Prabowo Saksikan MoU Danantara Dan Arm Indonesia Kirim 15000 Engineer

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:17:51 WIB
Prabowo Saksikan MoU Danantara Dan Arm Indonesia Kirim 15000 Engineer

JAKARTA - Upaya memperkuat kemandirian teknologi nasional kini memasuki fase konkret. 

Pemerintah Indonesia mulai mengarahkan fokus pada penguasaan industri semikonduktor, sektor yang menjadi fondasi berbagai perangkat digital modern. Momentum ini ditandai dengan kesepakatan strategis yang disaksikan langsung Presiden dalam kunjungan kerja luar negeri.

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara dan Arm Limited di London, Inggris, Senin 23 Februari 2026. Dalam kerja sama itu, Indonesia akan mengirimkan 15.000 engineer untuk menguasai desain semikonduktor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kerja sama ini dilakukan supaya Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi industri berbasis teknologi tinggi.

"Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain. Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri," kata Airlangga, dalam keterangan resmi, Selasa 24 Februari 2026.

Peran Arm Dalam Industri Chip Global

Airlangga menjelaskan bahwa Arm memiliki posisi dominan dalam rantai pasok industri chip global. Penguasaan desain chip merupakan bagian hulu yang menentukan arah pengembangan teknologi di berbagai sektor industri. Karena itu, kemitraan ini dinilai sangat strategis bagi Indonesia.

Menurut Airlangga, Arm diketahui menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan artificial intelligence. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.

Dominasi Arm dalam desain semikonduktor menjadikannya mitra yang relevan untuk transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia. Fokus pada desain chip dinilai lebih strategis karena menjadi pintu masuk utama dalam ekosistem industri semikonduktor global.

"Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineer kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain," kata Airlangga.

Tindak Lanjut Arahan Presiden

Airlangga menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Prabowo untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional secara mandiri. Langkah ini melengkapi agenda besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.

Penguatan sektor semikonduktor dipandang sebagai bagian dari strategi besar kedaulatan teknologi. Dengan menguasai desain chip, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama dalam rantai nilai industri teknologi global.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa enam pengembangan desain chip nasional akan difokuskan pada bidang intellectual property strategis. Pendekatan ini bertujuan memastikan hasil kerja sama benar-benar memberikan nilai tambah jangka panjang bagi Indonesia.

"Enam ini merupakan IP, intellectual property, yang kita bisa pilih apakah satu untuk teknologi otomotif, kedua internet of things, ketiga terkait dengan data center, kemudian bisa juga tentang home appliances, yang dua lagi kita bisa pilih apakah kita mau yang futuristic, terutama autonomous vehicle, dan quantum computing, dan yang lain. Jadi ini semua masih dibahas nanti dengan Danantara, sehingga ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia," tutur Airlangga.

Pengiriman Engineer Dan Dampak Industri Nasional

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa kemitraan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak luas bagi pengembangan industri nasional. Program ini dirancang tidak hanya untuk pelatihan jangka pendek, tetapi juga untuk membangun ekosistem teknologi berkelanjutan.

Program tersebut akan dilakukan melalui pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun menghadirkan pelatih Arm langsung ke Indonesia dengan modul pelatihan khusus. Skema ini memungkinkan transfer pengetahuan berjalan dua arah dan mempercepat peningkatan kompetensi engineer nasional.

"Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chip ini dan rencananya juga seperti yang sampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan di train, dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul modulnya," kata Rosan.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap Indonesia memiliki kemampuan mandiri di bidang desain semikonduktor sekaligus memperkuat posisi dalam industri teknologi global. Kerja sama strategis tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan Indonesia menuju kedaulatan teknologi dan transformasi ekonomi berbasis inovasi.

Terkini