Saham

Rekomendasi Saham Trading Hari Ini IHSG Dibuka Menguat Signifikan

Rekomendasi Saham Trading Hari Ini IHSG Dibuka Menguat Signifikan
Rekomendasi Saham Trading Hari Ini IHSG Dibuka Menguat Signifikan

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada awal pekan menunjukkan sentimen yang cukup positif. 

Investor menyambut pembukaan perdagangan dengan optimisme setelah mencermati dinamika global dan regional. Arah pergerakan pasar domestik turut dipengaruhi sentimen eksternal yang berkembang beberapa hari terakhir. Momentum ini dimanfaatkan pelaku pasar untuk mencari peluang trading jangka pendek.

Indeks Harga Saham Gabungan atau Indeks Harga Saham Gabungan pada pagi ini dibuka ke zona hijau. Pada pembukaan perdagangan Senin 23 Februari 2026, IHSG berada di posisi 8.334,543. Pembukaan ini mencerminkan adanya dorongan beli sejak awal sesi. Sentimen positif terlihat mendominasi transaksi awal.

Mengacu data RTI Business yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG langsung menguat 77,825 poin setara 0,94 persen ke level 8.349,592. IHSG berada di level tertinggi 8.375,081 dan terendah 8.327,567. Rentang pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang masih terjaga. Aktivitas perdagangan berlangsung cukup aktif pada awal sesi.

Pergerakan Asing Dan Catatan Perdagangan Sebelumnya

Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG Jumat 20 Februari kemarin ditutup turun 0,03 persen. Penurunan tersebut disertai dengan net sell asing sebesar Rp361 miliar. Tekanan jual dari investor asing masih membayangi sejumlah saham besar. Kondisi ini menjadi perhatian pelaku pasar domestik.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, ANTM, GOTO, MBMA, dan INDF. Aksi jual tersebut turut memengaruhi pergerakan indeks secara keseluruhan. Investor biasanya mencermati arus dana asing sebagai indikator sentimen. Meski demikian, pembukaan hari ini menunjukkan adanya potensi pemulihan.

Pergerakan IHSG kerap dipengaruhi dinamika global, termasuk arah bursa Amerika Serikat. Oleh karena itu, sentimen dari pasar internasional menjadi referensi penting. Pelaku pasar domestik menimbang berbagai faktor sebelum mengambil keputusan. Strategi trading jangka pendek pun disesuaikan dengan volatilitas yang ada.

Wall Street Menguat Dipimpin Saham Teknologi

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada Jumat 21 Februari 2026. Penguatan dipimpin saham saham berkapitalisasi besar seperti Alphabet Inc. dan Amazon.com Inc.. Sentimen positif muncul setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Kebijakan tersebut sebelumnya menimbulkan ketidakpastian perdagangan.

Indeks S&P 500 naik 0,69 persen, Nasdaq Composite menguat 0,90 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,47 persen. Saham Alphabet melesat 3,7 persen, Amazon naik 2,6 persen, dan Apple Inc. menguat 1,5 persen. Kenaikan saham teknologi memberi dorongan signifikan terhadap indeks utama. Penguatan ini turut memengaruhi sentimen pasar global.

Kondisi di Wall Street sering menjadi barometer bagi pasar Asia. Ketika indeks utama AS menguat, sentimen risiko cenderung membaik. Hal tersebut berpotensi mendukung pergerakan pasar domestik. Investor lokal memanfaatkan momentum eksternal untuk menentukan posisi.

Pasar Asia Pasifik Beragam

Di sisi lain, pasar Asia Pasifik bergerak beragam pada Jumat 20 Februari 2026. Kondisi ini terjadi setelah ketiga indeks utama Wall Street sebelumnya melemah di tengah tekanan pada saham private credit. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga menambah kehati hatian pelaku pasar. Dinamika geopolitik tetap menjadi faktor penting.

Indeks Nikkei 225 turun 1,12 persen, dan Topix melemah 1,13 persen. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat 2,31 persen, sementara Kosdaq turun 0,58 persen. Pasar saham China daratan dan Hong Kong masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek. Di Australia, indeks S&P ASX 200 melemah 0,05 persen.

Perbedaan arah pergerakan di kawasan menunjukkan sentimen yang belum sepenuhnya solid. Investor regional masih mencermati berbagai perkembangan global. Fluktuasi ini dapat berdampak pada aliran dana ke pasar Indonesia. Oleh sebab itu, pelaku pasar perlu mencermati pergerakan eksternal.

Proyeksi IHSG Dan Level Pergerakan

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG berpotensi untuk bergerak sideways hari ini. Diperkirakan, Support IHSG 8200-8230 dan Resist IHSG 8350-8420,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman. Pernyataan ini memberikan gambaran teknikal bagi trader harian. Level support dan resistance menjadi acuan strategi masuk dan keluar pasar.

Pergerakan sideways mencerminkan potensi konsolidasi jangka pendek. Investor dapat memanfaatkan fluktuasi dalam rentang tersebut untuk trading. Namun manajemen risiko tetap menjadi prioritas utama. Volatilitas pasar global masih dapat memengaruhi arah indeks sewaktu waktu.

Dengan pembukaan yang menguat dan sentimen global yang relatif positif, IHSG memiliki peluang mempertahankan momentum. Meski demikian, arus dana asing dan dinamika regional perlu terus dipantau. Strategi selektif pada saham saham likuid menjadi pilihan rasional. Awal pekan ini menjadi momen penting bagi pelaku pasar dalam menentukan arah transaksi selanjutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index