CIMB Niaga Siapkan Buyback Saham Rp480 Juta Minta Restu RUPST 2026

Selasa, 03 Maret 2026 | 10:32:44 WIB
CIMB Niaga Siapkan Buyback Saham Rp480 Juta Minta Restu RUPST 2026

JAKARTA - Langkah strategis kembali disiapkan sektor perbankan nasional pada 2026. 

Di tengah dinamika pasar modal dan kebutuhan penguatan tata kelola, PT Bank CIMB Niaga Tbk. mengambil inisiatif korporasi yang terukur. Perseroan berencana melakukan pembelian kembali saham sebagai bagian dari strategi jangka menengah.

Aksi korporasi ini tidak hanya berkaitan dengan struktur permodalan, tetapi juga terhubung dengan kebijakan remunerasi manajemen. Melalui mekanisme yang transparan, perusahaan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam forum resmi tahunan.

PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp480 juta. Aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dana yang disiapkan untuk buyback mencapai paling banyak Rp480.000.000, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya. Adapun jumlah saham yang akan dibeli kembali maksimal 220.000 saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh.

Rencana Buyback Dan Mekanisme Pelaksanaan

Manajemen menjelaskan pembelian kembali saham akan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 12 bulan sejak memperoleh persetujuan RUPST.

Dalam pengumuman terpisah, RUPS CIMB Niaga akan digelar pada 17 April 2026. RUPST CIMB Niaga akan menyampaikan rencana pembelian kembali saham termasuk rencana pengalihan saham hasil buyback tersebut.

Buyback ini dilakukan sejalan dengan rencana pemberian remunerasi variabel dalam bentuk saham kepada manajemen yang tergolong Material Risk Taker (MRT), sesuai ketentuan POJK No. 45/2015.

Dengan demikian, saham hasil pembelian kembali tidak semata-mata untuk stabilisasi harga di pasar, tetapi juga mendukung kebijakan insentif berbasis kinerja yang telah diatur regulator.

Pengalihan Saham Dan Kebijakan Remunerasi

Saham hasil pembelian kembali tersebut rencananya akan dialihkan untuk program remunerasi dalam jangka waktu paling lama tiga tahun setelah buyback selesai.

CIMB Niaga menegaskan tidak terdapat ketentuan lock-up atas pengalihan saham hasil buyback tersebut. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan program remunerasi sesuai kebutuhan dan kebijakan internal.

Kebijakan ini selaras dengan praktik tata kelola perusahaan yang mendorong keselarasan kepentingan antara manajemen dan pemegang saham. Pemberian remunerasi dalam bentuk saham diharapkan meningkatkan komitmen jangka panjang.

Selain itu, langkah tersebut juga menunjukkan kepatuhan perseroan terhadap regulasi yang berlaku, khususnya terkait kompensasi bagi pejabat yang memiliki risiko material terhadap operasional bank.

Sumber Dana Dan Dampak Keuangan

Manajemen menyampaikan bahwa sumber dana buyback sepenuhnya berasal dari dana internal perseroan dan bukan dari hasil penawaran umum maupun pinjaman, serta tidak memengaruhi kemampuan keuangan dalam memenuhi kewajiban jatuh tempo.

Penegasan ini penting untuk memberikan kepastian kepada investor bahwa aksi korporasi tersebut tidak membebani struktur keuangan perusahaan. Likuiditas dan solvabilitas tetap menjadi prioritas utama.

Secara proforma, aksi buyback tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan. Laba bersih per saham (EPS) tercatat sebesar Rp273,53 dan diproyeksikan tetap Rp273,53 setelah pelaksanaan buyback.

Return on Asset (ROA) berada di level 2,43% dan Return on Equity (ROE) 13,03%, juga tidak mengalami perubahan. Rasio kecukupan modal (KPMM/CAR) tercatat 24,83%.

Dengan indikator tersebut, perseroan menunjukkan posisi permodalan yang kuat. Rasio kecukupan modal yang tinggi mencerminkan kapasitas bank dalam menyerap risiko sekaligus mendukung ekspansi bisnis.

Kinerja Keuangan Dan Prospek Perseroan

Per 31 Desember 2025, total aset konsolidasian CIMB Niaga tercatat Rp372,69 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp6,88 triliun dan ekuitas Rp57,94 triliun.

Angka-angka tersebut menggambarkan fondasi keuangan yang solid. Laba bersih yang mencapai triliunan rupiah menunjukkan kemampuan bank dalam menghasilkan profit secara berkelanjutan.

Ekuitas yang kuat juga menjadi bantalan penting dalam menghadapi dinamika ekonomi. Dengan struktur permodalan yang sehat, aksi buyback senilai maksimal Rp480 juta relatif kecil dibandingkan total aset dan ekuitas.

Secara keseluruhan, rencana buyback saham ini merupakan langkah strategis yang terukur. Perseroan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan manajemen, pemegang saham, serta stabilitas keuangan perusahaan.

Melalui persetujuan dalam RUPST pada 17 April 2026, CIMB Niaga berharap aksi korporasi ini dapat berjalan sesuai rencana. Dengan dukungan kinerja yang solid dan rasio keuangan yang kuat, buyback diharapkan tidak mengganggu operasional maupun pertumbuhan jangka panjang perseroan.

Terkini