Crypto

Aset Crypto Terbaik Dibeli Hari Ini XRP Bitcoin Ethereum Prospek Awal 2026

Aset Crypto Terbaik Dibeli Hari Ini XRP Bitcoin Ethereum Prospek Awal 2026
Aset Crypto Terbaik Dibeli Hari Ini XRP Bitcoin Ethereum Prospek Awal 2026

JAKARTA - Awal tahun 2026 membawa dinamika baru bagi pasar aset digital, terutama setelah munculnya perkembangan regulasi yang memengaruhi sentimen investor global. 

Harapan akan adopsi kripto secara masif memang masih terbuka, namun dalam jangka pendek hingga menengah, ekspektasi tersebut perlu disesuaikan. Salah satu pemicunya adalah keputusan Coinbase yang menarik dukungan terhadap RUU CLARITY Act, sebuah rancangan aturan aset digital di Amerika Serikat.

Penarikan dukungan tersebut membuat pembahasan regulasi di Senat AS tertunda selama beberapa pekan. Meski demikian, peluang hadirnya regulasi komprehensif masih terbuka lebar pada kuartal ini. Jika kepastian hukum akhirnya tercapai, sejumlah aset kripto utama diperkirakan siap mencetak rekor harga tertinggi baru. Dalam konteks inilah, investor mulai kembali menimbang portofolio kripto terbaik untuk dibeli hari ini.

Regulasi dan Sentimen Pasar Crypto Awal 2026

Ketidakpastian regulasi memang kerap menjadi faktor penekan pasar kripto. Namun di sisi lain, setiap kemajuan menuju kejelasan aturan justru sering kali menjadi katalis positif. Situasi saat ini mencerminkan fase menunggu, di mana pelaku pasar menahan langkah sembari mencermati arah kebijakan pemerintah Amerika Serikat terhadap aset digital.

Bila regulasi yang jelas dan mendukung inovasi benar-benar disahkan, arus dana institusional berpotensi mengalir lebih deras. Kondisi tersebut diyakini akan menguntungkan aset kripto dengan fundamental kuat dan utilitas jelas. Beberapa nama besar seperti XRP, Bitcoin, dan Ethereum kembali menjadi sorotan karena dinilai paling siap memanfaatkan momentum tersebut.

XRP Jaringan Pembayaran Global dengan Target Ambisius

XRP dikenal luas sebagai aset kripto yang fokus pada efisiensi pembayaran lintas batas. Dengan kapitalisasi pasar sekitar 115 miliar dolar AS atau setara Rp1,93 kuadriliun, XRP menempati posisi penting dalam ekosistem kripto global. Kecepatan transaksi yang tinggi dan biaya rendah membuat XRP Ledger kerap disebut sebagai alternatif modern bagi sistem keuangan lama seperti SWIFT.

Pengakuan terhadap teknologi XRP juga datang dari berbagai institusi, termasuk UN Capital Development Fund hingga Gedung Putih. Setelah terbebas dari tekanan hukum dengan SEC, harga XRP sempat melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa di level 3,65 dolar AS pada pertengahan 2025. Koreksi pasar kemudian membawa harganya turun sekitar 48 persen ke area 1,90 dolar AS.

Meski mengalami penurunan, banyak analis menilai fase XRP di bawah 2 dolar AS tidak akan berlangsung lama. Persetujuan ETF spot XRP di Amerika Serikat disebut sebagai katalis utama berikutnya. Dengan akses investor institusional yang semakin luas dan panduan regulasi yang lebih jelas, proyeksi harga XRP menuju 5 dolar AS pada kuartal kedua dinilai realistis.

Bitcoin Tetap Menjadi Pusat Gravitasi Pasar Crypto

Bitcoin masih memegang status sebagai aset kripto paling dominan dan kerap disebut sebagai crypto terbaik untuk dibeli saat ini. Setelah mencatat rekor harga baru di level 126.080 dolar AS pada 6 Oktober lalu, Bitcoin tetap menjadi acuan pergerakan pasar. Koreksi harga yang terjadi justru dianggap sebagian investor sebagai peluang akumulasi.

Prospek Bitcoin semakin menarik dengan munculnya wacana Project Crypto dari regulator AS serta janji pemerintahan Trump terkait pembentukan Cadangan Strategis Bitcoin. Jika salah satu rencana tersebut terealisasi, potensi lonjakan harga Bitcoin ke area 200.000 hingga 250.000 dolar AS pada tahun ini semakin terbuka.

Bahkan tanpa katalis besar tersebut, Bitcoin masih diproyeksikan mampu menembus level 150.000 dolar AS sebelum akhir kuartal. Dengan dominasi lebih dari 1,7 triliun dolar AS dari total kapitalisasi pasar kripto global sekitar 3 triliun dolar AS, Bitcoin terus dipandang sebagai emas digital dan lindung nilai inflasi jangka panjang.

Ethereum Fondasi DeFi yang Bersiap Melanjutkan Reli

Ethereum memegang peranan vital sebagai tulang punggung ekosistem DeFi dan Web3. Dengan kapitalisasi pasar sekitar 352 miliar dolar AS, jaringan ini menjadi rumah bagi ribuan aplikasi terdesentralisasi. Lebih dari 69 miliar dolar AS nilai aset terkunci di jaringan Ethereum, menegaskan aktivitas ekonominya yang sangat tinggi.

Dalam skenario pasar bullish yang solid, Ethereum diprediksi mampu menguji level resistansi 5.000 dolar AS pada Maret mendatang. Level ini akan melampaui rekor tertinggi sebelumnya di 4.946 dolar AS. Jika breakout terjadi dengan kuat, peluang kenaikan menuju 7.500 dolar AS di akhir kuartal terbuka lebar.

Meski demikian, perjalanan jangka panjang Ethereum menuju valuasi lima angka tetap bergantung pada kejelasan regulasi di Amerika Serikat serta kondisi makroekonomi global. Investor disarankan terus memantau perkembangan tersebut sembari mengikuti prediksi harga Ethereum dari sumber yang kredibel.

Bitcoin Hyper Inovasi Baru di Ekosistem Bitcoin

Selain aset besar yang sudah mapan, inovasi tahap awal juga mulai menarik perhatian pasar. Salah satunya adalah Bitcoin Hyper atau HYPER, sebuah proyek Layer-2 Bitcoin yang dirancang untuk mengatasi keterbatasan kecepatan dan biaya transaksi jaringan utama. Proyek ini memanfaatkan Solana Virtual Machine untuk menghadirkan smart contract dan tata kelola terdesentralisasi.

Antusiasme pasar terhadap Bitcoin Hyper terlihat dari keberhasilan presale yang telah mengumpulkan lebih dari 30,1 juta dolar AS atau sekitar Rp505 miliar. Harga token saat ini berada di level 0,013645 dolar AS, dengan sejumlah analis menyebut potensi imbal hasil yang sangat besar setelah token ini melantai di bursa.

Token HYPER berfungsi sebagai inti ekosistem, mencakup pembayaran biaya transaksi, tata kelola, dan staking. Peserta presale juga dapat langsung melakukan staking dengan imbal hasil hingga 38 persen APY. Bagi investor yang ingin terlibat sejak dini dalam evolusi jaringan Bitcoin, Bitcoin Hyper menjadi salah satu proyek yang patut dicermati.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index