Pelni Bima Prediksi Penumpang Lebaran 2026 Naik 10 Persen

Rabu, 04 Maret 2026 | 15:52:59 WIB
Pelni Bima Prediksi Penumpang Lebaran 2026 Naik 10 Persen

JAKARTA - Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan menghadirkan peningkatan pergerakan penumpang melalui jalur laut di wilayah Nusa Tenggara Barat. 

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni Cabang Bima melihat adanya potensi lonjakan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Optimisme ini muncul seiring dukungan program stimulus pemerintah berupa potongan harga tiket.

PT Pelayaran Nasional Pelni Cabang Bima, Nusa Tenggara Barat NTB, memprediksi penumpang angkutan Lebaran 2026 meningkat 10 persen dibandingkan arus mudik tahun lalu. Terlebih, pemerintah menyiapkan diskon harga tiket sebesar 30 persen untuk semua rute. Kebijakan ini dinilai akan mendorong minat masyarakat menggunakan transportasi laut.

"Kami prediksi kenaikan lonjakan penumpang angkutan Lebaran tahun ini sekitar 10 persen," ujar Kepala Pelni Bima, Budiarto, kepada detikBali, Selasa 3 Maret 2026. Pernyataan tersebut menjadi gambaran awal proyeksi pergerakan masyarakat selama periode mudik dan arus balik mendatang.

"Setelah Lebaran banyak juga yang akan keluar dari Bima," imbuhnya. Artinya, tidak hanya arus masuk yang diperkirakan meningkat, tetapi juga pergerakan penumpang setelah hari raya usai.

Proyeksi Kenaikan Penumpang Lebaran

Prediksi kenaikan 10 persen tersebut didasarkan pada tren pergerakan masyarakat serta kebijakan stimulus yang sedang berjalan. Momentum Lebaran selalu menjadi periode puncak bagi transportasi laut, khususnya di wilayah kepulauan seperti NTB. Pelabuhan Bima termasuk salah satu simpul penting dalam jalur pelayaran domestik.

Kenaikan jumlah penumpang diperkirakan terjadi baik pada arus mudik maupun arus balik. Setelah perayaan Idulfitri, mobilitas masyarakat yang kembali bekerja atau merantau turut meningkatkan kebutuhan transportasi laut. Situasi ini menjadi pertimbangan dalam menyusun proyeksi layanan.

Selain faktor tradisi mudik, potongan harga tiket sebesar 30 persen untuk semua rute menjadi daya tarik tambahan. Stimulus ini diharapkan mendorong masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal.

Kesiapan Armada di Pelabuhan Bima

Budiarto mengungkapkan Pelni menyiapkan enam kapal motor untuk melayani para pemudik dari Pelabuhan Bima. Enam kapal itu terdiri dari KM Awu, Leuser, Lawit, Wilis, Tilongkabila, dan Binaiya. Armada tersebut akan beroperasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Kehadiran enam kapal ini dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang selama periode Lebaran. Setiap kapal memiliki rute dan kapasitas berbeda yang disesuaikan dengan permintaan pasar.

"Belum ada rencana untuk penambahan kapal," ujar Budiarto. Pernyataan ini menegaskan bahwa hingga saat ini manajemen masih mengandalkan armada yang tersedia tanpa tambahan khusus.

Program Diskon Tiket dari Pemerintah

Budiarto menerangkan program stimulus berupa diskon tiket penumpang sebesar 30 persen berlaku untuk keberangkatan mulai 11 Maret hingga 5 April 2026. Program ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.

Pembelian tiket dengan diskon 30 persen itu sudah bisa dilakukan di agen atau aplikasi penjualan resmi PT Pelni sesuai dengan pagu yang disiapkan. Artinya, potongan harga diberikan dengan kuota tertentu sehingga masyarakat diimbau segera memanfaatkan kesempatan tersebut.

Program ini diharapkan mampu meringankan beban biaya perjalanan masyarakat. Dengan tarif yang lebih terjangkau, akses transportasi laut menjadi semakin inklusif bagi berbagai kalangan.

Imbauan untuk Mengatur Jadwal Keberangkatan

"Kami mengimbau untuk semua warga Bima umumnya di NTB agar bisa segera mengatur jadwal keberangkatan dengan memanfaatkan program stimulus dari Kemenhub ini," pungkasnya. Imbauan ini menekankan pentingnya perencanaan perjalanan sejak dini.

Pengaturan jadwal lebih awal akan membantu penumpang mendapatkan tiket sesuai kebutuhan. Selain itu, perencanaan yang baik juga dapat mengurangi risiko kehabisan kuota diskon yang telah ditetapkan.

Secara keseluruhan, proyeksi kenaikan 10 persen penumpang angkutan Lebaran 2026 menunjukkan optimisme terhadap pergerakan masyarakat melalui jalur laut. Dukungan enam kapal motor dan stimulus potongan harga tiket menjadi faktor pendukung utama dalam menghadapi musim mudik tahun ini.

Pelni Cabang Bima menilai kesiapan armada saat ini masih memadai untuk melayani lonjakan penumpang. Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan operator, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lancar serta tertib di Pelabuhan Bima dan sekitarnya.

Terkini