Lonjakan Pemesanan Tiket Kereta Api Sumut Awal Ramadan Capai 30.952 Kursi

Senin, 23 Februari 2026 | 09:50:56 WIB
Lonjakan Pemesanan Tiket Kereta Api Sumut Awal Ramadan Capai 30.952 Kursi

JAKARTA - Memasuki awal Ramadan 1447 H, denyut persiapan mudik di Sumatera Utara mulai terasa semakin kuat. 

Sejak pekan pertama bulan suci, masyarakat sudah berburu tiket perjalanan demi memastikan kepulangan ke kampung halaman berjalan lancar. Moda transportasi kereta api kembali menjadi pilihan utama karena menawarkan kepastian jadwal serta kenyamanan selama perjalanan jauh.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat lonjakan signifikan pada pemesanan tiket Angkutan Lebaran 2026. Untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026, total 30.952 tempat duduk telah dipesan oleh calon penumpang. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa tradisi mudik tahun ini diprediksi berlangsung lebih semarak.

Antusiasme Pemesanan Tiket Terus Meningkat

Plt. Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa tren pemesanan di awal Ramadan menunjukkan grafik yang terus menanjak. Masyarakat dinilai semakin sadar pentingnya memesan tiket lebih dini agar tidak kehabisan kuota pada tanggal-tanggal favorit menjelang Lebaran.

“Seiring dimulainya bulan suci Ramadan, warga Sumatera Utara sudah mulai merencanakan perjalanan mudik. Kami melihat tren pemesanan terus tumbuh positif karena kereta api menawarkan kepastian jadwal dan kenyamanan yang dibutuhkan masyarakat untuk pulang kampung,” ujar Anwar.

Menurutnya, kebiasaan memesan lebih awal kini menjadi strategi masyarakat untuk menghindari lonjakan harga dan keterbatasan kursi. Selain itu, kemudahan akses pembelian tiket secara daring juga mendorong peningkatan transaksi secara signifikan dibandingkan periode biasa.

Distribusi Penumpang Jelang dan Pasca Lebaran

Data sementara menunjukkan distribusi penumpang relatif merata sepanjang periode Angkutan Lebaran 2026. Untuk keberangkatan sebelum Lebaran pada 11–20 Maret, sebanyak 11.727 tiket telah terjual. Angka ini mencerminkan gelombang awal pemudik yang ingin tiba lebih cepat di kampung halaman.

Sementara pada masa puncak Lebaran yang diperkirakan jatuh pada 21–22 Maret, tiket yang terjual mencapai 6.692 kursi. Periode ini diprediksi menjadi momen tersibuk karena bertepatan dengan waktu favorit masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga saat hari raya tiba.

Adapun untuk arus balik pada 23 Maret–1 April, tercatat sebanyak 12.533 tiket telah dipesan. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat setelah merayakan Idulfitri dan kembali ke kota asal untuk beraktivitas seperti biasa.

Libur Panjang Picu Lonjakan Perjalanan

Meningkatnya minat masyarakat tahun ini juga dipengaruhi oleh periode libur panjang yang telah ditetapkan pemerintah. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri, rangkaian hari libur nasional dan cuti bersama dalam rangka Hari Suci Nyepi dan Idulfitri akan berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, mulai dari 18 hingga 24 Maret 2026.

Kedekatan momentum Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah diprediksi mendorong lonjakan pergerakan penumpang lintas daerah. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada umat Muslim yang hendak mudik, tetapi juga umat Hindu yang merayakan Nyepi serta masyarakat umum yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata.

“Berdekatannya perayaan Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah diprediksi akan memicu peningkatan pergerakan penumpang. Kereta api tidak hanya akan dipadati oleh umat Muslim yang mudik, tetapi juga umat Hindu yang merayakan Nyepi serta masyarakat umum yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata,” tambah Anwar.

Dengan situasi tersebut, KAI memproyeksikan tingkat keterisian kursi akan terus bergerak naik mendekati hari keberangkatan. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tidak menunda pembelian tiket agar tidak kehilangan kesempatan bepergian sesuai jadwal yang diinginkan.

Prosedur Pemesanan dan Layanan Resmi

Terkait prosedur pemesanan, KAI mengingatkan bahwa tiket KA Jarak Jauh sudah dapat dipesan jauh-jauh hari melalui kanal resmi perusahaan. Namun, untuk layanan KA Lokal seperti KA Siantar Ekspres dan KA Datuk Belambangan, pemesanan tiket baru dapat dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan.

KAI Divre I Sumatera Utara juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat melakukan pemesanan. Penumpang diminta memastikan tanggal keberangkatan, mengisi nama dan nomor identitas dengan benar, serta memilih stasiun tujuan secara tepat agar tidak terjadi kesalahan data saat proses boarding.

Selain itu, masyarakat disarankan menggunakan aplikasi Access by KAI, laman booking.kai.id, atau mitra resmi lainnya guna menjamin keamanan transaksi. Langkah ini penting untuk menghindari praktik penipuan yang kerap muncul pada musim mudik dengan memanfaatkan tingginya permintaan tiket.

Komitmen Layanan Selama Angkutan Lebaran

Di tengah lonjakan pemesanan yang terus meningkat, manajemen KAI menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pelayanan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Fokus utama perusahaan adalah memastikan perjalanan tetap selamat, aman, dan andal bagi seluruh penumpang.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga layanan tetap selamat, aman, dan andal selama masa Angkutan Lebaran 2026. Dukungan serta kepercayaan besar dari masyarakat menjadi motivasi utama bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik, agar momen pulang kampung di Sumatera Utara tahun ini berjalan lancar dan berkesan,” pungkas Anwar.

Dengan angka pemesanan yang telah menembus 30.952 kursi sejak awal Ramadan, sinyal kuat terlihat bahwa mudik Lebaran tahun ini akan berlangsung padat dan dinamis. Kereta api kembali membuktikan diri sebagai moda transportasi andalan masyarakat Sumatera Utara dalam merajut silaturahmi dan merayakan hari kemenangan bersama keluarga tercinta.

Terkini