JAKARTA - Di tengah ekspansi agresif kendaraan asal Negeri Tirai Bambu ke berbagai belahan dunia, muncul suara reflektif dari dalam industri itu sendiri.
Chairman Great Wall Motor (GWM), Wei Jianjun, menilai industri otomotif China masih tertinggal dari Amerika Serikat.
Kata Wei, industri otomotif dalam negerinya masih belum punya pengalaman manufaktur yang cukup dan kedalaman teknologi. Pernyataan ini menjadi catatan penting di tengah optimisme pertumbuhan ekspor dan dominasi pasar domestik yang terus meningkat.
Seperti dikutip dari Carnewschina, Wei mengatakan produsen-produsen otomotif asal China harus terus belajar untuk mengatasi kekurangan melalui evaluasi internal dan juga langkah-langkah perbaikan.
Menurutnya, introspeksi industri menjadi kunci agar perusahaan-perusahaan otomotif China tidak terlena oleh pertumbuhan cepat yang sedang terjadi. Evaluasi menyeluruh dibutuhkan agar fondasi bisnis tetap kokoh dalam jangka panjang.
Pengalaman Manufaktur dan Kedalaman Teknologi
Wei menambahkan bahwa, negara-negara produsen otomotif yang sudah mapan seperti Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat terus memiliki keunggulan dalam pengalaman manufaktur dan kedalaman teknologi.
Keunggulan tersebut, menurutnya, bukan hanya soal kapasitas produksi, melainkan juga akumulasi pengetahuan, standar kualitas, serta sistem kontrol yang teruji dalam berbagai siklus industri.
Ia menekankan bahwa pengalaman panjang negara-negara tersebut membentuk ketahanan industri yang tidak mudah tergoyahkan oleh fluktuasi pasar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri otomotif China yang relatif lebih muda.
Bagi Wei, mengejar ketertinggalan tidak cukup hanya dengan meningkatkan volume produksi atau penetrasi pasar. Diperlukan investasi berkelanjutan pada riset, pengembangan, serta penguatan sistem manufaktur.
Belajar dari Toyota dalam Menjaga Kepercayaan
Ia juga menyebut Toyota sebagai contoh bagaimana produsen mobil menangani masalah kualitas produk. Kata Wei, Toyota mempertahankan kepercayaan pengguna meskipun sering terjadi penarikan produk.
Menurutnya, kunci keberhasilan Toyota terletak pada cara mereka mengatasi masalah secara proaktif dan mengomunikasikan perbaikan dengan jelas kepada pelanggan. Transparansi menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi merek.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa krisis kualitas bukan akhir dari segalanya, selama perusahaan mampu merespons dengan cepat dan bertanggung jawab. Kepercayaan konsumen justru dapat diperkuat melalui penanganan yang tepat.
Wei melihat pola ini sebagai pelajaran penting bagi produsen China yang tengah membangun citra global. Tanpa komitmen kuat pada kualitas dan komunikasi, pertumbuhan cepat berpotensi rapuh.
Pertumbuhan Pesat dan Risiko Terlalu Percaya Diri
Memang faktanya saat ini banyak merek-merek mobil asal China telah meningkatkan kehadiran global dan pangsa pasar domestik. Ekspansi tersebut didorong oleh inovasi produk serta harga yang kompetitif.
Namun, Wei mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan China harus tetap berhati-hati terhadap posisi mereka dan menghindari terlalu percaya diri dengan daya saing mereka. Ia mengingatkan agar keberhasilan saat ini tidak membuat industri lengah.
Komentar Wei juga membahas risiko industri lebih luas. Ia memperingatkan bahwa persaingan harga yang agresif di China, termasuk diskon besar-besaran, bisa menciptakan tantangan jangka panjang.
Jika strategi harga murah tidak didukung oleh operasi bisnis berkelanjutan dan kualitas produk, maka fondasi industri bisa tergerus. Perang harga berpotensi menekan margin dan menghambat investasi masa depan.
Strategi Ekspor dan Tantangan Membangun Merek Global
Secara terpisah, Wei mengatakan bahwa meskipun ekspor kendaraan China telah tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, strategi ekspansi ke luar negeri masih sangat bergantung pada daya saing harga.
Ia mencatat bahwa mengandalkan harga murah dapat membatasi pengembangan merek di pasar global dari waktu ke waktu. Brand yang kuat membutuhkan lebih dari sekadar label harga kompetitif.
Dalam pandangannya, reputasi internasional dibangun melalui kualitas konsisten, inovasi teknologi, dan layanan purna jual yang andal. Tanpa itu, produsen akan sulit keluar dari persepsi sebagai pemain harga rendah.
Pernyataan Wei menjadi refleksi penting bagi industri otomotif China yang sedang berada di fase ekspansi besar. Di balik pertumbuhan impresif, masih ada pekerjaan rumah besar untuk mengejar kedalaman teknologi dan pengalaman manufaktur yang telah lama dimiliki Amerika Serikat serta negara-negara maju lainnya.