JAKARTA - Bandung selalu punya daya tarik kuat bagi penikmat wisata rasa, namun kemacetan kerap menjadi tantangan utama saat menjelajah kuliner.
Karena itu, pendekatan paling efektif bukanlah mengejar lokasi yang berjauhan, melainkan menyusun rute terpusat agar waktu lebih banyak dihabiskan untuk makan, bukan di jalan. Dengan sudut pandang ini, perjalanan kuliner satu hari bisa tetap padat, menyenangkan, dan efisien.
Kunci menikmati kuliner Bandung dalam waktu singkat terletak pada perencanaan area. Menggabungkan kawasan Braga, Lengkong, hingga Dipati Ukur memungkinkan Anda berpindah lokasi tanpa memutar jauh. Strategi ini membuat agenda 24 jam di Kota Kembang terasa ringan, karena setiap titik kuliner saling terhubung dan mudah dijangkau.
Panduan berikut menyajikan sepuluh destinasi kuliner khas Bandung yang disusun berurutan, sehingga Anda bisa makan kenyang tanpa harus lelah menghadapi kemacetan. Setiap pilihan dirancang agar perjalanan terasa logis dari pagi hingga malam, sekaligus memberikan pengalaman rasa yang beragam.
Awal Hari dengan Cita Rasa Legendaris Pusat Kota
Pagi hari paling tepat dimulai dari kedai kopi klasik yang sudah menjadi saksi sejarah Bandung. Warung Kopi Purnama di kawasan Braga menawarkan suasana kolonial yang masih terjaga, cocok untuk membuka perjalanan kuliner. Roti bakar selai srikaya buatan sendiri yang dipadukan kopi susu panas menjadi menu pembuka yang ringan namun berkesan.
Lokasinya yang berada di jantung kota membuat Anda tidak perlu berpindah jauh setelah sarapan. Dari sini, perjalanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki atau berkendara singkat menuju destinasi berikutnya. Efisiensi ini penting agar energi tetap terjaga sejak pagi.
Tidak jauh dari Braga, Kupat Tahu Gempol menjadi pilihan camilan pagi yang melegenda sejak puluhan tahun lalu. Perpaduan ketupat, tahu goreng, tauge, dan bumbu kacang kental menghadirkan rasa manis-gurih yang khas. Datang lebih awal sangat disarankan karena tempat ini sering habis sebelum siang.
Menu Siang Mengenyangkan Tanpa Jauh dari Rute
Memasuki jam makan siang, pilihan kuliner beralih ke hidangan yang lebih berat. Mie Kocok Mang Dadeng menawarkan mi kuning dengan kuah kaldu sapi kental serta kikil empuk yang melimpah. Sajian ini cocok untuk mengisi tenaga di tengah aktivitas menjelajah kota.
Rute menuju lokasi masih tergolong efisien karena melewati jalan utama Bandung. Anda tidak perlu masuk ke area pinggiran yang rawan macet, sehingga waktu perjalanan tetap terkendali. Pilihan menu sumsum bisa menjadi opsi bagi pencinta rasa gurih yang lebih pekat.
Setelah itu, Batagor Kingsley menjadi persinggahan singkat namun wajib. Tekstur bakso tahu yang renyah di luar dan lembut di dalam berpadu saus kacang pedas-manis yang konsisten. Lokasinya yang strategis di pusat bisnis membuatnya mudah diakses dari berbagai arah.
Alternatif Sehat dan Nuansa Rumahan di Tengah Kota
Bagi yang ingin menyeimbangkan menu, Lotek Macan dapat menjadi pilihan makan siang lanjutan. Bumbu kacang beraroma kencur yang segar membedakan lotek ini dari gado-gado pada umumnya. Selain itu, tersedia menu rumahan lain yang memberikan suasana hangat seperti makan di rumah sendiri.
Letaknya di kawasan pemukiman Lengkong memberikan jeda sejenak dari hiruk-pikuk jalan utama. Tempat ini cocok untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan kuliner berikutnya. Dengan jarak yang masih terjangkau, rute tetap terasa hemat waktu.
Jika menginginkan hidangan nasi dengan cita rasa autentik, Imah Babaturan menjadi pilihan tepat. Nasi cumi cabe ijo dan oseng sapi asap menawarkan rasa rumahan dengan kualitas yang memuaskan. Konsep warung kopi berpadu menu rumahan membuat tempat ini nyaman untuk bersantai sejenak.
Sore Hingga Malam Menutup Hari dengan Rasa Khas
Menjelang sore, Surabi Enhaii di kawasan Setiabudi menghadirkan kudapan tradisional dengan sentuhan modern. Proses memasak menggunakan tungku tanah liat memberi aroma khas yang menggugah selera. Pilihan topping yang beragam membuat surabi cocok dinikmati santai di sore hari.
Saat malam tiba, Bebek Ali Borme di Dipati Ukur menjadi destinasi utama. Daging bebek yang empuk dengan bumbu meresap serta sambal pedas-manis menjadikannya favorit banyak orang. Meski antrean sering panjang, penyajian yang cepat membuat waktu tidak banyak terbuang.
Sebagai penutup, Nasi Kuning Pungkur hadir untuk mengganjal perut di larut malam. Lauk yang beragam dengan nasi kuning pulen dan harum santan menjadi akhir sempurna dari perjalanan kuliner seharian. Jika masih ingin suasana meriah, Sudirman Street Day and Night Market menawarkan banyak pilihan jajanan untuk dinikmati santai sebelum kembali beristirahat.
Dengan rute terencana dan lokasi yang saling berdekatan, wisata kuliner Bandung dalam satu hari bukan lagi sekadar wacana. Pendekatan ini memungkinkan Anda menikmati beragam cita rasa khas tanpa kelelahan di jalan, menjadikan setiap jam di Bandung benar-benar bernilai.