BNPB Salurkan Bantuan Stimulan Rumah Rusak Tahap Dua untuk Sumbar

Rabu, 04 Maret 2026 | 12:55:45 WIB
BNPB Salurkan Bantuan Stimulan Rumah Rusak Tahap Dua untuk Sumbar

JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera Barat terus berlanjut dengan langkah nyata dari pemerintah pusat. 

Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bantuan stimulan untuk perbaikan rumah rusak kembali disalurkan kepada warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Penyaluran ini menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah berjalan.

Bantuan yang diberikan kali ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya tahap pertama dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah. Fokus utama bantuan adalah meringankan beban masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Ranah Minang.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung di daerah terdampak, sekaligus memastikan bahwa proses distribusi berjalan sesuai data yang telah diverifikasi. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan benar-benar tuntas.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga tahap pemulihan jangka panjang demi mengembalikan kehidupan warga seperti sediakala.

Penyaluran Bantuan Tahap Kedua di Sumbar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor tahap dua di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

"Ini merupakan tahap kedua penyaluran bantuan. Tahap pertama telah dilaksanakan secara serentak di 25 kabupaten/kota pada Februari lalu," kata Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto di Kabupaten Tanah Datar, Rabu.

Khusus di Sumbar, bantuan tahap II diserahkan kepada korban bencana di dua kabupaten dan kota yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan. Untuk Kabupaten Tanah Datar, bantuan diberikan pada 126 kepala keluarga (KK) dengan nilai bantuan mencapai Rp2,8 miliar.

Adapun untuk Kabupaten Pesisir Selatan bantuan diberikan pada 103 KK dengan nilai bantuan senilai Rp2,415 miliar. Artinya, 14 kabupaten dan kota terdampak di Provinsi Sumbar telah menerima bantuan stimulan untuk rumah rusak kategori ringan dan sedang.

Komitmen Pemerintah dalam Pemulihan Pascabencana

"Tentu saja ini bukan yang terakhir. Apabila nanti ada penambahan data yang diajukan, kami akan salurkan pada tahap berikutnya. Ini adalah bentuk komitmen dan tanggung jawab pemerintah," tegas Suharyanto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah membuka peluang penyaluran lanjutan jika masih ditemukan warga terdampak yang belum terakomodasi. Pendataan yang akurat menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau seluruh korban bencana.

Pemerintah memberikan beragam bentuk bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Untuk rumah rusak ringan dan sedang diberikan bantuan stimulan perbaikan rumah.

Sementara, penanganan rumah rusak dilakukan melalui skema pembangunan hunian sementara (huntara) serta pemberian dana tunggu hunian (DTH). Skema ini disiapkan untuk memastikan warga tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama proses pembangunan berlangsung.

Fokus Pembangunan Hunian Tetap di Ranah Minang

Suharyanto mengatakan saat ini fokus penanganan di Ranah Minang ialah pembangunan hunian tetap (huntap). Beberapa kabupaten dan kota telah membangun huntap secara terpusat dengan kerja sama berbagai lembaga dan kementerian.

Pembangunan hunian tetap dinilai sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau berada di lokasi rawan bencana. Dengan hunian baru yang lebih aman, diharapkan risiko terdampak bencana serupa dapat diminimalkan.

Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan tersebut. Pemerintah daerah juga dilibatkan secara aktif untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya sebatas perbaikan fisik rumah, tetapi juga membangun kembali rasa aman dan kepastian bagi warga terdampak.

Harapan Warga Penerima Bantuan

Sementara itu, salah seorang penerima bantuan stimulan rumah rusak ringan, Erwin mengaku terbantu dengan adanya bantuan dari pemerintah di tengah masa rehabilitasi dan rekonstruksi yang sedang berjalan.

"Saya berterima kasih atas bantuan ini. Dana tersebut akan saya gunakan untuk merenovasi rumah," kata dia.

Bantuan stimulan tersebut menjadi harapan baru bagi warga untuk segera memperbaiki tempat tinggal mereka. Dengan dukungan dana dari pemerintah, proses renovasi dapat dilakukan lebih cepat sehingga keluarga bisa kembali menempati rumah dengan nyaman.

Penyaluran bantuan tahap kedua ini menjadi bukti bahwa pemerintah terus hadir dalam proses pemulihan pascabencana. Diharapkan, langkah berkelanjutan ini mampu mempercepat kebangkitan masyarakat Sumatera Barat dari dampak bencana yang telah terjadi.

Terkini