliri listrik secara normal. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Darmawan menjelaskan bahwa desa-desa tersebut berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Banyak akses jalan terputus, rusak parah, bahkan hilang akibat banjir dan longsor, sehingga menghambat mobilisasi peralatan dan material kelistrikan.

“Desa-desa yang masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Namun, kami tidak menunggu. Kami terus bergerilya dan menyambung kembali listrik hingga titik terdalam Aceh,” tegas Darmawan.

Genset Jadi Solusi Sementara Bagi Warga

Sambil menunggu pemulihan jaringan permanen, PLN memastikan bahwa kebutuhan listrik masyarakat di 68 desa tersebut tetap terpenuhi. Dukungan datang melalui Program 1.000 Genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Program ini menjadi solusi darurat agar aktivitas warga tidak terhenti meski jaringan distribusi belum sepenuhnya pulih.

Keberadaan genset darurat memungkinkan fasilitas umum, layanan kesehatan, serta kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan. PLN menegaskan bahwa penggunaan genset hanya bersifat sementara hingga jaringan permanen dapat kembali dioperasikan secara aman dan stabil.

Langkah ini juga mencerminkan pendekatan fleksibel PLN dalam menghadapi kondisi darurat, dengan mengombinasikan pemulihan infrastruktur jangka panjang dan solusi cepat di lapangan.

Kendala Infrastruktur Jadi Tantangan Utama

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Aceh, Eddi Saputra, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kerusakan infrastruktur jalan darat menuju wilayah terisolir. Tercatat ada 171 titik longsor yang menutup akses serta 14 jembatan rusak, sehingga pergerakan alat berat dan material kelistrikan menjadi sangat terbatas.

“Komitmen kami adalah pemulihan jaringan permanen secepat mungkin. Namun, keselamatan petugas dan kemampuan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan,” jelas Eddi.

Ia menambahkan bahwa PLN terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk membuka kembali akses jalan. Selama proses tersebut berlangsung, PLN memastikan warga tetap mendapat suplai listrik melalui genset cadangan yang telah disiagakan bersama Kementerian ESDM.

Fokus Pemulihan di Wilayah Terisolir

Eddi merinci bahwa konsentrasi tim PLN saat ini berada di wilayah yang masih terisolir akibat longsor. Di Aceh Tengah, tercatat 36 desa yang tengah diupayakan pemulihan jaringan permanennya. Wilayah Bener Meriah menyusul dengan 13 desa, disertai beberapa desa di Gayo Lues dan Aceh Tamiang.

“Petugas kami di lapangan terus bersiaga di titik terdekat dengan lokasi longsor. Begitu akses memungkinkan untuk dilewati, tim teknis kami akan langsung masuk melakukan perbaikan tiang dan kabel yang roboh,” ujar Eddi.

Kesiapsiagaan ini menunjukkan bahwa proses pemulihan tidak hanya menunggu kondisi ideal, melainkan dilakukan secara bertahap dan adaptif sesuai situasi lapangan.

Apresiasi Pemerintah Daerah Atas Kerja PLN

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, yang turut mengawal proses pemulihan di wilayahnya, menyampaikan apresiasi atas kerja keras petugas PLN. Ia menilai perjuangan petugas di lapangan sangat luar biasa karena harus menghadapi medan sulit dan risiko tinggi.

“Kami melihat perjuangan luar biasa dari petugas PLN yang harus menerjang titik-titik longsor demi bisa masuk membawa material. Kami juga sangat terbantu dengan adanya backup 1.000 genset,” ungkap Haili Yoga.

Ia menambahkan bahwa dukungan suplai listrik sementara sangat membantu masyarakat bertahan di tengah kondisi pascabencana, sambil menunggu jaringan permanen kembali normal.

Fondasi Sistem Utama Telah Pulih Sejak Desember

Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2025, sistem kelistrikan utama Aceh telah berhasil dipulihkan. Seluruh gardu induk kembali beroperasi normal dengan dukungan pembangkit dan jaringan transmisi yang stabil. Pemulihan sistem utama ini menjadi fondasi penting bagi percepatan penyaluran listrik ke desa-desa.

Dengan hampir seluruh wilayah Aceh kembali terang, PLN menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pemulihan hingga tuntas. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh secara menyeluruh pascabencana.

Terkini