JAKARTA - Takoyaki kini bukan lagi jajanan yang sulit ditemukan di Indonesia.
Camilan berbentuk bulat ini semakin akrab dijumpai di kaki lima hingga pusat perbelanjaan. Teksturnya lembut di bagian dalam dan sedikit renyah di luar membuat banyak orang menyukainya.
Menariknya, proses membuat takoyaki ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Dengan bahan yang tersedia di pasar tradisional, siapa pun bisa mencoba membuatnya sendiri. Selain untuk konsumsi keluarga, camilan ini juga berpeluang menjadi ide usaha rumahan.
Menurut laman TasteAtlas, takoyaki adalah camilan khas Jepang yang berasal dari Osaka sekitar tahun 1935. Makanan ini dibuat dari adonan tepung berbasis telur yang dimasak dalam cetakan khusus berbentuk setengah bola. Di dalamnya biasanya terdapat potongan gurita, lalu disajikan dengan saus takoyaki, mayones, katsuobushi, serta taburan aonori.
Seiring popularitasnya yang mendunia, takoyaki mengalami banyak penyesuaian bahan di berbagai negara. Indonesia termasuk yang kreatif memodifikasi resep agar sesuai selera lokal. Bahan impor pun dapat diganti tanpa menghilangkan ciri khas rasanya.
Hal ini juga diakui oleh Johan 39 tahun, mantan penjual takoyaki skala UMKM di Klaten, Jawa Tengah. Ia pernah berjualan menggunakan bahan lokal tanpa mengurangi cita rasa kepada tim Liputan6.com, Senin 9/3/2026. Pengalamannya membuktikan bahwa kreativitas bahan menjadi kunci.
Kombinasi Tepung Praktis Bikin Tekstur Lebih Gurih Renyah
Menurut Johan, kunci utama dalam trik membuat takoyaki dengan bahan yang mudah didapat di pasar lokal terletak pada komposisi adonan, teknik memasak, dan kreativitas dalam memilih isian. Salah satu trik yang sering digunakan Johan adalah mencampurkan tepung terigu dengan tepung bumbu ayam krispi.
Perbandingan yang digunakan adalah 1:1.
Campuran ini membuat adonan lebih gurih dan menghasilkan tekstur luar yang sedikit renyah tanpa perlu menambahkan banyak bumbu tambahan. Menurut Johan, trik sederhana ini sangat membantu ketika berjualan karena bisa mempercepat proses memasak sekaligus memberikan rasa yang lebih kuat.
Alternatif Dashi Lokal Yang Tetap Gurih Dan Mudah Dicari
Dashi adalah kaldu khas Jepang yang biasanya digunakan dalam masakan seperti takoyaki. Namun bahan ini tidak selalu mudah ditemukan di pasar tradisional. Keterbatasan tersebut membuat banyak pelaku usaha mencari pengganti yang lebih praktis.
Sebagai alternatif, Johan biasanya menggunakan beberapa bahan pengganti seperti kecap ikan serta ikan teri medan atau udang rebon yang disangrai lalu dihaluskan. Kedua bahan ini mampu memberikan rasa gurih yang mirip dengan dashi dan bahkan lebih cocok dengan selera lokal.
Teknik Adonan Dan Cetakan Menentukan Bentuk Sempurna
Banyak pemula membuat adonan terlalu kental seperti adonan gorengan. Padahal, menurut Johan, adonan takoyaki seharusnya cukup cair. Adonan yang cair membuat bagian dalam takoyaki menjadi lembut dan creamy setelah matang.
Selain itu, adonan perlu diaduk kembali sebelum dituangkan ke cetakan karena tepung biasanya mengendap di bagian bawah. Konsistensi adonan yang tepat membantu proses pematangan lebih merata.
Cetakan takoyaki juga harus benar benar panas sebelum adonan dituangkan. Jika cetakan kurang panas, takoyaki akan sulit dibalik dan bentuknya tidak bulat. Johan selalu memastikan cetakan dipanaskan dengan api kecil dan setiap lubang diberi sedikit minyak goreng.
Banyak orang mengira takoyaki harus langsung bulat sempurna sejak awal. Padahal proses membentuk bola takoyaki memang dilakukan sambil memutar adonan menggunakan tusuk sate. Jika ada adonan yang meluber keluar lubang cetakan, itu justru normal dan bisa dirapikan saat diputar.
Isian Variatif Lebih Hemat Cocok Untuk Usaha Rumahan
Takoyaki tradisional menggunakan potongan gurita sebagai isian utama. Namun untuk usaha kecil atau produksi rumahan, bahan ini bisa diganti dengan berbagai alternatif yang lebih murah dan mudah didapat. Penyesuaian ini membuat biaya produksi lebih efisien.
Beberapa pilihan isian yang bisa digunakan antara lain sosis, bakso, keju, ayam suwir, dan jamur. Johan juga sering menambahkan sayuran seperti kol, wortel, atau jamur yang ditumis sebentar agar isiannya lebih padat dan bergizi.
Resep Praktis Takoyaki Rumahan Dari Pengalaman Pelaku UMKM
Resep berikut diadaptasi dari pengalaman Johan saat berjualan takoyaki skala UMKM. Bahan adonan meliputi 100 gram tepung terigu, 100 gram tepung bumbu ayam krispi, 1 butir telur, 1 sendok makan maizena, setengah sendok teh garam, setengah sendok teh baking powder, 650 ml air, serta 1 sendok teh kaldu ikan atau bubuk teri sangrai.
Bahan isian terdiri dari potongan gurita rebus opsional, sosis atau bakso, keju potong kecil, daun bawang iris, serta kol atau wortel tumis opsional. Topping yang digunakan adalah saus takoyaki, mayones, saus tomat, katsuobushi, dan aonori atau parsley kering.
Cara membuat dimulai dengan mencampurkan tepung terigu, tepung bumbu, maizena, garam, dan baking powder dalam satu wadah. Masukkan telur lalu tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tidak ada gumpalan. Diamkan adonan beberapa menit lalu aduk kembali sampai benar benar halus.
Panaskan cetakan takoyaki dan olesi setiap lubang dengan minyak goreng. Tuang adonan ke dalam lubang cetakan lalu masukkan isian seperti sosis, bakso, atau gurita serta irisan daun bawang. Setelah bagian bawah mulai matang, gunakan tusuk sate untuk memutar adonan hingga membentuk bola.
Tambahkan sedikit adonan jika ada bagian yang masih kosong. Putar terus hingga takoyaki matang dan berwarna kecokelatan. Angkat dan sajikan dengan saus takoyaki, mayones, katsuobushi, dan aonori.
Takoyaki termasuk makanan yang cukup populer di Indonesia dan memiliki potensi besar sebagai usaha kuliner skala kecil. Modal bahan relatif murah terutama jika menggunakan bahan lokal. Proses pembuatan juga cepat sehingga cocok dijual di lokasi ramai.
Dengan memahami trik membuat takoyaki dengan bahan yang mudah didapat di pasar lokal, siapa pun bisa mencoba memulai usaha kecil dari rumah. Selain menambah pemasukan, sajian ini juga digemari berbagai kalangan usia.