JAKARTA - Kesiapan transportasi darat menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran arus mudik Lebaran.
Di Sulawesi Tenggara, kebutuhan masyarakat terhadap moda angkutan umum dipastikan meningkat signifikan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Momentum tahunan ini mendorong berbagai pihak untuk mempersiapkan layanan terbaik bagi para pemudik.
Perum DAMRI Cabang Sulawesi Tenggara atau DAMRI Sultra pun mengambil langkah strategis dengan menyiapkan armada dalam jumlah optimal. Sebanyak 25 unit bus disiagakan untuk melayani mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026. Armada tersebut akan difokuskan pada rute-rute utama dan wilayah yang selama ini menjadi jalur favorit penumpang.
General Manager DAMRI Sultra Sady saat ditemui di Kendari, Senin 2 Maret, menjelaskan kesiapan tersebut sebagai bentuk komitmen perusahaan. Ia memastikan seluruh unit yang beroperasi telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat. Dengan persiapan ini, DAMRI menargetkan layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tenggara. Terutama bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman di daerah pesisir maupun wilayah kepulauan. DAMRI menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas utama selama musim mudik.
Fokus Layanan Rute AKDP Favorit Pemudik
Sady mengatakan bahwa armada yang disiapkan tersebut digunakan untuk melayani rute Angkutan Kota Dalam Provinsi serta angkutan perintis. Layanan ini menjangkau wilayah kepulauan hingga daerah terpencil di Sulawesi Tenggara. Rute AKDP menjadi tulang punggung transportasi darat saat arus mudik.
Ia mengatakan Damri memprioritaskan sejumlah rute utama AKDP yang menjadi jalur favorit pemudik setiap tahunnya. Jalur-jalur tersebut dinilai memiliki tingkat okupansi tinggi menjelang hari raya. Karena itu, distribusi armada difokuskan pada koridor dengan permintaan terbesar.
"Layanan AKDP kami mencakup rute strategis seperti Kendari-Mawasangka, Kendari-Baubau, Kendari-Ereke, dan Kendari-Tondasi. Jalur-jalur ini menghubungkan ibu kota provinsi dengan berbagai wilayah pesisir yang padat penumpang saat musim mudik," kata Sady.
Rute-rute tersebut selama ini menjadi pilihan utama masyarakat karena menghubungkan pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan dengan daerah asal pemudik. Kepadatan penumpang biasanya terjadi beberapa hari sebelum dan sesudah Lebaran. Oleh sebab itu, kesiapan armada menjadi perhatian khusus manajemen DAMRI Sultra.
Operasi Angkutan Perintis Jangkau Wilayah Terpencil
Selain rute utama, DAMRI juga mengoperasikan layanan angkutan perintis pada sembilan trayek lintas wilayah. Layanan ini dirancang untuk menjangkau daerah dengan akses transportasi terbatas. Kehadiran angkutan perintis menjadi solusi mobilitas bagi masyarakat di kawasan terpencil.
Beberapa rute angkutan perintis tersebut di antaranya Kendari-Bombana, Kendari-Tungkuno, Kendari-Penanggo, Tondasi-Baubau, Baubau-Kamaru, hingga layanan di Pulau Tomia Kabupaten Wakatobi. Trayek-trayek ini memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah daratan dan kepulauan. Konektivitas tersebut sangat dibutuhkan saat momen mudik.
"Khadiran angkutan perintis ini bertujuan untuk membantu masyarakat di daerah dengan akses transportasi terbatas agar tetap bisa melakukan perjalanan mudik dengan aman dan terjangkau," ujar dia.
Melalui pengoperasian trayek perintis, DAMRI memastikan pemerataan layanan transportasi tidak hanya terpusat di kota besar. Masyarakat di wilayah kepulauan juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati layanan angkutan umum. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan dalam mendukung konektivitas nasional.
Antisipasi Lonjakan Penumpang Jelang Lebaran
Menjelang hari raya, lonjakan jumlah penumpang menjadi tantangan yang rutin dihadapi operator transportasi. DAMRI Sultra pun telah menyiapkan langkah antisipatif guna menghindari penumpukan calon penumpang di terminal. Strategi ini dilakukan agar arus mudik berjalan lancar.
Sady mengatakan bahwa untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang yang signifikan menjelang hari raya, DAMRI Sultra juga menyiagakan lima hingga sepuluh unit bus cadangan. Armada tambahan tersebut disiapkan secara fleksibel sesuai kebutuhan di lapangan. Penempatan bus cadangan akan disesuaikan dengan dinamika permintaan.
"Armada tambahan tersebut akan kami prioritaskan pada rute dengan permintaan tinggi, seperti Kendari-Baubau, Kendari-Tondasi, dan Kendari-Mawasangka guna memastikan tidak ada penumpang yang telantar," ujar dia.
Dengan langkah ini, perusahaan berharap seluruh calon pemudik dapat terakomodasi dengan baik. Tidak hanya dari sisi jumlah armada, tetapi juga ketepatan jadwal keberangkatan. Penambahan bus cadangan menjadi bentuk kesiapsiagaan menghadapi puncak arus mudik.
Komitmen Pelayanan Prima dan Keselamatan Penumpang
Kesiapan armada tidak hanya menyangkut kuantitas, tetapi juga kualitas layanan. DAMRI Sultra menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh bus dalam kondisi laik jalan. Pemeriksaan teknis dilakukan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Ia mengatakan perusahaannya berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dan memastikan seluruh armada dalam kondisi laik jalan demi keselamatan dan kenyamanan pemudik di Sulawesi Tenggara. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama selama periode angkutan Lebaran. Setiap unit bus dipastikan memenuhi standar operasional yang berlaku.
Selain kesiapan kendaraan, DAMRI juga mengoptimalkan sumber daya manusia yang bertugas selama musim mudik. Awak bus diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan pelayanan ramah kepada penumpang. Upaya ini dilakukan agar perjalanan mudik berlangsung lancar dan menyenangkan.
Melalui penyediaan 25 unit bus utama serta dukungan armada cadangan, DAMRI Sultra menunjukkan keseriusannya dalam melayani masyarakat. Rute AKDP dan angkutan perintis menjadi tumpuan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tenggara. Dengan persiapan matang tersebut, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh penumpang.