Berapa Harga Franchise Mixue? Ini Rincian Biaya dan Syarat Lokasinya

Berapa Harga Franchise Mixue? Ini Rincian Biaya dan Syarat Lokasinya
harga franchise mixue

Jakarta - Nama Mixue sudah sangat dikenal luas sebagai gerai es krim dan minuman yang mudah ditemui di berbagai kota, mulai dari pusat perbelanjaan hingga pinggir jalan. 

Produk yang dijual terjangkau, antreannya sering panjang, dan brand-nya kuat, sehingga banyak orang bertanya-tanya mengenai harga franchise Mixue dan apakah peluang bisnis ini masih menarik untuk dijalankan.

Di balik tampilan gerai yang sederhana, Mixue menawarkan sistem waralaba yang cukup terstruktur. 

Modal awalnya memang memerlukan investasi, namun masih relatif terjangkau dibanding beberapa franchise besar lain di sektor makanan dan minuman. 

Artikel ini membahas secara lengkap harga franchise Mixue, paket yang ditawarkan, persyaratan lokasi, dan gambaran kasar pengembalian modal, sehingga calon pebisnis bisa menilai peluang usaha ini dengan lebih realistis.

Sekilas Tentang Waralaba Mixue

Mixue berasal dari Tiongkok dan terkenal sebagai merek minuman es krim serta teh dengan harga terjangkau. 

Di Indonesia, pertumbuhannya sangat cepat sejak pertama kali hadir, dengan gerai yang kini tersebar di berbagai kota besar maupun wilayah lainnya.

Bisnis Mixue dijalankan dengan sistem waralaba. Dalam skema ini, pihak pusat menyediakan merek, standar operasional, bahan baku utama, serta panduan kualitas produk. 

Sementara itu, mitra waralaba bertanggung jawab menyiapkan modal, memilih lokasi strategis, dan mengelola operasional harian sesuai ketentuan. 

Model ini memastikan konsistensi rasa, harga, dan tampilan gerai di seluruh jaringan.

Berapa Harga Franchise Mixue di Indonesia

Di Indonesia, harga franchise Mixue umumnya berkisar antara Rp800 juta hingga Rp1,2 miliar. 

Jumlah ini mencerminkan total biaya dari beberapa komponen berbeda, bukan sekadar biaya tunggal. 

Besarnya modal awal bisa bervariasi tergantung lokasi, ukuran gerai, dan kota tempat usaha berada. 

Gerai yang berada di pusat kota atau area premium biasanya memerlukan investasi lebih besar dibandingkan di kota kecil. 

Meski Mixue tidak menerapkan biaya waralaba tahunan seperti beberapa brand lain, biaya awal tetap mencakup berbagai kebutuhan penting yang cukup signifikan.

Rincian Biaya Paket Franchise Mixue

Dalam paket waralaba Mixue, mitra perlu menyiapkan beberapa jenis biaya utama:

  • Biaya lisensi merek dan sistem bisnis, yang mencakup hak penggunaan brand Mixue serta seluruh sistem operasional. Besaran biaya ini bisa mencapai ratusan juta rupiah dan biasanya dibayarkan di awal kerja sama.
  • Biaya pembangunan dan renovasi gerai, karena Mixue memiliki standar desain khusus yang wajib diikuti. Biaya ini meliputi penataan interior, eksterior, signage, dan layout sesuai pedoman pusat.
  • Biaya perlengkapan dan mesin, termasuk mesin es krim, mesin minuman, freezer, serta peralatan operasional lain yang biasanya direkomendasikan atau disediakan oleh pihak pusat.
  • Biaya bahan baku awal, di mana penggunaan bahan baku dari pusat atau distributor resmi diwajibkan. Mitra perlu menyiapkan stok awal agar gerai dapat beroperasi lancar sejak hari pertama.
  • Biaya pelatihan dan pembukaan gerai, yang meliputi pelatihan karyawan, pemahaman sistem operasional, dan pendampingan saat soft opening atau grand opening.

Jika semua komponen biaya ini dijumlahkan, total investasi yang dibutuhkan bisa mencapai ratusan juta hingga lebih dari satu miliar rupiah, tergantung ukuran gerai dan lokasi.

Apakah Ada Royalti Bulanan Mixue

Salah satu hal yang sering dipertanyakan adalah soal royalti. Mixue umumnya tidak mengenakan biaya royalti bulanan berdasarkan persentase omzet seperti beberapa waralaba lain. 

Namun, biaya lanjutan tetap ada karena mitra diwajibkan membeli bahan baku dari pusat. Mekanisme ini memungkinkan margin pusat tetap berjalan, sehingga sistem lebih fokus pada pengendalian rantai pasok daripada pemotongan langsung dari penjualan. 

Dengan model ini, arus kas mitra menjadi lebih stabil karena tidak ada potongan royalti yang fluktuatif setiap bulan.

Kriteria Lokasi Franchise

Pemilihan lokasi menjadi aspek penting dalam pengajuan waralaba Mixue. Pihak pusat cukup selektif untuk menghindari kanibalisasi antar gerai. 

Lokasi yang memiliki lalu lintas tinggi—baik pejalan kaki maupun kendaraan—menjadi prioritas, seperti dekat sekolah, kampus, perkantoran, pusat perbelanjaan, atau area padat penduduk.

Ukuran gerai minimal biasanya 20–30 meter persegi, tergantung konsepnya. Lokasi harus mudah terlihat dari jalan dan memiliki fasilitas listrik serta air yang memadai. 

Selain itu, jarak dengan gerai Mixue lainnya diperhatikan agar tidak terlalu dekat.

Proses Pengajuan Franchise

Tahap awal dimulai dengan pendaftaran ke pihak pusat, diikuti pengisian data pribadi, informasi keuangan, dan rencana lokasi. 

Setelah itu, Mixue melakukan survei lokasi. Jika lokasi disetujui, proses dilanjutkan ke tahap kerja sama dan pembayaran biaya awal. 

Berikutnya, dilakukan renovasi, pengadaan peralatan, serta pelatihan staf. Setelah semua persiapan selesai, gerai dapat dibuka secara resmi dengan pendampingan dari tim pusat. 

Secara keseluruhan, dari pendaftaran hingga opening biasanya membutuhkan beberapa bulan, tergantung kesiapan lokasi dan kelengkapan dokumen.

Estimasi Omzet Gerai

Pendapatan harian gerai Mixue sangat bergantung pada lokasi dan jam operasional. Di area ramai, omzet per hari bisa mencapai jutaan rupiah. 

Sebagai contoh, jika satu gerai menjual 300–500 cup per hari dengan harga rata-rata Rp15 ribu, omzet harian bisa sekitar Rp4,5 juta hingga Rp7,5 juta. Dalam sebulan, angka ini berpotensi mencapai Rp135 juta hingga Rp225 juta. 

Perlu dicatat, angka tersebut belum dikurangi biaya operasional seperti bahan baku, gaji karyawan, sewa tempat, listrik, dan kebutuhan lainnya.

Estimasi Balik Modal Franchise Mixue

Dengan modal awal sekitar Rp1 miliar, banyak calon mitra ingin mengetahui kapan modal mereka bisa kembali. 

Secara kasar, pengembalian investasi biasanya diperkirakan antara 2 hingga 3 tahun. Jika margin bersih bulanan berkisar 15–25 persen dari omzet, maka keuntungan per bulan bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

Sebagai ilustrasi, dengan omzet Rp180 juta per bulan dan margin bersih 20 persen, keuntungan bersih sekitar Rp36 juta per bulan. 

Dengan perhitungan ini, modal awal Rp1 miliar dapat kembali dalam waktu kurang lebih 28–30 bulan. 

Perlu dicatat, angka tersebut sangat dipengaruhi oleh performa gerai, biaya sewa, dan efisiensi operasional.

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai

Franchise Mixue bukanlah bisnis yang sepenuhnya pasif. Meski sistem sudah disediakan, pengelolaan harian tetap memerlukan pengawasan. 

Kualitas produk, pelayanan, dan manajemen karyawan menjadi faktor penting yang memengaruhi penjualan.

Karena harga produk relatif terjangkau, volume penjualan menjadi penentu utama kesuksesan. 

Gerai yang berada di lokasi kurang strategis mungkin kesulitan mencapai target omzet. Memahami struktur biaya dan proyeksi pendapatan sejak awal sangat membantu calon mitra memiliki ekspektasi realistis.

Keseimbangan antara Modal dan Brand

Biaya untuk memulai franchise Mixue berkisar dari ratusan juta hingga lebih dari satu miliar rupiah, bergantung pada lokasi dan skala gerai. 

Biaya tersebut mencakup kerjasama merek, renovasi, peralatan, dan persediaan bahan baku awal.

Dengan brand yang sudah dikenal luas dan harga produk yang ramah di kantong, Mixue menawarkan potensi omzet menarik. 

Meski begitu, keberhasilan sangat tergantung pada pemilihan lokasi dan pengelolaan operasional. 

Memahami seluruh biaya, syarat lokasi, serta estimasi pengembalian modal sejak awal akan membantu kamu menilai apakah bisnis ini sesuai dengan kapasitas dan rencana strategis yang dimiliki.

Sebagai penutup, mengetahui rincian biaya dan potensi keuntungan sangat penting sebelum memulai bisnis, terutama saat mempertimbangkan harga franchise Mixue.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index