Honda Daftarkan Mobil Listrik Rp 250 Jutaan Kode EV

Senin, 02 Maret 2026 | 16:15:03 WIB
Honda Daftarkan Mobil Listrik Rp 250 Jutaan Kode EV

JAKARTA - Pasar kendaraan listrik nasional kembali diramaikan kabar baru dari pabrikan Jepang. 

Di tengah persaingan yang makin ketat, muncul sinyal kuat bahwa Honda tengah menyiapkan model listrik terjangkau untuk Indonesia. Indikasi itu terlihat dari pendaftaran model berkode EV dengan banderol sekitar Rp 250 jutaan.

Selama ini Honda memang belum agresif menghadirkan banyak mobil listrik di Tanah Air. Namun dinamika pasar dan meningkatnya minat konsumen membuat langkah ekspansi terasa semakin mendesak. Kehadiran model baru berpotensi mengubah peta persaingan di segmen entry level.

Saat ini e:N1 masih menjadi satu-satunya mobil listrik yang dijualnya di Indonesia. Tapi nampaknya mereka sudah menyiapkan model anyar untuk dihadirkan disini, terbukti dengan didaftarkannya mobil misterius dengan kode ‘EV’. Situasi ini memunculkan spekulasi mengenai identitas produk tersebut.

Mobil Listriknya Baru Ada Satu Model di Indonesia

Sebenarnya Honda punya banyak mobil listrik yang dijual di Jepang maupun sejumlah negara lainnya. Tapi baru e:N1 yang dihadirkan disini, itupun modelnya tidak dijual seperti mobil lainnya dan hanya dihadirkan sebagai mobil sewa saja. Sehingga mereka menyusun rencana untuk menghadirkan model listrik murni lainnya.

Kehadiran satu model saja tentu belum cukup untuk bersaing di pasar yang berkembang cepat. Apalagi beberapa kompetitor sudah menawarkan lini produk lebih lengkap dengan rentang harga beragam. Karena itu, langkah pendaftaran model baru dinilai sebagai strategi awal memperluas portofolio.

Beberapa waktu lalu, muncul nama mobil misterius yang didaftarkan lewat situs resmi Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2026. Dengan kode JG6 A EV ZZE, karena ada ‘EV’ di dalamnya, sudah bisa ditebak kalau model ini bakal dihadirkan sebagai mobil listrik, atau mungkin mobil ramah lingkungan lainnya. Tapi melihat dari pembicaraan soal potensi Super One disini, kemungkinan kode ini merujuk pada calon BEV terbarunya.

Kemunculan kode tersebut langsung memantik diskusi di kalangan pengamat otomotif. Banyak yang menilai pendaftaran ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sinyal kuat menuju peluncuran resmi dalam waktu dekat.

Super One Semakin Menguat Indikasinya

Super One sempat ramai dibicarakan karena modelnya dipastikan akan dijual di Indonesia dan sejumlah negara lainnya. Bahkan beberapa waktu lalu modelnya terlihat tengah melakukan tes jalan, seakan mengisyaratkan kalau modelnya siap dirilis dalam waktu dekat. Terlebih kini muncul mobil dengan kode EV yang sudah didaftarkan, potensinya untuk segera dirilis sudah semakin dekat.

Uji jalan yang tertangkap kamera memperkuat dugaan bahwa tahap pengembangan sudah memasuki fase akhir. Biasanya, kemunculan unit tes di jalan raya menandakan kesiapan produksi massal atau minimal peluncuran dalam ajang otomotif besar.

Tak sedikit yang mengaitkan momentum ini dengan rencana peluncuran di pameran otomotif mendatang. Jika benar, maka model tersebut akan menjadi langkah penting Honda dalam memperluas segmen kendaraan listriknya di Indonesia.

Namun hingga kini pihak Honda masih belum memberikan konfirmasi resmi. Mereka memilih menahan informasi detail terkait spesifikasi, jadwal rilis, maupun strategi pemasaran yang akan digunakan nanti.

Spekulasi Jadi Brio Versi Listrik

Namun Honda masih belum mau memberikan komentar soal itu, termasuk membicarakan kapan Super One bisa diluncurkan disini. Tetap saja, mereka tidak menutup kemungkinan untuk menghadirkan mobil listrik lainnya, dan kali ini mereka akan menjualnya seperti biasanya.

Pernyataan tersebut membuka peluang bahwa model anyar ini tidak lagi berstatus sewa seperti e:N1. Artinya, konsumen dapat membelinya secara langsung layaknya mobil konvensional Honda lainnya. Ini tentu menjadi kabar menarik bagi calon pembeli.

Yang menarik yaitu nilai jualnya yang mencapai Rp 257 juta, dan tentunya ini bukan harga resminya karena belum termasuk pajak lainnya. Kalau modelnya bisa dijual dengan harga Rp 300 jutaan, mungkin ini akan cukup mengejutkan. Apalagi kalau Super One bisa saja mengusung nama Brio dan menjadi ‘Brio versi listrik’.

Spekulasi mengenai kemungkinan penggunaan nama Brio semakin memperkuat daya tariknya. Jika benar menjadi Brio EV, maka Honda berpotensi menghadirkan mobil listrik dengan basis model populer yang sudah memiliki pasar besar di Indonesia.

Peluang Mengguncang Segmen Entry Level

Dengan estimasi harga di kisaran Rp 300 jutaan, model ini berpeluang menjadi salah satu mobil listrik paling kompetitif di kelasnya. Segmen harga tersebut saat ini menjadi area pertarungan utama sejumlah pabrikan yang ingin meraih volume penjualan tinggi.

Keputusan Honda mendaftarkan kode EV di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik menunjukkan keseriusan mereka membaca peluang. Strategi ini bisa menjadi titik balik ekspansi elektrifikasi Honda di Indonesia.

Jika peluncurannya benar terjadi dalam waktu dekat, publik tentu menantikan detail spesifikasi, jarak tempuh, hingga fitur yang ditawarkan. Terlebih bila benar mengusung identitas yang dekat dengan konsumen seperti Brio, daya tariknya bisa semakin kuat.

Kini perhatian tertuju pada langkah resmi berikutnya dari Honda. Apakah kode JG6 A EV ZZE benar merujuk pada Super One atau bahkan Brio EV, jawabannya tinggal menunggu waktu hingga pabrikan membuka selubung mobil listrik terbarunya di Indonesia.A

Terkini