Masjid Negara IKN Gelar Tarawih Perdana Ramadan 2026 Bersejarah Nasional

Senin, 23 Februari 2026 | 10:52:02 WIB
Masjid Negara IKN Gelar Tarawih Perdana Ramadan 2026 Bersejarah Nasional

JAKARTA - Ramadan 1447 H/2026 M menjadi momentum penting bagi perjalanan pembangunan Ibu Kota Nusantara. 

Untuk pertama kalinya, Masjid Negara IKN menggelar salat tarawih berjamaah setelah proses pembangunannya rampung 100 persen. Momen ini menandai babak baru aktivitas keagamaan di pusat pemerintahan baru Indonesia.

Masjid negara yang menjadi salah satu infrastruktur keagamaan pertama di kawasan ini berdiri di atas lahan dan tapak bangunan seluas kurang lebih 48.969 meter persegi. Keberadaannya diproyeksikan sebagai pusat ibadah, kegiatan sosial, sekaligus wisata religi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara.

Kolaborasi BUMN Tuntaskan Pembangunan

Pembangunan Masjid Negara IKN dilaksanakan melalui kerja sama operasi antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) dalam skema KSO Adhi–HK. Kolaborasi ini memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai target hingga dapat dimanfaatkan pada Ramadan tahun ini.

Dalam pelaksanaannya, KSO Adhi–HK bertanggung jawab atas pekerjaan struktur utama, arsitektur, mekanikal elektrikal dan plumbing, penataan kawasan, hingga pengendalian mutu konstruksi. Seluruh proses tersebut dirancang agar masjid mampu mendukung pelaksanaan ibadah Ramadan dan berbagai agenda keagamaan di IKN.

Dari sisi kapasitas, masjid ini dirancang menampung hingga sekitar 60.000 jamaah pada tahap ultimate. Pada tahap konstruksi pertama, kapasitas efektif mencapai kurang lebih 29.095 jamaah yang tersebar di bangunan utama dan area pendukung untuk menunjang tarawih perdana Ramadan 2026.

Masjid ini disiapkan sebagai pusat aktivitas keagamaan skala nasional. Kegiatan yang akan digelar meliputi salat fardu, salat Jumat, tarawih, hingga peringatan hari besar Islam yang menghadirkan jamaah dalam jumlah besar.

Pembagian Zona dan Fasilitas Lengkap

Secara tata ruang, Masjid Negara IKN terbagi dalam tiga zona utama, yakni bangunan utama, bangunan penunjang, dan bangunan komersial. Bangunan utama difungsikan sebagai area salat serta penyelenggaraan acara keagamaan utama yang menjadi pusat aktivitas jamaah.

Bangunan penunjang dirancang sebagai ruang serbaguna yang dapat difungsikan untuk tenant, booth terbuka, dan pusat aktivitas Ramadan. Di antara bangunan utama dan Plaza Kerukunan terdapat bangunan komersial yang menjadi ruang kegiatan seperti area makan, tenant masjid, hingga fasilitas pelaksanaan kurban saat Iduladha.

Kompleks masjid dilengkapi prasarana umum untuk menunjang kenyamanan jamaah dalam skala besar. Fasilitas tersebut meliputi parkir bus dan mobil, area pengisian daya kendaraan listrik, serta area wudhu di lantai Ground Floor, lantai dua, dan lantai tiga bangunan utama.

Fasilitas wudhu dan toilet juga tersedia di setiap bangunan pendukung. Seluruh sarana ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan jamaah selama Ramadan maupun hari besar keagamaan lainnya di IKN.

Selaras Visi Kota Hutan Berkelanjutan

Masjid Negara IKN dirancang sejalan dengan visi Nusantara sebagai kota hutan berkelanjutan. Penerapan prinsip bangunan hijau diwujudkan melalui optimalisasi ventilasi alami dan pencahayaan daylighting lewat desain pintu serta fasad terbuka.

Pengaturan aliran udara panas diarahkan ke puncak kubah sehingga ruang utama tetap sejuk tanpa ketergantungan penuh pada pendingin udara. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi energi sekaligus mendukung kenyamanan jamaah.

Pemanfaatan energi terbarukan diterapkan melalui pemasangan panel surya di kanopi jalur pejalan kaki dan kawasan parkir. Energi tersebut menyuplai sebagian kebutuhan listrik masjid sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan.

Dari aspek pengelolaan air, masjid dikelilingi embung yang berfungsi sebagai elemen estetika dan pengendali mikroklimat. Sistem daur ulang air memungkinkan pemanfaatan kembali untuk penyiraman lanskap serta kebutuhan non-konsumsi guna mengurangi beban air bersih.

Arsitektur Ikonik Sarat Filosofi

Secara arsitektural, masjid ini mengusung konsep desain sorban yang ikonik dan penuh makna. Bentuk kubah menyerupai lekukan sorban atau lilitan kain yang merepresentasikan identitas budaya Nusantara serta kelembutan bangsa.

Rangkaian lengkung dan spiral yang memusat memvisualisasikan perjalanan manusia dalam mencari makna dan mendekat kepada Sang Pencipta. Konsep ini sekaligus menggambarkan harmoni antara manusia dan alam dalam satu kesatuan ruang.

Bangunan yang berdiri di atas embung mencerminkan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan. Air menjadi elemen yang menyatukan aspek estetika, kenyamanan termal, dan keberlanjutan lingkungan.

Lokasinya yang berada dalam satu kawasan terpadu dengan rumah ibadah agama lain menjadi simbol implementasi Bhinneka Tunggal Ika. Penataan ini memperkuat toleransi antarumat beragama di pusat pemerintahan baru Indonesia.

Dukungan Pemerintah dan Tonggak Strategis

Dukungan terhadap kehadiran Masjid Negara IKN disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Ia menilai keberadaan masjid dan fasilitas lintas agama lain menjadi representasi Nusantara sebagai ibu kota inklusif yang merefleksikan keragaman Indonesia.

“Nah, dengan demikian kita akan lebih mempercepat aktivitas kantor kita di sini, karena ini adalah kebanggaan kita, makin cepat dilihat oleh dunia makin akan lebih bagus, insya Allah sesuai dengan harapan Bapak Presiden bahwa IKN ini nanti akan menjadi ikonik bangsa Indonesia yang sangat membanggakan. Saya kira kita banyak masyarakat yang belum paham apa dan seperti apa IKN sekarang ini, saya sendiri juga sangat yakin setelah melihat, menyaksikan dari dekat apa-apa yang telah disiapkan,” ujar Nasaruddin.

Dari perspektif perusahaan, keterlibatan Hutama Karya dalam proyek ini menjadi tonggak strategis yang memperkuat portofolio ikon nasional. Partisipasi dalam KSO Adhi–HK pada desain kubah sorban yang kompleks menunjukkan kapasitas teknis dalam menangani proyek arsitektur non-standar dan kategori legacy building.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan komitmen menghadirkan infrastruktur keagamaan yang aman dan bermutu. 

“Hutama Karya berkomitmen menghadirkan infrastruktur keagamaan yang tidak hanya ikonik secara arsitektur, tetapi juga fungsional, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga keberadaan Masjid Negara IKN benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan menjadi kebanggaan baru bagi Indonesia,” tutupnya.

Terkini