Prabowo Hadiri KTT Perdana Board Of Peace Gaza Di Amerika

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:38:00 WIB
Prabowo Hadiri KTT Perdana Board Of Peace Gaza Di Amerika

JAKARTA - Langkah diplomasi Indonesia kembali memasuki babak baru ketika Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri forum internasional penting di Amerika Serikat. 

Agenda tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan keikutsertaan dalam Konferensi Tingkat Tinggi perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace Gaza.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace Gaza di Amerika Serikat pada Kamis, 19 Februari 2026. Informasi ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang.

Kemenlu mengatakan pemerintah telah menerima undangan rapat perdana BoP di AS dan Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir. "Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam membentuk arah dan kerja Board of Peace sejak awal," kata Yvonne kepada Bisnis pada Rabu.

Menurut Yvonne, dalam pertemuan perdana BoP itu, Indonesia akan menggunakan BoP untuk memperjuangkan perlindungan warga sipil dan mendorong pemulihan dan rekonstruksi Gaza. "Selain itu, mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina berdasarkan solusi dua negara," ujar Yvonne.

Agenda Perdana Board Of Peace Di Washington

Dalam catatan Bisnis, pemerintah AS akan menggelar pertemuan resmi perdana BoP bentukan Presiden Donald Trump di Washington pada 19 Februari 2026. Dewan tersebut merupakan aspek penting dari 20 poin rencana Trump untuk memediasi gencatan senjata dalam konflik Israel dan Hamas.

Pada Januari 2026, Trump memperkenalkan BoP di sela-sela penyelenggaraan World Economic Forum di Davos, Swiss. Sebanyak 20 negara, termasuk Belarus, Azerbaijan, Hungaria hingga Indonesia, masuk dalam jajaran anggota dewan tersebut.

Pada awalnya, Gedung Putih menggambarkan BoP sebagai badan pengawas terbatas. Tugasnya adalah mengawal proses perlucutan senjata di Gaza serta transisi teknokratis pemerintahan di wilayah tersebut.

Kehadiran Indonesia di forum ini dinilai strategis karena sejak lama konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Partisipasi aktif di tahap awal dianggap penting untuk memastikan arah kebijakan sejalan dengan prinsip solusi dua negara.

Pertemuan Dengan Ulama Dan Tokoh Nasional

Sebelum keberangkatan ke Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan serangkaian konsultasi di dalam negeri. Ia menegaskan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui partisipasi aktif dalam Board of Peace.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden kepada para pimpinan organisasi kemasyarakatan dan tokoh-tokoh agama Islam, serta pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 Februari 2026. Pertemuan itu berlangsung tertutup namun menghasilkan sejumlah penegasan sikap.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa Presiden memberikan penjelasan komprehensif mengenai upaya Indonesia membantu Palestina. Sementara Wakil Ketua Umum MUI M. Cholil Nafis menjelaskan alasan Indonesia masuk ke dalam BoP Gaza.

"Saya yang menyampaikan langsung. Kami skeptis. Karena apa? [Pertama] Netanyahu sampai sekarang tidak mengakui Palestina. Yang kedua, serangan itu masih ada. Yang ketiga, kita ingin pasukan perdamaian kita jangan menjadi pasukan yang melawan Hamas, melawan perlawanan rakyat Palestina untuk merdeka," kata Cholil di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa.

Konsultasi Dengan Mantan Diplomat Senior

Selang beberapa hari, Prabowo juga memanggil mantan Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar Negeri ke Istana. Beberapa mantan Menlu yang hadir di antaranya Retno Marsudi, Marty Natalegawa, Hasan Wirajuda hingga Alwi Shihab, serta eks Wamenlu Dino Patti Djalal.

Alwi Shihab mengungkapkan bahwa Presiden menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara. Prabowo juga menekankan Board of Peace bukanlah bentuk pengkhianatan bagi rakyat Palestina.

Namun, Dino Patti Djalal memperingatkan sejumlah risiko jika Indonesia bergabung dalam BoP. Ia menyoroti absennya perwakilan Palestina dalam struktur dewan tersebut.

"Sebagai anggota Board of Peace, apa saja red flags dan risiko yang harus diwaspadai Indonesia? Ada banyak. Yang paling mendasar, sama sekali tidak ada perwakilan Palestina dalam Board of Peace," ujar Dino dalam video yang diunggah di Instagram @Dinopattidjalal, dikutip Minggu.

Agenda Kerja Sama Perdagangan Dengan Amerika Serikat

Selain menghadiri KTT BoP, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menandatangani kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan keberangkatan Presiden pada 19 Februari 2026.

"Tadi membicarakan terkait dengan update perundingan Indonesia-Amerika dan disampaikan Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara di tanggal 19 dan di sekitar tanggal itu juga akan ada rencana penandatanganan ART, Agreement on Reciprocal Tariff," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu.

Secara substansi, seluruh negosiasi tarif dengan AS disebut telah rampung dan proses harmonisasi bahasa hukum sudah diselesaikan. Sebelumnya, pemerintah menargetkan dokumen ART diteken pada kisaran 12 hingga 19 Januari 2026, namun belum terealisasi hingga Februari.

Dalam kerangka kesepakatan awal sejak Juli tahun lalu, Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk untuk mayoritas produk asal AS. Sebagai timbal balik, AS sepakat menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen serta memberi pengecualian tarif bagi komoditas unggulan seperti CPO, kopi, dan kakao.

Keikutsertaan Prabowo dalam KTT Board of Peace sekaligus agenda penandatanganan kerja sama dagang menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia bergerak di dua jalur sekaligus. Di satu sisi memperjuangkan perdamaian Palestina, di sisi lain memperkuat hubungan ekonomi strategis dengan Amerika Serikat.

Terkini