JAKARTA - Momentum libur panjang selalu menjadi periode sibuk bagi moda transportasi publik, termasuk kereta api yang menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian antarkota.
Pada momen libur Paskah tahun ini, lonjakan pergerakan penumpang terlihat jelas di berbagai stasiun keberangkatan di Jakarta. Data terbaru menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan layanan kereta api untuk perjalanan jarak jauh.
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat jumlah penumpang kereta dari Jakarta menuju berbagai stasiun di Pulau Jawa mencapai 30.304 orang pada masa libur Paskah periode 2 sampai 6 April 2026. Angka ini menggambarkan mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan selama periode libur keagamaan tersebut.
"Sementara 35.372 penumpang datang di berbagai stasiun wilayah operasional," kata Franoto Wibowo di Jakarta, dilansir Antara, Jumat 3 April 2026. Data ini menunjukkan bahwa arus kedatangan bahkan lebih tinggi dibandingkan keberangkatan.
Fenomena ini mencerminkan adanya pergerakan dua arah yang cukup seimbang, baik dari Jakarta menuju daerah maupun sebaliknya. Kondisi ini menjadi indikator penting dalam mengukur tingkat mobilitas masyarakat selama libur panjang.
Sebaran Penumpang di Stasiun Utama Jakarta
Volume keberangkatan tertinggi tercatat di Stasiun Pasar Senen sebanyak 12.390 penumpang. Stasiun ini memang dikenal sebagai salah satu pusat keberangkatan utama untuk perjalanan jarak jauh dengan tarif yang lebih terjangkau.
Di posisi berikutnya terdapat Stasiun Gambir dengan jumlah 9.439 penumpang. Selain itu, pergerakan juga terjadi di stasiun lain seperti Jatinegara, Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek.
Sementara itu, volume kedatangan penumpang tertinggi juga terjadi di Stasiun Pasar Senen dengan 13.587 penumpang. Angka ini disusul oleh Stasiun Gambir sebanyak 8.612 penumpang.
Distribusi penumpang yang tersebar di berbagai stasiun menunjukkan bahwa layanan kereta api masih menjadi pilihan favorit bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan antarwilayah.
Puncak Perjalanan dan Tingkat Okupansi Kereta
Secara kumulatif selama periode 2 sampai 6 April 2026, puncak keberangkatan terjadi pada 2 April sebanyak 37.309 penumpang. Lonjakan ini menandai awal arus mudik libur Paskah yang cukup signifikan.
Sementara itu, total kapasitas tempat duduk kereta api jarak jauh yang disediakan mencapai 226.225 kursi. Dari jumlah tersebut, tiket yang telah terjual sebanyak 113.219 tiket.
Dengan demikian, tingkat okupansi baru mencapai sekitar 50 persen. Angka ini menunjukkan masih adanya ketersediaan kursi bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan di sisa periode libur.
Kondisi ini memberikan fleksibilitas bagi calon penumpang dalam memilih jadwal perjalanan tanpa harus khawatir kehabisan tiket.
Dominasi Penjualan Tiket Berdasarkan Kelas Layanan
Dari sisi kelas layanan, penjualan tiket didominasi oleh kelas ekonomi komersial sebanyak 54.677 tiket. Kelas ini menjadi pilihan utama karena menawarkan harga yang lebih terjangkau.
Di posisi berikutnya terdapat kelas eksekutif dengan penjualan mencapai 38.561 tiket. Sementara itu, kelas ekonomi PSO juga turut menyumbang jumlah penumpang yang cukup signifikan.
Franoto mengatakan selama periode libur panjang, KAI Daop 1 Jakarta masih menyediakan banyak tempat duduk bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan kereta api.
"Okupansi saat ini baru mencapai sekitar 50 persen, sehingga pelanggan masih memiliki fleksibilitas dalam memilih jadwal perjalanan,” ujar Franoto.
Kesiapan Operasional dan Penambahan Perjalanan Kereta
Lebih lanjut, KAI Daop 1 Jakarta telah mempersiapkan secara optimal, baik dari sisi sarana maupun pelayanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu.
Selama periode libur Paskah, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan sebanyak 68 perjalanan kereta api reguler jarak jauh. Selain itu, terdapat tambahan 16 perjalanan kereta api untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Tambahan tersebut terdiri dari 10 kereta tambahan dari Stasiun Gambir dan 6 kereta tambahan dari Stasiun Pasar Senen. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas layanan.
Kesiapan ini menunjukkan komitmen KAI dalam menjaga kualitas pelayanan meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang secara signifikan.
Pergerakan Penumpang Kereta Lokal Selama Libur
Di sisi lain, layanan kereta api lokal juga mencatat jumlah penumpang yang cukup tinggi selama periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tidak hanya terjadi pada perjalanan jarak jauh.
KA Pangrango melayani 16.003 penumpang selama periode 2 sampai 6 April dengan volume 3.813 penumpang pada 3 April. Sementara itu, KA Siliwangi melayani 3.794 penumpang dengan volume harian 1.889 penumpang pada tanggal yang sama.
Data ini menunjukkan bahwa kereta lokal tetap menjadi pilihan penting bagi masyarakat untuk perjalanan jarak dekat. Fleksibilitas jadwal dan harga yang terjangkau menjadi faktor utama.
Dengan tingginya pergerakan penumpang baik jarak jauh maupun lokal, moda transportasi kereta api kembali membuktikan perannya sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat selama libur panjang.