Rupiah

Rupiah Dibuka Melemah Ke Rp 17.019 Per Dolar AS Pagi

Rupiah Dibuka Melemah Ke Rp 17.019 Per Dolar AS Pagi
Rupiah Dibuka Melemah Ke Rp 17.019 Per Dolar AS Pagi

JAKARTA - Pergerakan pasar valuta asing kembali menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik pada awal pekan. 

Sentimen global dan regional membuat pelaku pasar cenderung berhati hati dalam mengambil posisi. Kondisi ini langsung tercermin sejak pembukaan perdagangan pagi.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah di pasar spot pada pembukaan perdagangan hari ini dan di buka di posisi Rp17.019 per dolar AS, Senin.

Posisi rupiah sudah melemah 0,56 persen jika dibanding penutupan perdagangan pada Jumat (6/3/2026) di posisi Rp 16.925 per dolar AS.

Pelemahan Rupiah Sejalan Dengan Tekanan Mata Uang Asia

Tekanan yang dialami rupiah terjadi bersamaan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan. Sentimen eksternal mendorong arus dana bergerak lebih selektif sehingga kurs regional ikut tertekan. Investor terlihat menahan eksposur pada aset berisiko.

Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang Asia laiannya seperti peso Filipina, won Korea Selatan dan dolar Singapura hingga ringgit Malaysia.

Pada pukul 09.00 WIB, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah meosot 1,11 persen dan baht Thailand melemah 0,9 persen.

Pergerakan Mata Uang Utama Asia Di Awal Sesi

Fluktuasi pasar valuta asing kawasan Asia berlangsung cukup tajam pada sesi pembukaan. Sejumlah mata uang utama tercatat bergerak di zona negatif terhadap dolar AS. Tekanan merata menunjukkan kuatnya pengaruh sentimen eksternal.

Nilai tukar won Korea Selatan pagi ini melemah 0,89 persen, dolar Taiwan melemah 0,59 persen serta yen Jepang terkoreksi 0,57 persen.

Pergerakan tersebut memperlihatkan kecenderungan pelaku pasar yang lebih defensif. Permintaan terhadap dolar AS meningkat seiring tingginya ketidakpastian global.

Dolar Singapura Hingga Yuan China Turut Tertekan

Mata uang negara dengan aktivitas perdagangan tinggi di kawasan juga tidak luput dari tekanan. Arah pelemahan serupa menunjukkan sentimen regional yang relatif sejalan. Investor regional cenderung menunggu perkembangan lanjutan pasar global.

Mata uang dolar Singapura dan ringgit Malaysia juga melemah masing-masing 0,51 persen dan 0,5 persen serta yuan China melemah 0,3 persen.

Kondisi ini mempertegas dominasi penguatan dolar AS terhadap mata uang Asia. Pergerakan kurs masih sensitif terhadap dinamika ekonomi global.

Dolar Hongkong Jadi Pengecualian Di Tengah Tekanan

Di tengah mayoritas pelemahan mata uang kawasan, terdapat satu mata uang yang bergerak berbeda arah. Pergerakan ini menjadi sorotan karena terjadi saat tekanan pasar masih dominan. Stabilitas nilai tukarnya terlihat lebih terjaga.

Dolar Hongkong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat 0,09 persen terhadap the greenback di pagi ini.

Situasi tersebut menunjukkan dinamika pasar valuta asing yang tetap bervariasi. Pelaku pasar terus memantau sentimen global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan berikutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index