Gaya Hidup

Waspadai Wasir Sejak Dini Pola Makan Gaya Hidup Sehari Hari Jadi Pemicu

Waspadai Wasir Sejak Dini Pola Makan Gaya Hidup Sehari Hari Jadi Pemicu
Waspadai Wasir Sejak Dini Pola Makan Gaya Hidup Sehari Hari Jadi Pemicu

JAKARTA - Banyak orang menganggap wasir atau ambeien sebagai gangguan ringan yang bisa hilang dengan sendirinya. 

Padahal, kondisi ini kerap berawal dari kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele. Tanpa disadari, pola makan dan gaya hidup tertentu dapat memicu pembengkakan pembuluh darah di area anus dan rektum bagian bawah, yang kemudian berkembang menjadi wasir dan mengganggu aktivitas.

Secara medis, wasir dikenal dengan istilah hemoroid. Faktor genetik dan usia memang berperan, tetapi dalam praktiknya, pemicu paling sering justru berasal dari rutinitas harian. Dokter spesialis bedah Franky Mainza Zulkarnain mengungkapkan bahwa ada sejumlah kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi tersebut.

Memahami faktor pemicu, gejala, hingga pilihan penanganan menjadi langkah penting agar wasir tidak berkembang menjadi lebih parah. Dengan penanganan tepat sejak awal, risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga.

Pola hidup yang memicu pembengkakan pembuluh darah

Dalam keseharian, ada beberapa pola hidup yang sering luput dari perhatian namun berdampak besar terhadap kesehatan saluran cerna. Salah satunya adalah kebiasaan mengejan terlalu keras saat buang air besar akibat sembelit. Tekanan berlebih ini dapat memicu pelebaran pembuluh darah vena di sekitar anus.

Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama juga berisiko menekan area rektum. Kondisi ini kerap dialami oleh pekerja kantoran atau mereka yang jarang bergerak. Tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat menghambat aliran darah dan memicu varises di area tersebut.

Kehamilan juga termasuk faktor pemicu karena rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah di panggul. Aliran darah yang terhambat ini meningkatkan risiko munculnya wasir, terutama pada trimester akhir kehamilan.

Berat badan dan pola makan berpengaruh besar

Berat badan berlebih atau obesitas turut memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah di area panggul dan anus. Kondisi ini membuat pembuluh darah lebih mudah melebar dan membengkak, terutama jika disertai gaya hidup kurang aktif.

Dari sisi pola makan, konsumsi makanan pedas secara berlebihan juga dapat menjadi pemicu. Makanan pedas merangsang gerakan usus menjadi lebih cepat, sehingga tekanan pada pembuluh darah meningkat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memperparah kondisi hemoroid.

Sayangnya, banyak orang mengabaikan gejala awal. Benjolan yang hanya muncul saat buang air besar dan dapat masuk kembali sering dianggap tidak berbahaya. Padahal, jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat berkembang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tanda awal wasir yang tidak boleh diabaikan

Mengenali gejala wasir sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Beberapa tanda yang umum dirasakan antara lain rasa gatal, nyeri, atau perih di area anus. Sensasi ini sering muncul setelah buang air besar.

Gejala lain yang patut diwaspadai adalah munculnya darah merah segar pada tisu, kloset, atau feses. Selain itu, benjolan atau tonjolan di sekitar anus juga menjadi ciri khas wasir yang cukup sering ditemui.

Pada kondisi tertentu, lendir atau bahkan feses dapat keluar setelah buang air besar. Rasa nyeri saat buang air besar dan pembengkakan sensitif di sekitar anus, terutama saat mengejan, juga termasuk gejala yang perlu mendapat perhatian medis.

Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan

Menurut Franky Mainza Zulkarnain, penanganan wasir sangat bergantung pada tingkat keparahannya. Pada kasus yang masih ringan, perubahan gaya hidup sering kali sudah cukup untuk membantu pemulihan.

Langkah sederhana seperti memperbanyak konsumsi makanan berserat, meningkatkan asupan cairan, serta menghindari kebiasaan mengejan keras dapat membantu mengurangi keluhan. Mengurangi waktu duduk terlalu lama juga sangat dianjurkan untuk mencegah tekanan berlebih pada rektum.

Ia juga menyarankan terapi sitz bath atau berendam air hangat pada stadium awal. Terapi ini bertujuan melenturkan pembuluh darah dan membantu memperbaiki fungsi katup vena di area anus.

Tindakan medis pada kondisi wasir berat

Jika wasir disertai gejala berat seperti pendarahan yang signifikan dan nyeri hebat, maka diperlukan penanganan medis lebih lanjut. Dalam kondisi ini, penggunaan obat-obatan atau tindakan tertentu dari dokter menjadi pilihan yang diperlukan.

Untuk hemoroid stadium lanjut, khususnya stadium tiga dan empat, terapi operatif dapat dilakukan. Beberapa metode yang tersedia antara lain hemorrhoidectomy konvensional, rubber band ligation, skleroterapi, hingga berbagai teknik berbasis teknologi modern.

Pilihan tindakan akan disesuaikan dengan kondisi pasien, tingkat keparahan, serta pertimbangan medis lainnya. Tujuannya adalah mengurangi keluhan, mencegah komplikasi, dan memperbaiki kualitas hidup pasien.

Mengenal prosedur laser hemorrhoidoplasty

Salah satu metode yang kini banyak digunakan adalah Laser Hemorrhoidoplasty atau LHP. Franky menjelaskan bahwa prosedur ini merupakan tindakan minimal invasif untuk menangani hemoroid internal maupun eksternal.

LHP menggunakan laser diode untuk mereduksi jaringan hemoroid tanpa menyentuh daerah anoderm. Selain itu, prosedur ini membantu merekonstruksi anatomi secara lebih alami, sehingga proses pemulihan relatif lebih cepat.

Prosedur ini biasanya berlangsung kurang dari satu jam dengan kondisi pasien dibius total dan ditambah bius lokal di sekitar anus. Alat pemancar laser fiber dimasukkan ke dalam hemoroid hingga jaringan tereduksi sekitar 40 hingga 60 persen. Pendekatan ini dinilai efektif dan minim trauma dibandingkan operasi konvensional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index