JAKARTA - Derbi London Utara selalu menghadirkan tensi tinggi, dan edisi kali ini kembali membuktikannya.
Bertempat di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu malam WIB, duel pekan ke-27 Liga Inggris berlangsung sengit sejak awal. Atmosfer panas mengiringi pertemuan dua rival sekota yang sama-sama mengusung ambisi besar.
Arsenal datang dengan target mempertahankan posisi teratas klasemen. Sementara Tottenham ingin memanfaatkan laga kandang untuk memperbaiki situasi mereka. Kombinasi kepentingan tersebut membuat pertandingan berjalan terbuka.
Sejak menit awal, kedua tim tampil agresif dalam duel lini tengah. Tekanan demi tekanan tercipta, disertai intensitas tinggi khas laga derby. Suporter tuan rumah pun terus memberi dukungan penuh sepanjang pertandingan.
Pada akhirnya, The Gunners mampu menunjukkan efektivitas yang lebih tajam. Arsenal memastikan kemenangan meyakinkan 4-1 atas tuan rumah dalam laga sarat gengsi ini.
Saling Balas Gol di Babak Pertama
Arsenal membuka keunggulan pada menit ke-32. Bukayo Saka menyodorkan bola kepada Eberechi Eze di tengah kemelut kotak penalti, dan sang gelandang tanpa kesulitan menceploskan bola ke tengah gawang untuk membawa timnya unggul 1-0.
Keunggulan tersebut tak bertahan lama karena Tottenham langsung merespons dua menit kemudian. Randal Kolo Muani menunjukkan aksi individu gemilang sebelum melepaskan tembakan rendah dari dalam kotak penalti yang tak mampu dihentikan David Raya, membuat skor berubah menjadi 1-1 pada menit ke-34.
Gol cepat balasan Spurs membuat pertandingan semakin hidup. Tempo meningkat dan kedua tim saling bertukar serangan. Intensitas duel fisik pun semakin terasa di setiap lini.
Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, menandakan betapa ketatnya babak pertama. Kedua tim masih menyimpan peluang untuk mengubah jalannya laga di paruh kedua.
Gyokeres Bawa Arsenal Kembali Unggul
Memasuki babak kedua, Arsenal kembali memimpin pada menit ke-47. Viktor Gyokeres mencetak gol lewat tembakan akurat dari tepi kotak penalti yang bersarang di sisi kanan gawang setelah menerima assist dari Jurrien Timber.
Gol tersebut menjadi titik balik penting dalam pertandingan. Arsenal semakin percaya diri mengendalikan permainan dan memperbanyak tekanan. Tottenham dipaksa bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan.
Dominasi lini tengah The Gunners mulai terlihat jelas. Aliran bola yang rapi membuat Spurs kesulitan merebut kendali permainan. Setiap serangan Arsenal terasa berbahaya.
Momentum positif itu terus dimanfaatkan tim tamu. Mereka tidak hanya bertahan atas keunggulan, tetapi juga berusaha memperlebar jarak skor.
Eze dan Gyokeres Segel Kemenangan
The Gunners semakin menjauh pada menit ke-61. Eberechi Eze mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti dan melepaskan sepakan rendah ke tengah gawang untuk mengubah skor menjadi 3-1.
Keunggulan dua gol membuat Arsenal semakin nyaman mengontrol tempo. Tottenham mencoba meningkatkan intensitas serangan, namun penyelesaian akhir belum membuahkan hasil. Pertahanan Arsenal tetap disiplin hingga memasuki menit-menit akhir.
Arsenal menutup laga dengan gol keempat pada menit 90+4. Gyokeres kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambar bola liar di kotak penalti dan melepaskan tembakan ke sudut kanan atas gawang, memastikan kemenangan 4-1.
Hasil akhir 4-1 menegaskan dominasi Arsenal dalam derbi kali ini. Efektivitas di depan gawang menjadi pembeda utama di antara kedua tim.
Dampak ke Klasemen dan Situasi Spurs
Hasil ini membuat Arsenal tetap di puncak klasemen Liga Inggris dengan koleksi 61 poin. Mereka unggul lima angka dari Manchester City dengan satu laga lebih banyak. Posisi tersebut menjaga peluang The Gunners dalam perburuan gelar musim ini.
Kemenangan di laga derby tentu memberi dorongan moral besar bagi Arsenal. Selain mengamankan tiga poin, mereka juga menunjukkan mental kuat di markas rival. Konsistensi kini menjadi fokus utama untuk menjaga jarak di papan atas.
Sementara itu, debut Igor Tudor sebagai pelatih Spurs tidak berjalan manis. Tottenham masih tertahan di peringkat ke-16 dengan raihan 29 poin. Situasi tersebut membuat tekanan terhadap tim tuan rumah semakin meningkat.
Derbi London Utara kali ini bukan hanya soal gengsi, tetapi juga gambaran kontras performa kedua tim. Arsenal melaju mantap di puncak, sedangkan Tottenham harus segera berbenah agar tak semakin terjerumus di papan bawah.