Manchester United

Perbedaan Manchester United Era Michael Carrick Dibanding Amorim Diungkap Benjamin Sesko

Perbedaan Manchester United Era Michael Carrick Dibanding Amorim Diungkap Benjamin Sesko
Perbedaan Manchester United Era Michael Carrick Dibanding Amorim Diungkap Benjamin Sesko

JAKARTA - Perubahan besar langsung terasa di tubuh Manchester United setelah pergantian pelatih pada awal 2026. 

Penunjukan Michael Carrick sebagai caretaker membawa dampak instan yang tidak hanya tercermin dari hasil pertandingan, tetapi juga dari cara bermain Setan Merah di atas lapangan. Dalam waktu singkat, MU mampu bangkit dari periode sulit yang dialami sebelumnya.

Manchester United mencatatkan tiga kemenangan beruntun sejak Carrick dipercaya menangani tim utama. Capaian tersebut menjadi kontras jika dibandingkan dengan performa MU di era Ruben Amorim, yang berujung pada pemecatan pelatih asal Portugal itu oleh manajemen klub.

Rentetan hasil negatif serta konflik internal membuat MU mengambil langkah tegas. Amorim didepak pada awal tahun 2026, sementara Darren Fletcher sempat menjadi pelatih sementara dalam dua laga sebelum Carrick ditunjuk sebagai caretaker utama.

Kebangkitan MU Di Bawah Carrick

Sejak berada di bawah kendali Michael Carrick, permainan Manchester United mengalami perubahan signifikan. Setan Merah tampil lebih agresif, berani, dan efektif dalam memanfaatkan peluang.

MU membuka era Carrick dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas rival sekota Manchester City. Hasil tersebut kemudian dilanjutkan dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Arsenal yang saat itu berstatus pemuncak klasemen.

Tren positif Manchester United berlanjut saat mereka kembali menang 3-2 melawan Fulham. Tiga kemenangan beruntun tersebut menjadi bukti nyata bahwa Carrick mampu membawa angin segar ke dalam skuad.

Respons Positif Dari Fans Dan Pemain

Performa impresif Manchester United langsung menuai pujian dari para pendukung. Fans menilai permainan tim jauh lebih enak ditonton dan para pemain terlihat lebih menikmati permainan mereka.

Di bawah Carrick, banyak pemain MU tampak bermain lepas tanpa tekanan berlebih. Situasi ini dinilai berbeda dibandingkan periode sebelumnya, ketika permainan tim terlihat kaku dan kurang berkembang.

Pujian terhadap Carrick juga datang dari internal tim. Para pemain merasa mendapatkan kepercayaan lebih besar untuk mengekspresikan kemampuan mereka di lapangan.

Pengakuan Sesko Soal Perbedaan Gaya Bermain

Salah satu pemain yang merasakan langsung perubahan tersebut adalah Benjamin Sesko. Penyerang Manchester United itu mengungkapkan adanya perbedaan besar dalam pendekatan tim sejak ditangani Carrick.

Dalam wawancara bersama Sky Sports, Sesko menyoroti instruksi Carrick yang mendorong pemain untuk tampil lebih bebas. Menurutnya, pesan tersebut terus disampaikan Carrick kepada seluruh skuad.

“Memang benar, dia telah mengatakan hal-hal ini berkali-kali kepada tim. Itulah yang sedang kami lakukan,” ujar Sesko.

Kebebasan bermain itu membuat para pemain lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, baik saat menyerang maupun bertahan.

Etos Kerja Tim Mengalami Peningkatan

Sesko juga menekankan bahwa perubahan di Manchester United tidak hanya soal gaya bermain dengan bola. Etos kerja tanpa bola menjadi aspek penting yang ikut mengalami peningkatan.

“ Tetapi bukan hanya itu, Anda dapat melihat betapa kerasnya kami bekerja untuk satu sama lain tanpa bola dan itu juga berkontribusi pada hasil yang baik pada akhirnya.”

Menurut Sesko, setiap pemain kini memiliki fokus dan tanggung jawab yang jelas. Kerja sama tim menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan permainan.

“Etos kerja jelas berbeda. Semua orang fokus dan menjaga ruang mereka. Pada akhirnya, itulah yang terpenting,” papar Sesko seusai menjadi pahlawan kemenangan melawan Fulham.

Pemain Yang Bangkit Di Era Carrick

Pergantian pelatih juga berdampak pada performa sejumlah pemain Manchester United. Beberapa nama yang sebelumnya kurang mendapat menit bermain kini justru tampil menonjol.

Salah satu contoh paling nyata adalah Kobbie Mainoo. Gelandang muda Inggris itu kembali mendapatkan kepercayaan dan kini menjadi andalan di lini tengah Setan Merah.

Di era Ruben Amorim, Mainoo lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Amorim kala itu memilih menggeser Bruno Fernandes ke posisi gelandang tengah.

Perubahan Peran Bruno Fernandes

Situasi berubah di bawah kepemimpinan Michael Carrick. Bruno Fernandes kini dikembalikan ke peran aslinya sebagai gelandang serang. Keputusan tersebut memberi dampak besar bagi keseimbangan permainan MU.

Dengan Fernandes bermain lebih dekat ke lini depan, kreativitas dan aliran bola Manchester United menjadi lebih hidup. Hal ini turut membuka ruang bagi pemain lain untuk berkembang, termasuk Mainoo di lini tengah.

Perubahan peran tersebut dinilai sebagai salah satu faktor utama kebangkitan MU. Carrick mampu memaksimalkan potensi pemain dengan menempatkan mereka sesuai karakter masing-masing.

Melihat hasil positif yang diraih, banyak pihak menilai era Michael Carrick membawa harapan baru bagi Manchester United. Perbedaan pendekatan dibandingkan era Ruben Amorim kini terasa jelas, baik dari sisi taktik, mentalitas, maupun semangat tim di lapangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index