Harga Pangan Jelang Idul Fitri 2026 Stabil dan Stok Aman

Senin, 02 Maret 2026 | 10:44:11 WIB
Harga Pangan Jelang Idul Fitri 2026 Stabil dan Stok Aman

JAKARTA - Menjelang pertengahan Ramadan, perhatian pemerintah tertuju pada satu hal utama: memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa tekanan lonjakan harga. 

Momentum menuju Idulfitri kerap dibayangi kenaikan permintaan, namun tahun ini situasinya dinilai terkendali.

Rangkaian inspeksi mendadak di berbagai daerah menjadi instrumen utama pengawasan. Pemerintah ingin memastikan stabilitas tidak hanya terlihat dalam laporan data, tetapi benar-benar tercermin di lapangan hingga tingkat pasar tradisional.

Pemerintah memastikan harga bahan pangan pokok masih relatif stabil menjelang pertengahan Ramadan. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kota besar dalam sepekan terakhir, stok dinilai aman dan harga terkendali hingga Idulfitri.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menyampaikan bahwa secara umum kondisi pasar cukup terjaga.

Hasil sidak di Pasar Senen Jakarta

"Saya rasa semua pangan pokok stabil. Stok aman. Walau memang (harga) bervariasi, tapi kecenderungannya kita lihat sudah mulai stabil dan menurun," ujar Ketut dalam keterangan resmi, Sabtu.

Dalam sidak di Pasar Senen, Jakarta, Kami, mayoritas komoditas strategis tercatat berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

Harga daging sapi segar berkisar Rp130.000–Rp140.000 per kilogram (kg), daging ayam Rp40.000 per kg, dan cabai rawit merah turun dari Rp110.000 menjadi Rp100.000 per kg.

Sementara harga telur ayam berada di kisaran Rp29.000 hingga Rp30.500 per kg, memperlihatkan kecenderungan stabil menjelang Lebaran.

Temuan serupa di Palembang dan intervensi bantuan pangan

Kondisi serupa juga ditemukan dalam sidak di Pasar Palimo, Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (24/2). Bapanas bersama Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mendapati harga sejumlah komoditas sesuai HAP.

Di antaranya daging ayam Rp39.000 per kg, daging sapi segar Rp140.000 per kg, Minyakita Rp15.700 per kemasan, serta bawang merah Rp40.000 per kg.

Meski harga relatif stabil, pemerintah tetap menyiapkan intervensi untuk menjaga daya beli masyarakat. Salah satunya melalui program bantuan pangan berupa beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Bantuan pangan nanti akan didorong di tahun ini, ada 33,2 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat), akan diberikan di bulan Maret. Ini kita siapkan semua," imbuh Ketut.

Pemantauan harga di Semarang

Pemantauan juga dilakukan di Semarang, Jawa Tengah. Perum Bulog melakukan sidak di Pasar Johar, Pasar Kepanjen, dan Pasar Kanjengan pada Jumat (27/2).

Hasilnya, harga beras premium tercatat Rp14.900 per kg, beras medium Rp13.500 per kg, dan beras SPHP Rp12.500 per kg—seluruhnya sesuai HET.

Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga. Daging sapi turun dari Rp140.000 menjadi Rp130.000 per kg, sementara daging ayam dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kg.

Harga cabai merah juga berada di kisaran Rp32.000 per kg, menambah sinyal positif atas stabilitas pasokan dan distribusi.

Harapan stabilitas hingga Lebaran

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani berharap stabilitas harga dapat terus terjaga hingga Lebaran. Pemerintah mengandalkan pengalaman sebelumnya dalam menjaga pasokan saat periode lonjakan konsumsi.

“Kita memiliki pengalaman menjaga stabilitas harga pada periode Natal dan Tahun Baru lalu. Diharapkan selama Ramadan dan saat Idulfitri nanti kondisi juga tetap stabil. Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menjaga ketersediaan stok, tetapi juga memastikan harga tetap dalam koridor kebijakan yang telah ditetapkan.

Dengan sidak intensif di berbagai kota, kesiapan program bantuan pangan bagi 33,2 juta KPM, serta koordinasi antara Bapanas dan Bulog, pemerintah optimistis harga bahan pokok dapat tetap stabil hingga Idulfitri 2026.

Stok yang aman dan kecenderungan harga yang menurun di sejumlah komoditas menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Lebaran dengan tenang tanpa dibebani lonjakan harga pangan.

Terkini