Tradisi Unik Bulan Ramadan di Indonesia dari Munggahan hingga Dandangan

Senin, 23 Februari 2026 | 10:51:57 WIB
Tradisi Unik Bulan Ramadan di Indonesia dari Munggahan hingga Dandangan

JAKARTA - Ramadan di Indonesia selalu hadir dengan warna yang berbeda di setiap daerah. 

Bukan hanya sebagai bulan ibadah puasa, Ramadan juga dirayakan lewat berbagai tradisi turun-temurun yang membuat suasana semakin hangat dan penuh makna.

Keunikan tersebut menjadikan Ramadan bukan sekadar momen spiritual, tetapi juga peristiwa budaya. Dari ujung barat hingga timur Nusantara, masyarakat memiliki cara khas untuk menyambut, menjalani, hingga mengakhiri bulan suci.

Tradisi-tradisi ini bukan sekadar kebiasaan tahunan. Bagi banyak orang, ia menjadi simbol kesiapan lahir dan batin untuk memasuki bulan penuh berkah serta mempererat hubungan antarsesama.

Tradisi Menyambut Ramadan

Menjelang datangnya bulan puasa, sejumlah daerah di Indonesia memiliki ritual khusus sebagai penanda dimulainya Ramadan. Tradisi ini umumnya dilakukan satu hingga beberapa hari sebelum puasa dimulai.

Di Jawa Barat, masyarakat mengenal tradisi Munggahan. Munggahan biasanya dilakukan sekitar satu hingga dua hari sebelum puasa dengan berkumpul bersama keluarga atau kerabat untuk makan bersama, berdoa, serta saling memaafkan.

Sementara itu di Jawa Tengah dan Yogyakarta, ada tradisi Padusan. Berasal dari kata “adus” yang berarti mandi, ritual ini dilakukan satu hingga dua hari sebelum puasa sebagai simbol menyucikan diri secara lahir dan batin.

Di Sumatera Barat, masyarakat Minangkabau memiliki tradisi Balimau. Ritual mandi ini menggunakan air yang dicampur irisan jeruk nipis, jeruk purut, atau jeruk kapas, serta wewangian alami seperti bunga mawar, melati, atau daun pandan sebagai lambang pembersihan diri.

Di Aceh, tradisi Meugang atau Makmeugang menjadi momen sakral penyembelihan hewan ternak seperti sapi atau kerbau. Dagingnya kemudian dinikmati bersama keluarga serta dibagikan kepada yang membutuhkan.

Masyarakat Betawi di Jakarta memiliki tradisi Nyorog. Tradisi ini dilakukan dengan mengantar atau mengirimkan sesuatu sebagai bentuk penghormatan anggota keluarga yang lebih muda kepada yang lebih tua sebelum memasuki Ramadan.

Di Kudus, terdapat tradisi Dandangan yang sudah berlangsung lebih dari 500 tahun. Tradisi warisan Sunan Kudus ini berupa festival rakyat sebelum Ramadan yang diisi kuliner khas, pakaian, hingga peralatan rumah tangga, dan ditutup dengan Kirab Dandangan berupa parade budaya.

Tradisi Selama Ramadan

Selama bulan puasa berlangsung, sejumlah tradisi tetap dijalankan sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat silaturahmi. Aktivitas ini menjadi bagian dari dinamika Ramadan di berbagai daerah.

Di Bali, masyarakat Muslim mengenal tradisi Megibung. Tradisi makan bersama dalam wadah besar ini dilakukan beberapa hari sebelum puasa sebagai ajang silaturahmi dan doa bersama, serta kerap menjadi momen buka puasa bersama di masjid dengan menu seperti sate lilit dan lawar halal.

Salah satu tradisi paling populer di Indonesia adalah ngabuburit. Kegiatan ini dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa dengan berbagai aktivitas seperti jalan sore, olahraga ringan, mengaji, mengikuti kajian, hingga berburu takjil.

Tradisi Menjelang Idulfitri

Menjelang berakhirnya Ramadan, masyarakat Indonesia kembali disibukkan dengan tradisi khas yang menjadi penutup bulan suci. Tradisi ini identik dengan kebersamaan dan perayaan.

Mudik menjadi salah satu tradisi paling besar di Indonesia. Para perantau pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga, menjalin silaturahmi, saling memaafkan, hingga melakukan ziarah kubur, sekaligus mendorong perputaran ekonomi yang signifikan.

Selain mudik, malam takbiran juga menjadi momen penting. Di malam terakhir Ramadan, masyarakat mengumandangkan takbir sebagai tanda menyambut Idulfitri, sering kali diramaikan dengan tradisi takbir keliling di berbagai wilayah.

Makna Tradisi dalam Kehidupan Ramadan

Ragam tradisi Ramadan di Indonesia menunjukkan betapa eratnya hubungan antara agama dan budaya. Setiap daerah menghadirkan ekspresi unik tanpa menghilangkan esensi ibadah puasa itu sendiri.

Tradisi seperti Munggahan, Padusan, hingga Balimau menegaskan pentingnya penyucian diri sebelum Ramadan. Sementara Meugang dan Nyorog menekankan nilai berbagi serta penghormatan antarkeluarga.

Megibung dan ngabuburit memperlihatkan bagaimana kebersamaan menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan. Sedangkan mudik dan malam takbiran menjadi simbol puncak kebahagiaan setelah sebulan penuh menjalani ibadah.

Keberagaman ini menjadikan Ramadan di Indonesia terasa istimewa. Setiap tradisi membawa pesan tentang persaudaraan, kebersamaan, dan rasa syukur yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Terkini