JAKARTA - Memasuki hari ke-13 Ramadan, dinamika harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat.
Pergerakan harga pangan selama bulan puasa kerap dipantau karena berkaitan langsung dengan konsumsi rumah tangga. Data terbaru menunjukkan sejumlah komoditas strategis masih berada pada level yang relatif stabil meski ada variasi antar jenis barang.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis atau PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat sejumlah harga pangan pada hari ke-13 puasa atau Selasa, 3 Maret 2026, dengan komoditas bawang merah Rp47.650 per kilogram (kg), sedangkan cabai rawit merah Rp68.550 per kg.
Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir dari Antara, selain cabai rawit merah, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang putih di harga Rp43.600 per kg.
Data tersebut menjadi gambaran umum kondisi harga di pasar eceran nasional. Informasi ini penting sebagai acuan bagi masyarakat sekaligus bahan evaluasi bagi pemangku kebijakan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan.
Pergerakan Harga Beras Beragam Kualitas
Selain komoditas hortikultura, harga beras juga tercatat dalam pembaruan data tersebut. Beras kualitas bawah I berada di harga Rp14.600 per kg, sementara beras kualitas bawah II Rp14.500 per kg.
Sedangkan beras kualitas medium I Rp15.750 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp15.850 per kg. Lalu, beras kualitas super I di harga Rp17.150 per kg, dan beras kualitas super II Rp16.900 per kg.
Variasi harga ini mencerminkan perbedaan mutu dan preferensi konsumen di berbagai daerah. Beras kualitas medium dan super umumnya dipilih untuk kebutuhan rumah tangga dengan standar kualitas tertentu.
Ketersediaan beras yang stabil selama Ramadan menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi pangan. Pemerintah dan otoritas terkait terus memantau distribusi agar tidak terjadi lonjakan signifikan.
Harga Cabai Dan Komoditas Hortikultura
Untuk kelompok cabai, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp40.200 per kg. Sementara cabai merah keriting berada di harga Rp40.350 per kg, dan cabai rawit hijau Rp37.850 per kg.
Komoditas cabai dikenal memiliki volatilitas tinggi karena sangat dipengaruhi faktor cuaca dan distribusi. Kenaikan atau penurunan pasokan dari sentra produksi dapat langsung berdampak pada harga di tingkat eceran.
Di sisi lain, bawang merah dan bawang putih juga menjadi komoditas yang rutin dipantau selama Ramadan. Kebutuhan bumbu dapur meningkat seiring bertambahnya aktivitas memasak di rumah tangga.
Stabilitas harga hortikultura sangat menentukan daya beli masyarakat. Oleh sebab itu, pemantauan harian dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga di pasar tradisional maupun ritel modern.
Daging, Gula, Dan Minyak Goreng
Selanjutnya, daging ayam ras di harga Rp37.900 per kg. Untuk daging sapi kualitas I tercatat Rp142.800 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II di harga Rp139.400 per kg.
Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp22.000 per kg, dan gula pasir lokal Rp19.200 per kg. Kedua komoditas ini juga menjadi kebutuhan penting selama bulan puasa.
Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp18.850 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp22.950 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp22.100 per liter.
Minyak goreng menjadi salah satu bahan pokok yang konsumsinya meningkat selama Ramadan. Ketersediaan dan kelancaran distribusi sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga di tingkat konsumen.
Telur Ayam Dan Stabilitas Pasar Ramadan
Selain komoditas utama lainnya, PIHPS juga mencatat harga telur ayam ras Rp33.900 per kg. Telur menjadi sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat karena relatif terjangkau dan mudah diolah.
Pemantauan harga secara rutin selama Ramadan bertujuan memberikan transparansi kepada publik. Data ini juga menjadi rujukan dalam mengantisipasi potensi gejolak harga menjelang Idulfitri.
Secara umum, pembaruan harga pada hari ke-13 puasa menunjukkan variasi yang masih dalam rentang wajar. Meski beberapa komoditas berada pada level cukup tinggi, pasokan nasional dinilai tetap mencukupi.
Dengan tersedianya data yang terintegrasi melalui PIHPS Nasional, masyarakat dapat memperoleh gambaran terkini mengenai harga pangan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar dan mendukung ketahanan pangan selama Ramadan 2026.