BMKG Ingatkan Aceh Sumut Siaga Hujan Sangat Lebat Pekan Ini

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:17:48 WIB
BMKG Ingatkan Aceh Sumut Siaga Hujan Sangat Lebat Pekan Ini

JAKARTA - Potensi cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian nasional menjelang akhir Februari hingga awal Maret 2026. 

Masyarakat di wilayah Aceh dan Sumatera Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan sangat lebat. Peringatan ini disampaikan langsung oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG. Imbauan tersebut berlaku untuk periode 24 Februari hingga 2 Maret 2026.

Berdasarkan rilis terbaru, hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia. Tidak hanya curah hujan tinggi, angin kencang juga berpotensi menyertai kondisi tersebut. Situasi ini dipicu oleh kombinasi fenomena atmosfer skala global hingga lokal. Kompleksitas dinamika atmosfer meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan masif.

BMKG menjelaskan bahwa aktivitas Madden Julian Oscillation atau MJO masih berpengaruh signifikan. Fenomena ini memperkuat proses pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia. Selain MJO, sejumlah gelombang atmosfer juga terpantau aktif. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif.

"Kondisi tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan lebat," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Selasa 24 Februari 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa faktor atmosfer saling berinteraksi. Dampaknya adalah peningkatan intensitas hujan di banyak daerah. Masyarakat diimbau memahami potensi risiko yang mungkin timbul.

Fenomena Atmosfer Pemicu Hujan Ekstrem

BMKG mengungkapkan bahwa selain MJO, Gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Barat. Gelombang ini mendukung pertumbuhan awan konvektif. Kondisi tersebut memperbesar peluang hujan dengan intensitas tinggi. Aktivitasnya masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Tidak hanya itu, Gelombang Equatorial Rossby juga terpantau aktif. Wilayah yang terdampak meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan. Gelombang ini berperan dalam meningkatkan pembentukan awan hujan. Kombinasi beberapa fenomena membuat atmosfer semakin labil.

Dinamika cuaca juga dipengaruhi oleh sistem tekanan rendah di Samudra Hindia barat daya Lampung. Selain itu terdapat sirkulasi siklonik di Laut Sulu dan perairan utara Papua. Sistem ini membentuk daerah pertemuan angin atau konvergensi. Zona tersebut memicu pertumbuhan awan hujan yang sangat masif.

Konvergensi yang memanjang dari Kalimantan hingga Papua memperbesar potensi hujan lebat. Pertemuan massa udara lembap mempercepat proses kondensasi. Dampaknya berupa hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat. Situasi ini perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

Wilayah Siaga Periode Akhir Februari

BMKG membagi peringatan dini dalam dua periode waktu berbeda. Pada periode 24 hingga 26 Februari 2026, sejumlah wilayah berstatus Siaga. Status ini diberikan karena potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem. Aceh dan Sumatera Utara termasuk dalam daftar tersebut.

Selain dua provinsi itu, wilayah lain yang masuk kategori siaga yakni Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Tengah. Daerah daerah ini berpotensi mengalami curah hujan tinggi. Potensi dampak hidrometeorologi juga meningkat.

Sementara itu wilayah waspada angin kencang meliputi hampir seluruh Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Tengah dan Selatan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Angin kencang berisiko menyebabkan pohon tumbang. Selain itu dapat mengganggu aktivitas pelayaran dan penerbangan. Masyarakat perlu memperhatikan keselamatan.

Penetapan status siaga menunjukkan adanya potensi risiko signifikan. Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan. Koordinasi lintas instansi menjadi penting untuk mitigasi. Informasi cuaca perlu disebarluaskan secara cepat dan akurat.

Periode Awal Maret Tetap Berpotensi Hujan Lebat

Memasuki periode 27 Februari hingga 2 Maret 2026, sejumlah wilayah masih berstatus siaga hujan lebat. Daerah tersebut antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Intensitas hujan di wilayah ini diperkirakan masih tinggi. Potensi bencana hidrometeorologi tetap perlu diwaspadai.

Sedangkan wilayah waspada angin kencang meliputi Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, seluruh Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Angin kencang dapat memperparah dampak hujan deras. Kombinasi keduanya meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur. Masyarakat diminta mengamankan lingkungan sekitar.

Kondisi atmosfer yang dinamis membuat prakiraan dapat berkembang. Oleh karena itu pemantauan rutin sangat diperlukan. Informasi terbaru akan diperbarui sesuai perkembangan. Warga diimbau tidak lengah meski cuaca terlihat cerah sementara.

BMKG menekankan bahwa dampak cuaca ekstrem dapat berupa banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Selain itu jarak pandang saat berkendara bisa berkurang drastis. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Kewaspadaan menjadi langkah utama menghadapi potensi tersebut.

Imbauan Kesiapsiagaan Masyarakat

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau memeriksa kondisi drainase sekitar rumah. Saluran air yang tersumbat dapat memperparah genangan. Warga di daerah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat hujan turun dalam durasi lama.

Pengendara kendaraan bermotor juga perlu berhati hati. Jalan licin dan jarak pandang terbatas dapat membahayakan keselamatan. Hindari berteduh di bawah pohon saat angin kencang. Pastikan informasi cuaca diperoleh dari sumber resmi.

BMKG menyarankan warga terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi. Informasi tersebut tersedia secara berkala dan realtime. Dengan mengetahui kondisi terkini, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas. Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci meminimalkan risiko.

Secara keseluruhan, peringatan dini ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. Aceh dan Sumatera Utara menjadi sorotan utama dalam periode awal. Namun wilayah lain juga berpotensi terdampak hujan lebat dan angin kencang. Antisipasi dini diharapkan mampu mengurangi dampak yang lebih besar.

Terkini

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 Naik Rp40000

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:29 WIB

Harga Emas Pegadaian 24 Februari 2026 Naik UBS Tembus 3078

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:28 WIB

Harga Perak Antam Hari Ini Naik Ke Rp54.950 Per Gram

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:26 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini Saat IHSG Dibuka Menguat Pagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:25 WIB