JAKARTA - Bulan Ramadan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Selain menjalankan puasa sebagai kewajiban utama, banyak amalan lain yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan suci ini. Berbagai ibadah tambahan diyakini mampu menambah keberkahan serta meningkatkan pahala bagi setiap muslim yang melaksanakannya dengan ikhlas.
Kesempatan ini juga sering dimanfaatkan oleh berbagai program dakwah untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya memperbanyak amal. Salah satu kegiatan tersebut adalah kajian singkat yang membahas berbagai amalan sunah yang dapat dilakukan selama Ramadan.
Melalui kajian keagamaan yang disampaikan oleh para ustadz, masyarakat diharapkan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna ibadah di bulan Ramadan. Selain itu, kajian tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial.
Dalam salah satu kajian yang disiarkan melalui program Ramadhan Vaganza, pembahasan mengenai sedekah dan ibadah sunah kembali diangkat sebagai tema utama untuk mengingatkan umat Islam tentang pentingnya memaksimalkan ibadah di bulan penuh berkah ini.
Kajian Ramadan dalam Program Ramadhan Vaganza
Segmen “Berkahnya Ramadan” dalam program Ramadhan Vaganza kembali menghadirkan kajian singkat keagamaan pada Jumat, 6 Maret 2026 atau bertepatan dengan 16 Ramadan 1447 Hijriyah.
Dalam segmen yang dipandu Dipa ini, Ustadz Atang Jailani hadir sebagai narasumber dengan tema “Perbanyak Ibadah Agar Semakin Berkah”.
Program tersebut menjadi salah satu sarana penyampaian pesan keagamaan kepada masyarakat selama bulan Ramadan. Kajian singkat yang disampaikan diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sederhana namun bermakna bagi para pendengar.
Dalam siaran yang juga tayang live di kanal YouTube Pro 2 Pontianak tersebut, Ustadz Atang menjelaskan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah selain puasa wajib.
Melalui program ini, masyarakat diajak untuk mengingat kembali berbagai amalan yang dapat dilakukan selama bulan Ramadan agar ibadah yang dijalankan menjadi lebih bermakna.
Amalan Sunah yang Dianjurkan di Ramadan
Dalam pemaparannya, Ustadz Atang menekankan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Bulan suci ini juga merupakan waktu yang sangat baik untuk meningkatkan berbagai bentuk ibadah lainnya.
“Ibadah yang paling dianjurkan di bulan Ramadan selain puasa adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, melaksanakan salat sunah seperti tahajud dan duha, serta menolong sesama,” kata Ustadz Atang.
Berbagai amalan tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas spiritual seseorang selama Ramadan. Dengan memperbanyak ibadah, seorang muslim diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, ibadah tambahan juga dapat membantu membentuk kebiasaan baik yang dapat terus dilakukan bahkan setelah bulan Ramadan berakhir.
Karena itu, Ramadan sering dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas hubungan dengan sesama manusia.
Sedekah sebagai Amalan yang Penuh Keikhlasan
Dalam program disiarkan langsung oleh Pro 1, Pro 2 dan Pro 4 Pontianak ini, ia menyebut bahwa sedekah menjadi salah satu amalan yang sering dianggap sederhana, namun pada praktiknya membutuhkan keikhlasan dan ketulusan hati.
“Bersedekah itu mudah diucapkan, tetapi dalam pelaksanaannya sering terasa berat kecuali bagi orang yang hatinya benar-benar ikhlas untuk berbagi,” ujarnya.
Sedekah tidak selalu berkaitan dengan jumlah yang besar. Dalam ajaran Islam, berbagi sekecil apa pun tetap memiliki nilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang tulus.
Selain membantu sesama, sedekah juga dipercaya dapat membersihkan hati dan menumbuhkan rasa empati terhadap orang lain. Hal inilah yang menjadikan sedekah sebagai salah satu amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan.
Banyak umat Islam memanfaatkan bulan suci ini untuk meningkatkan kebiasaan berbagi, baik melalui bantuan langsung kepada orang yang membutuhkan maupun melalui berbagai kegiatan sosial.
Menjaga Keseimbangan Ibadah Wajib dan Sunah
Ustadz Atang juga menjelaskan bahwa dalam menjalankan ibadah, seorang muslim dianjurkan untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban dan amalan sunah.
Ia mengutip penjelasan ulama yang menyebutkan bahwa ibadah wajib merupakan dasar utama, sedangkan ibadah sunah menjadi tambahan yang memperbesar pahala.
Dengan memahami hal tersebut, seorang muslim diharapkan tidak melupakan kewajiban utama seperti salat lima waktu dan puasa Ramadan.
Sementara itu, ibadah sunah dapat menjadi pelengkap yang membantu meningkatkan nilai ibadah secara keseluruhan.
Melalui keseimbangan antara kewajiban dan amalan tambahan, seorang muslim dapat menjalani Ramadan dengan lebih maksimal sekaligus memperoleh pahala yang lebih besar.
Dakwah dengan Cara Santun
Pembahasan turut menyentuh pentingnya sikap santun ketika mengajak orang lain kepada kebaikan. Menurutnya, ajakan yang lembut lebih mudah diterima dibandingkan dengan pendekatan yang keras.
“Dalam berdakwah kita harus menggunakan cara yang santun. Kalau orang belum menerima, maka tidak perlu memaksa. Cukup didoakan agar suatu saat hatinya terbuka,” kata Ustadz Atang.
Pendekatan yang lembut dalam berdakwah diyakini dapat membuat pesan kebaikan lebih mudah diterima oleh orang lain. Sikap santun juga mencerminkan nilai-nilai akhlak yang diajarkan dalam Islam.
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal, seperti zikir, membaca Al-Qur’an, serta melaksanakan salat sunah.
Kesempatan tersebut sebaiknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya selama bulan Ramadan berlangsung. Melalui segmen ini, pendengar diajak memahami bahwa Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbaiki kebiasaan sehari-hari agar lebih dekat dengan nilai-nilai kebaikan.