Kereta Api

Okupansi Kereta Api Bandung Libur Isra Miraj 2026 Capai 72,4Persen

Okupansi Kereta Api Bandung Libur Isra Miraj 2026 Capai 72,4Persen
Okupansi Kereta Api Bandung Libur Isra Miraj 2026 Capai 72,4Persen

JAKARTA - Libur keagamaan kerap menjadi momen peningkatan mobilitas masyarakat, termasuk saat peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. 

Pada tahun 2026, libur yang jatuh pada Jumat, 16 Januari, dimanfaatkan banyak orang untuk bepergian, baik untuk berwisata singkat maupun pulang ke daerah asal. Kereta api kembali menjadi pilihan utama karena dinilai praktis dan efisien. Kondisi ini terlihat jelas dari data pergerakan penumpang di wilayah Bandung.

Peningkatan perjalanan tersebut tercermin dari catatan resmi operator perkeretaapian. Selama libur Isra Mi’raj 1447 Hijriah, arus penumpang di stasiun-stasiun Bandung menunjukkan angka signifikan. 

Aktivitas datang dan berangkat berlangsung relatif seimbang, menandakan Bandung tetap menjadi magnet perjalanan. Situasi ini sekaligus menggambarkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

Mobilitas Penumpang Meningkat di Wilayah Bandung

Momentum libur Isra Mi’raj 2026 dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan moda kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daop 2 Bandung mencatat tingginya mobilitas pelanggan selama periode tersebut. 

Tidak hanya penumpang yang datang ke Kota Bandung, tetapi juga mereka yang bepergian ke luar wilayah. Aktivitas ini berlangsung sejak awal libur hingga akhir pekan.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan pembaruan data hingga Jumat, 16 Januari 2026 siang. Pada hari itu tercatat sebanyak 14.030 pelanggan berangkat dan 14.967 pelanggan tiba di seluruh stasiun wilayah Daop 2 Bandung. 

Angka tersebut mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat selama libur singkat. Kondisi ini juga menunjukkan distribusi penumpang yang cukup merata.

Stasiun Bandung dan Kiaracondong Paling Padat

Untuk penumpang berangkat, Stasiun Bandung melayani 4.737 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Kiaracondong dengan 3.226 pelanggan, disusul Stasiun Cianjur sebanyak 972 pelanggan. Stasiun Tasikmalaya melayani 710 pelanggan, sementara Stasiun Cipatat mencatat 679 pelanggan berangkat. Data ini menunjukkan dominasi stasiun besar sebagai titik awal perjalanan.

Sementara itu, arus kedatangan juga menunjukkan pola serupa. Stasiun Bandung mencatat kedatangan 5.185 pelanggan, diikuti Stasiun Kiaracondong dengan 2.742 pelanggan. Stasiun Cianjur menerima 1.077 pelanggan, Stasiun Tasikmalaya 1.046 pelanggan, dan Stasiun Cipatat 931 pelanggan. Angka tersebut menegaskan bahwa Bandung tetap menjadi tujuan favorit selama libur keagamaan.

Rekap Pergerakan Selama Dua Hari Libur

Secara kumulatif, pergerakan penumpang selama dua hari libur juga terbilang tinggi. Selama periode 15–16 Januari 2026, jumlah pelanggan yang berangkat dari seluruh stasiun wilayah Daop 2 Bandung mencapai 29.020 orang. Pada waktu yang sama, jumlah pelanggan yang tiba tercatat sebanyak 29.680 orang. Selisih tipis ini menunjukkan keseimbangan arus perjalanan.

"Secara kumulatif, selama dua hari periode 15–16 Januari 2026, jumlah pelanggan yang berangkat dari seluruh stasiun wilayah Daop 2 Bandung mencapai 29.020 orang, sedangkan jumlah pelanggan yang tiba tercatat sebanyak 29.680 orang," kata Kuswardojo. 

Pernyataan ini menegaskan besarnya minat masyarakat menggunakan kereta api. Data tersebut juga menjadi indikator keberhasilan layanan selama masa libur.

Okupansi Tinggi Selama Long Weekend

Seiring tingginya pergerakan pelanggan, penjualan tiket selama long weekend Isra Mi’raj menunjukkan capaian positif. Hingga Jumat siang, tercatat sebanyak 48.829 tiket telah terjual. Tingkat okupansi mencapai 72,4 persen dari total 67.410 tempat duduk yang disediakan. Angka ini mencerminkan pemanfaatan kapasitas yang optimal.

"Tingginya angka penumpang tersebut menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit masyarakat dengan keunggulan dari sisi keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu, khususnya pada momentum libur keagamaan yang berdekatan dengan akhir pekan," katanya. 

Pernyataan tersebut menegaskan posisi kereta api sebagai pilihan utama. Faktor kenyamanan dan ketepatan waktu masih menjadi daya tarik utama bagi pelanggan.

Program Diskon dan Imbauan Perjalanan

Selain memastikan kelancaran operasional selama libur Isra Mi’raj, KAI Daop 2 Bandung juga menghadirkan program diskon tarif. Diskon sebesar 10 persen diberikan untuk KA Pasundan relasi Kiaracondong–Surabaya Gubeng pulang pergi. Program ini berlaku untuk keberangkatan 11 Januari hingga 10 Maret 2026. Seluruh channel penjualan resmi KAI dapat digunakan untuk mengakses promo tersebut.

Adapun ketentuan diskon tidak berlaku untuk tarif khusus serta tidak dapat digabungkan dengan reduksi dan atau diskon lainnya. Tiket dengan tarif diskon tetap dapat dibatalkan dan diubah jadwalnya sesuai dengan aturan yang berlaku. 

"KAI Daop 2 Bandung mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memperhatikan jadwal keberangkatan, dan datang lebih awal ke stasiun guna mendukung kelancaran serta kenyamanan perjalanan bersama," kata Kuswardojo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index