Ramp Check DAMRI Tanjung Selor Jelang Mudik Lebaran 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:36:33 WIB
Ramp Check DAMRI Tanjung Selor Jelang Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kesiapan armada angkutan umum menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

 Lonjakan mobilitas masyarakat diperkirakan terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, aspek keselamatan dan kelayakan kendaraan harus dipastikan sejak dini. Pemeriksaan menyeluruh pun dilakukan terhadap armada bus yang melayani rute antarkabupaten.

Dinas Perhubungan Kalimantan Utara (Dishub Kaltara) menggelar pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap bus milik Perum DAMRI di Tanjung Selor. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan angkutan hari besar keagamaan. Fokusnya memastikan kendaraan dan pengemudi siap beroperasi. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan terstruktur.

Dari total 14 unit yang diperiksa, dua kendaraan masih diberi stiker pink karena belum memenuhi seluruh persyaratan teknis. Temuan ini menjadi catatan penting bagi operator. Meski demikian, sebagian besar armada dinyatakan memenuhi standar. Evaluasi langsung diberikan di lokasi pemeriksaan.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kaltara, Desi Witasari, mengatakan ramp check rutin dilakukan dua kali dalam setahun, yakni menjelang Natal dan Tahun Baru serta Lebaran Idulfitri. “Seperti biasa, kami melaksanakan ramp check untuk memastikan kesiapan kendaraan dan pengemudi. Sebelum pelaksanaan, kami juga menggelar rapat koordinasi bersama BPTD, Jasa Raharja, Biddokkes, Polda, dan instansi terkait,” ujarnya, Rabu. Koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam pengawasan ini.

Pemeriksaan Armada dan Tahapan Pelaksanaan

Pada pemeriksaan kali ini, sebanyak 14 unit bus DAMRI menjadi sasaran, termasuk empat unit yang beroperasi di Malinau. Seluruh kendaraan diperiksa dari aspek teknis dan administratif. Pemeriksaan dilakukan secara detail oleh tim penguji. Setiap unit mendapatkan penilaian langsung di lapangan.

Sementara itu, tujuh unit diperiksa pada hari pertama, disusul beberapa unit lainnya pada sesi siang dan sore. Pembagian waktu dilakukan agar proses berjalan efektif. Petugas memastikan tidak ada tahapan yang terlewat. Seluruh hasil dicatat sebagai bahan evaluasi.

Selain pemeriksaan fisik kendaraan, tes kesehatan dan tes urine terhadap pengemudi juga dilakukan. Langkah ini menjadi bagian dari standar keselamatan angkutan umum. Kondisi pengemudi dinilai sama pentingnya dengan kondisi kendaraan. Keduanya saling berkaitan dalam menjamin keamanan perjalanan.

Hasilnya, tujuh pengemudi yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba. “Alhamdulillah, seluruh driver yang diperiksa hari ini hasilnya negatif. Ini penting untuk menjamin keselamatan penumpang,” tegasnya. Pemeriksaan kesehatan ini menjadi indikator kesiapan sumber daya manusia. Penumpang diharapkan merasa lebih aman selama perjalanan.

Makna Stiker Biru dan Pink

Dari hasil pemeriksaan teknis, sebagian besar armada dinyatakan laik jalan dan langsung ditempeli stiker biru sebagai tanda kelayakan. Stiker tersebut menjadi bukti bahwa kendaraan telah memenuhi standar. Penandaan dilakukan di lokasi ramp check. Operator dapat langsung mengetahui status armadanya.

Namun, dua unit bus masing-masing melayani rute Malinau dan Mangkupadi mendapat stiker pink. Stiker pink menandakan kendaraan masih memiliki kekurangan administratif atau teknis ringan. Temuan ini tidak serta-merta menghentikan operasional. Operator diberi waktu untuk melakukan perbaikan.

Seperti kondisi ban atau kelengkapan administrasi penunjang, namun masih diberi kesempatan untuk melengkapi dalam waktu maksimal satu minggu. Apabila kekurangannya sudah dipenuhi, stikernya langsung diganti menjadi laik jalan. Tapi maksimal satu minggu harus sudah lengkap. Batas waktu ini menjadi komitmen perbaikan.

Meski berstiker pink, kendaraan tetap diperbolehkan beroperasi dengan catatan segera melakukan perbaikan. Petugas akan melakukan pemantauan dan menerima laporan tindak lanjut dari pihak operator. Pengawasan lanjutan menjadi bagian dari proses. Dishub memastikan tidak ada pelanggaran yang diabaikan.

Upaya Preventif Jelang Angkutan Padat

Menurut Desi, ramp check bukan sekadar formalitas. Melainkan upaya preventif memastikan keselamatan penumpang dan menekan risiko kecelakaan di jalur darat, khususnya menjelang periode angkutan padat. Intensitas perjalanan saat mudik diprediksi meningkat. Karena itu, mitigasi risiko harus dilakukan sejak awal.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi operator untuk rutin melakukan perawatan. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi potensi gangguan teknis. Dengan demikian, risiko kerusakan saat perjalanan dapat ditekan. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan.

Dishub Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan hingga periode mudik berakhir. Koordinasi dengan berbagai pihak akan tetap dijaga. Sinergi antarinstansi dinilai penting dalam menciptakan transportasi yang aman. Pengawasan tidak berhenti pada tahap pemeriksaan awal saja.

Dengan ramp check yang dilaksanakan lebih awal, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan rasa aman dan nyaman. Pemeriksaan menyeluruh terhadap armada dan pengemudi menjadi fondasi utama keselamatan. Evaluasi terhadap dua unit berstiker pink pun terus dipantau. Semua langkah ini dilakukan demi meminimalkan risiko kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2026.

Terkini